Menu

Inilah Pemilik Kursi DPR dan DPD RI dari Sumbar

  Dibaca : 7546 kali
Inilah Pemilik Kursi DPR dan DPD RI dari Sumbar
image description

PADANG, METRO – Meski penghitungan rekapitulasi suara masih berlangsung di tingkat kecamatan, tapi hitung-hitungan kursi di DPR RI dan DPD RI sudah memanas. Para kandidat mulai saling klaim memiliki banyak suara, tapi kursi yang tersedia terbatas. Namun, secara garis besar, sudah ada gambaran pemilik kursi.

Sepanjang Minggu (21/4) beredar informasi formasi susunan anggota DPR RI dari form rekap suara hasil pemilu (c1-plano DPR RI, red) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hasilnya, banyak incumbent atau petahana yang tumbang di Dapil I (8 kursi) dan Dapil 2 (6 kursi).

Disebutkan, di Sumbar 1, Partai Gerindra mendapatkan dua kursi yang ditempati Andre Rosiade dan Suir Syam (kursi ke-5). PAN juga dua kursi untuk Asli Chaidir (kursi ke-2) dan Athari Gautri Ardhi (kusi ke-7). Kursi ke-3 untuk Darizal Basir, Demokrat. PKS menyisakan Hermanto di kursi ke-4. Partai NasDem yang disebut penuh bintang hanya di kursi ke-6 ditempati Lisda Hendrajoni atau Endre Saifoel. Untuk kursi terakhir, Partai Golkar, PKS dan PDI P bisa melaju.

Sementara untuk Dapil 2, Partai Gerindra mendapatkan dua kursi untuk Ade Rezki dan Erizal Chaniago (kursi ke-5). Demokrat menggondol dua kursi untuk Mulyadi (kursi kedua) dan Reska Oktoberia (kursi ke-6). Kursi ke-3 milik PAN dengan Guspardi Gaus dan kursi ke-4 diamankan Nevi Zuairina atau H Refrizal.

Terkait beredarnya informasi tersebut, Ketua Bidang Pembinaan Umat DPW PKS Sumbar H Marfendi menampiknya. Katanya, untuk tahun ini tim DPW PKS Sumbar tidak mendata perolehan suara internal caleg partai lain. Karena pengalaman Pemilu 2014 lalu terlalu menguras tenaga.

“Jadi PKS hanya mengambil jumlah total suara partai saja, serta internal caleg hanya untuk suara PKS. Kalau komposisi perolehan kursi kita punya data. Dan sudah sama dengan informasi di atas. Tapi siapa yang duduk di partai lain tidak bisa kita dapat,” kata Marfendi yang bertarung jadi anggota DPRD Sumbar Dapil III (Agam dan Bukittinggi).

Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Mulyadi tak menampik jika partainya bisa mendapatkan dua kursi di Sumbar 2. Menurut hitung-hitungan internal timnya, memang betul bisa dua kursi untuk Demokrat dan juga Partai Gerindra. Namun dia tak bisa memastikan dulu, karena masih menginput data.

”Kami di Partai Demokrat dan juga tim internal saya masih mengimput data dari c1 plano yang terkumpul. Begitu juga dari rekap-rekap di kecamatan. Insya Allah, Demokrat bisa dua kursi di Dapil 2,” kata Mulyadi yang sudah mengamankan kursi DPR RI ketiga kalinya.

Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade yang diprediksi mendapatkan suara lebih dari 100 ribu di Dapil 1 juga mengaminkan prediksi perolehan kursi tersebut. Menurutnya, dengan potensi suara Gerindra mencapai 200 ribuan, tentu membuka kesempatan kursi kedua.

“Kami di tim internal AR Center juga terus bekerja keras mengimput data dari c1 ke server tim IT kami. Hasilnya, untuk Kota Padang saja sampai data terakhir sore kemarin, baru terinput 822 TPS dari 2.454 TPS atau 33,5 persen. Jumlah suara pribadi kami sudah mencapai 24.054. Tim memprediksi suara di Padang saja bisa 60-70 ribu,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi ini.

