Menu

Kurangi Angka Pengangguran, Warga Sungai Sariak Dilatih Servis Motor

  Dibaca : 124 kali
Kurangi Angka Pengangguran, Warga Sungai Sariak Dilatih Servis Motor
PEMBUKAAN PELATIHAN— Suasana pembukaan pelatihan servis sepeda motor angkatan II di BLK Komunitas Ponpes Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pua Sungai Sariak. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan.

PDG.PARIAMAN, METRO
Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Pondok Pasantren Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pua Sungai Sariak Padangpariaman gelar latihan servis sepeda motor angkatan II kepada masyarakat agar memiliki keterampilan. Pembukan kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (17/10).

Ketua Panitia Pelatihan BLK Komunitas, Ahmad Damanhuri mengatakan, kegiatan ini adalah yang kedua kali dilaksanakan. Dimana untuk angkatan pertama pesertanya dari santri dan yang kedua ini pesertanya dari masyarakat sekitar pondok pesantren.

Ia menambahkan, untuk angkatan II ini diikuti 16 orang peserta yang berasal dari masyarakat yang berminat untuk mengikuti pelatihan servis sepeda motor di BLK komunitas. “Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan, untuk peserta akan ditanggung akomodasi dan uang saku selama kegiatan tersebut,” katanya.

Setelah mengikuti pelatihan ini terang Ahmad, bagi peserta yang telah mahir dalam melakukan servis sepeda motor, bisa langsung terjun ke perusahan atau pun buka bengkel sendiri. “Dengan kegiatan ini diharapkan juga bisa menekan angka pengangguran di masyarakat,” katanya.

Ia berharap kepada seluruh peserta bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Sebab banyak yang ingin ikut dalam kegiatan ini, namun pihaknya punya keterbasan dalam pelaksanaannya.

“Peserta yang ikut sekarang adalah yang beruntung, karena banyak yang ingin ikut tetapi tidak bisa. Untuk itu, ikutilah kegiatan ini sampai akhir dan semoga ilmunya bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, BLK Padang Syarif Hidayat mengatakan, BLK Komunitas ini didirikan bertujuan untuk melatih tenaga kerja di berbagai bidang agar memiliki skil di bidang tertentu. “Untuk di pesantren ini BLK-nya khusus untuk pelatihan servis sepeda motor, dan ditempat lain ada juga yang fukus menjahit, tata rias dan sebagainya,” tandasnya.

Ia mengatakan, BLK Komunitas ini didirikan atas dasar ketidaksanggupan BLK untuk menampung banyaknya tenaga kerja yang akan dilatih serta jangkauannya. Dengan adanya BLK Komunitas di daerah-daerah itu akan memudahkan untuk menjangkau tenaga kerja yang berada di kawasan tersebut.

“BLK komunitas ini awalnya diluncurkan tahun 2017 dengan total 75 di Indonesia, dan itu berlanjut setiap tahunnya. Pada 2019 lalu ada 1.000 BLK yang dibentuk di seluruh Indonesia. Begitu juga 2020 ditargetkan 2000 BLK, tetapi karena pandemi maka hanya direalisasikan 1000,” katanya.

Ahmad mengungkapkan, dengan adanya penambahan keterampilan yang dilaksanakan di BLK Komunitas ini, nanti bisa menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan siap pakai untuk perusahan ataupun membuka lapangan kerja sendiri.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Anggota DPRD Padangpariaman, Afredison yang juga alumni dari Pondok Pasantren Madrasatul ‘Ulum tersebut. Ia berharap keberadaan BLK ini bisa meningkatkan kemampuan masyarakat dan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran. “Kita berharap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan serius, sehingga ilmu yang didapatkan bisa diaplikasikan,” kata Afredison. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional