Close

KWT Hijau Daun “Sulap” Limbah Dapur

IKUTI PELATIHAN—Anggota KWT Hijau Daun serius mengikuti pelatihan, disaksikan Wali Nagari Bukik Limbuku, Dodi.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Sejumlah Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Daun, Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, mampu “menyulap” limbah dapur menjadi Mikroorganisme Lokal (MoL). Dengan begitu dapat meningkatkan produksi tanaman pangan keluarga.

Kemampuan ibu-ibu KWT Hijau Daun memamfaatkan limbah Dapur menjadi Mol, setelah mengikuti pelatihan Sosialisasi Peningkatan produksi tanaman pangan dengan tema “pemamfaatan pekarangan lestari kita wujudkan nagari tangguh”, di aula Kantor Wali Nagari Bukik Limbuku, selama Dua hari, Seni-Selasa (5-6/4).

“Alhamdulillah. Setelah kami mengikuti pelatihan selama Dua hari termasuk praktek lapangan, kini kami dari KWT yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Nagari sebanyak 35 orang ibu-ibu sudah bisa merubah limbah dapur menjadi Mol,” sebut Ketua KWT Hijau Dauan, Nagari Bukik Limbuku, Reni, Selasa (6/4) kepada wartawan.

Disampaikan, Reni, adanya pelatihan ini bisa meningkatkan produksi rumah bibit milik KWT Hijau Daun. Sehingga, anggota kelompok tidak lagi khawatir dengan adanya serangan penyakit terhadap tanaman seperti Cabe, Sayur, Terung, Tomat dan palawija lainnya dengan pandainya membuat Mol.

“Kami bersykur adanya pelatihan, dengan ini bisa meningkatkan produksi rumah bibit dengan memamfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan membuat pupuk organik cair. Kami tidak memakai pestisida, hanya menggunakan Mol,” sebutnya.

Pemateri dari Dinas Pangan, Witra, pada kesempatan itu mengharapkan dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan produksi rumah bibit dengan memamfaatkan limbah dapur sebagai pupuk organik cair. Dengan bibit yang sehat, maka produksi tanaman semakin meningkat.

“Dengan pelatihan ini bisa meningkatkan produksi rumah bibit milik KWT Hijau Daun, dengan memmafaat limbah dapur sebagai pupuk organik. Karena selama ini yang menjadi kekhawatiran kelompok adalah serangan hama, dan KWT Hijau Daun tidak menggunakan pestisida. Melalui pelatihan ini ibuk ibuk KWT bisa memamfaatkan limbah dapur menjadi Mol,” harapnya.

Wali Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, Dodi, menyebut bahwa pelatihan untuk kelompok wanita tani ini dapat meningkatkan sumberdaya manusia yang unggul dalam bidang pertanian. Dengan dekikian dapat meningkatkan produksi pangan keluarga dalam menciptakan ketahanan pangan tangguh dimasa pendemi covid-19.

“Kita terus melakukan peningkatan SDM masyarakat. Dan hari ini selama Dua hari kita lakukan pelatihan bagi kelompok wanita tani bagaimanan cara meningkatkan produksi dan mengatasi serangan hama atau penyakit melalui pamfaatan limbah dapur menjadi Mol,” sebut Wali Nagari yang konsen menciptakan SDM unggul di Nagarinya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top