Untuk Kabupaten/Kota lain, Andre menyebut, total c1-nya sudah menhasilkan suara 52 ribu-an. Data itu baru penuh dari Dharmasraya sekitar 23 ribuan, Tanahdatar, Sijunjung, Sawahlunto dan sedikit Padangpanjang.

“Insya Allah, jika data masuk semua, atau pada rekapitulasi KPU nanti, bisa mencapai 100 ribu lebih,” katanya.

Sedikit berbeda, Direktur Leadership Forum (SBLF) Riset Edo Andrefson, Edo Andrefson menyebut, di Sumbar I kursi pertama bakal diraih Partai Gerindra (Andre Rosiade).Kursi kedua Partai Nasdem (Lisda Hendrajoni atau Endre Saifoel), kursi ketiga PAN (Asli Chaidir), kursi keempat Partai Demokrat (Darizal Basyir) Kursi kelima Golkar (Weno Aulia atau Syaidal Masfiyuddin), kursi keenam PKS (Hermanto), kursi Gerindra (Suir Syam). Kursi ke delapan bisa didapat PAN (Athari Gauti), PDIP (Alex Indra) atau PPP (Niki Lauda).Sementara di Dapil Sumbar II kursi pertama Ade Rezki Pratama, kursi kedua Demokrat (Mulyadi), kursi ketiga Golkar (Jhon Kenedy Aziz), kursi keempat PKS (Nevi Zuarina), kursi kelima PAN (Ekos Albar/Guspardi Gaus), dan kursi terakhir bakal menjadi milik Gerindra (Erizal Chaniago).

DPD Tinggal 1 Kursi

Berbeda dengan DPR RI, untuk DPD RI, empat kursi diperebutkan secara terbuka oleh semua kandidat di 19 Kabupaten/Kota. Sampai malam ini, rekapitulasi yang ada, baru tiga kursi yang bersegel pemiliknya. Sementara kursi ke ke-4 masih diperebutkan oleh beberapa kandidat.

Direktur SBLF Riset Edo Andrefson dalam perhitungan sementara yang digelarnya menyebutkan, tiga nama yang akan melenggang itu adalah incumbent Emma Yohanna dan Leonardy Harmainy. Sementara lainnya adalah pendatang baru, Muslim M Yatim.

Dari catatan SBLF Riset, Emma Yohanna memimpin dengan 21,99 poin, Muslim M Yatim 15,98 dan Leonardy Harmainy 7.62. Peringkat ke-4 sementara diduduki oleh Alirman Sori dengan 5.73. Beberapa nama besar lainnya juga siap menyalip mantan ketua DPRD Pessel itu. “Kita lihat saja perkembangannya. Kalau nomor satu sampai tiga kemungkinan berubahnya susah. Tapi nomor 4 masih panas,” kata alumni UNP ini.

Pleno Belum Ditentukan

Menanggapi beredarnya informasi di lapangan, Komisioner KPU Sumbar, Izwaryani meminta masyarakat dan para caleg bersabar menunggu hasil resmi dari KPU terkait penghitungan suara pemilihan Presiden (Pilres) dan pemilihan legislative (Pileg). Untuk hasil rekapitulasi penghitungan suara, tingkat kecamatan, diberi batas waktu hingga Sabtu, 4 Mei mendatang.

“Setelah tingkat kecamatan selesai, baru tingkat Kabupaten dan Kota. Untuk Kabupaten/Kota rekapnya saat ini juga sedang berlangsung dan diberi batas hingga 6 Mei,” ujarnya Minggu (21/4).

Ia menambahkan, untuk DPRD Provinsi, DPR, DPD, dan presiden, bahwa waktu pleno hasil tersebut sampai saat ini belum bisa ditentukan. Ini dikarenakan masih menunggu dari jadwal rekapitulasi dari kabupaten dan kota.

“Plenonya belum bisa kita tentukan, tergantung jadwal rekap dari kabupaten kota, tetapi paling lambat 8 Mei,” katanya.

Izwaryani juga meminta semua pihak mengawal proses ini dengan sabar dan ikut semua proses dari tingkat paling kecil.

“Jangan sampai kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya ada data salah, kemudian tanpa terkoreksi,” tutupnya. Penetapan calon sendiri diperkirakan akhir Mei. (heu)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional