Close

Kurang Minat Beli, UMKM Terdampak secara Ekonomi Sejak Covid-19 di Ka­bu­pa­ten Lima Pu­luh Kota

STAND UMKM— Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo bersama istri di stand Limapuluhkota di Ciwalk Mall Bandung.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Pemerintah Ka­bu­pa­ten Lima Pu­luh Kota me­lalui Dinas Perdaga­ng­an,­Koperasi, U­sa­ha Kecil dan Me­ne­ngah terus mem­­ber­dayakan  Usa­­ha Mi­kro, Kecil dan Mene­ngah (U­M­KM) seba­gai u­pa­ya mem­pe­r­ce­pat pem­bangu­nan ekonomi dan me­ngu­rangi ang­ka pe­ng­angu­ran. Pa­me­ran me­­ru­pakan sa­lahsatu cara dan stra­tegi yang dig­u­nakan untuk me­nampilkan be­be­rapa produk dan dipa­sarkan kepada ma­syarakat u­mum.

“Pameran ini sa­laha­ satu cara­nya. UMKM memi­liki peran penting dalam pem­­­ba­ngu­nan eko­no­mi di da­e­rah. Kita peme­rintah daerah ber­kewajiban mem­berikan perhatian tum­­buh dan ber­kem­bang­­nya la­pangan usa­­­ha,” ungkap  Bupati Lima Puluh Kota Safa­ruddin Datuak Ban­daro Rajo usai meng­­­hadiri pameran pro­duk UMKM Kabupaten Lima Puluh Ko­ta di Ciwalk Mall Ban­dung, Minggu (26/9).

Dikatakan Safaruddin, pada masa pan­demi Co­vid-19, UMKM yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota cukup terdampak secara ekonomi karena ku­rang­nya minat beli dan akibat keterbata­san akti­vitas untuk pema­saran pro­­duk yang ada. “Tugas pe­me­rintah daerah untuk mengangkat kem­bali pro­duk-produk UMKM yang ada,” kata Safaruddin.

Di­tambahkannya, Pem­­­­kab Lima Puluh Kota da­lam dukungan modal usaha bagi UMKM telah melakukan MoU dengan Bank Nagari untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memberikan kemudahan kepada ma­sya­ra­kat da­lam mendapatkan pin­ja­man modal usaha se­kaligus solusi bagi ma­syarakat untuk tidak meminjam ke­­pada ren­­tenir.

“Sektor-sektor pro­­duktif yang ada di­tengah-tengah ma­­­­syarakat perlu dijaga dengan baik. Sumber modal u­saha dengan regulasi yang mudah hingga kepada ben­­tuk pemasaran pro­duk UMKM ma­sya­ra­kat,” tambah Safaruddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Per­da­gang­an, Kope­rasi, Usaha Kecil dan Menengah Ka­bupaten Lima Puluh Kota, Ayu Mitria Fadri me­nye­butkan, sektor-sektor produktif ko­perasi dan UMKM menjadi prioritas ker­ja pada saat ini. Pem­berdayaan dan pen­­damping­an secara berkesinambu­ngan se­hingga setiap UM­KM yang ada da­pat memanfaatkan peluang pa­sar stra­tegis dan berkelanjutan.

“Melalui dinas ki­ta a­kan terus berkontribusi untuk UMKM yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Lang­kah,­ upaya dan strategi agar UMKM mem­­berikan dampak baik kepada pe­reko­no­mi­an masya­ra­kat merupakan prioritas kerja kita,” tutup Ayu. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top