Close

Kursi Wawako Padang Bersisa 8 Hari lagi, Parpol Pengusung Ngebut, Hendri Septa bisa Punya Pendamping!

Eka Vidya Putra Pengamat Politik Universitas Negeri Padang (UNP),

SAWAHAN, METRO–Pengamat Politik Uni­versitas Negeri Pa­dang (UNP), Eka Vidya Putra menilai dengan sisa waktu 8 hari untuk pengisian kursi BA 2 A, kemungkinan besar ti­dak terkejar lagi. Na­mun, bila kedua parpol yakni PAN dan PKS sa­ling bertemu dan ambil kesepakatan siapa calon yang akan ditetapkan, bisa saja kursi wawako terisi.

“Kuncinya terletak pada parpol pengusung. Jika mereka ngebut bergerak, maka Wako Hen­dri Septa akan memiliki pen­damping,” ujar  Eka, Rabu (22/6).

Ia menyampaikan, jika Wako mementingkan warga Kota Padang, kemajuan daerah ke depan dan lainnya, maka kursi Wawako tak akan dibiarkan kosong oleh Hendri Septa.

“Wako sendiri punya niat enggak ada pasangan sampai akhir masa jabatan. Apabila iya, tentu segera direspon surat dari PKS yang masuk. Bagaimana­pun, Wako Padang itu kan juga ketua DPD PAN Kota Padang, tidak mungkin tak tahu,” tegasnya.

Untuk diketahui, Hendri Septa menjabat sebagai Wali Kota Padang hanya sampai 31 Desember 2023. Berakhirnya masa jabatan itu sesuai Pasal 201 Ayat (5) UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, berbunyi “Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wa­kil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota hasil Pemilihan tahun 2018 menjabat sampai dengan tahun 2023”.

Pilkada Padang sendiri dilaksanakan pada 27 Juli 2018 lalu dengan peme­nang pasangan Mahyeldi-Hendri Septa. Meskipun pelantikan pertama Hendri Septa yang kala itu sebagai Wakil Wali Kota dengan pasangan Mahyeldi (Wali Kota) pada 13 Mei 2019, namun UU No 10/2016 telah mengatur dengan jelas di pasal 201 ayat (5).

Sehingga berakhirnya jabatan Wako Padang itu bukan Mei 2024 tapi 31 Desember 2023 sesuai UU. Sementara terkait pengisian jabatan Wakil Walikota jika ditarik sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Ta­ta Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, Kabupaten, dan Kota, pengisian kekosongan jabatan wakil kepala daerah adalah 18 bulan.

Hitung-hitungannya, jika masa jabatan Wali Kota Padang berakhir pada 31 Desember 2023 maka 18 bulan sebelum masa jabatan berakhir adalah 30 Juni 2022. Artinya, masa pengisian jabatan Wawako hanya bersisa 8 hari lagi.

Mustahil Terkejar

Terpisah, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang, Mastilizal Aye mengatakan mustahil dengan sisa waktu sepekan lebih sehari kursi Wawako terisi. Ini menandakan parpol pengusung tidak serius serta lebih mementingkan kepentingan masing masing dari pada warga kota.

“Waktu lama saja tidak digubris oleh PAN dan PKS tentang calon yang akan diusulkan. Apalagi diinjury time,” ujar Aye yang juga Ketua Komisi IV DPRD Padang ini, Rabu (22/6).

Ia beranggapan, bisa saja Wako jomblo  sampai akhir jabatannya dan warga Padang kecewa atas sikap yang diambil oleh kedua parpol pengusung. “Mau bagaimana lagi. Nasi sudah jadi bubur. Buat saja bubur ayam. Langsung disantap,” ulasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top