Menu

Lacak Orang Kontak Erat dengan  Pasien Covid-19, Panglima TNI Sampai Mengerahkan 63 Ribu Prajurit

  Dibaca : 103 kali
Lacak Orang Kontak Erat dengan  Pasien Covid-19, Panglima TNI Sampai Mengerahkan 63 Ribu Prajurit
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengerahkan hingga 63.000 prajurit TNI menjadi tenaga pelacak (tracer) orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19.

JAKARTA, METRO–Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menge­rahkan hingga 63.000 prajurit TNI menjadi tenaga pelacak (tracer) orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19. Menurut Pangli­ma, pengerahan itu meru­pakan upaya TNI membantu pemerintah meningkatkan rasio tracing (pelacakan) sehingga penyebaran CO­VID-19 dapat cepat terken­dali. Ada dua cara yang akan ditempuh TNI dalam melacak mereka yang kontak erat dengan pasien COVID-19, yaitu cara manual dan digital.

Pelacakan secara digital akan menjadi langkah per­tama yang dilakukan para tracer dari TNI. Para prajurit yang bertugas sebagai tracer nantinya akan menerima pemberitahuan/notifikasi dari Dinas Kesehatan di ma­sing-masing wilayah. Kemu­dian, petugas akan meng­hubungi dan mewawancarai warga lewat aplikasi pengi­rim pesan Whatsapp atau telepon.

Jika cara digital itu tidak dapat dilakukan, maka para tracer yang di antaranya merupakan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Kea­ma­nan dan Ketertiban Ma­sya­rakat (Babin­kamtib­mas), akan langsung men­datangi rumah-rumah warga yang dicurigai melakukan kontak erat pasien COVID-19 dan melakukan wawan­cara. Sete­lah wawancara, para ang­gota tracer akan melapor ke Puskesmas di tingkat desa.

Laporan itu diteruskan ke Dinas Kesehatan di tiap kabu­paten/kota dan provinsi, ke­mudian ke tingkat pusat agar dapat masuk ke laporan na­sio­nal.  Terkait dengan pelak­sanaan tracing secara digital, Panglima TNI menyam­pai­kan anggotanya telah men­dapatkan pelatihan secara virtual. Dalam pelatihan itu para anggota TNI mem­pela­jari cara kerja aplikasi Silacak yang dikelola oleh Kemen­terian Kesehatan RI. TNI juga telah menggelar simu­lasi pelacakan kontak erat pa­sien COVID-19 secara digital.

Tidak hanya anggota TNI, Badan Nasional Penanggu­langan Bencana (BNPB) juga menge­rahkan 7.000 tracer tam­bahan. Panglima me­nyam­paikan pengerahan total puluhan ribu tenaga tracing itu merupakan bagian dari penerapan konsep pe­rang semesta melawan pan­de­mi COVID-19.

“Kalau disamakan de­ngan konsep perang se­mes­ta, BNPB ini dari kompo­nen masyarakat yang diper­bantu­kan secara total. Saya yakin dengan konsep semesta ini, keinginan kita semua mene­kan kasus aktif bisa terea­lisasi sampai ke angka paling rendah,” ujar Panglima TNI saat jumpa pers di Jakarta, Senin (26/7). Panglima kem­bali mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pro­tokol kesehatan. Di antara­nya memakai masker.

“Walaupun kita sudah divaksin baik yang pertama maupun kedua, saya harap masyarakat terus semangat menggunakan masker. Ingat, masker akan melindungi kita dari paparan COVID-19,” pungkas Panglima.(jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional