Menu

Kunker Komisi VII DPR RI, Dorong Percepatan Produksi Gas Sinamar

  Dibaca : 468 kali
Kunker Komisi VII DPR RI, Dorong Percepatan Produksi Gas Sinamar
TINJAU—Kunker Komisi VII DPR RI ke Sijunjung meninjau langsung lapangan gas Sinamar. Pihaknya mendorong agar produksi gas itu bisa berjalan untuk mendorong pembangunan daerah.

SIJUNJUNG, METRO
Komisi VII DPR RI harapkan percepatan produksi gas Lapangan Sinamar, Blok South West Bukit Barisan yang ada di Kabupaten Sijunjung yang dikelola PT. Rizki Bukit Barisan (PT RBB). Pengembangan produksi gas tersebut ditargetkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat menumbuhkan perekonomian daerah.

Hal tersebut, disampaikan ketika melakukan kunjungan kerja ke Sijunjung dan melihat langsung ke Lapangan Sinamar, PT. Rizki Bukit Barisan. Kunjungan Kerja DPR RI itu dipimpin Wakil Ketua Komisi VII, Eddy Soeparno dengan anggota tim Willy Yoseph dari Fraksi PDIP, Abdul Wahid dari Fraksi PKB, Rusda Mahmud dari Fraksi Demokrat dan Tifatul Sembiring dari Fraksi PKS.

Kami mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) untuk membeli gas dari Lapangan Sinamar yang dikelola Rizki Bukit Barisan ini, agar gas yang sudah ditemukan cadangannya ini dapat segera diproduksi. Jika PLN kelebihan daya, itu bukan alasan untuk tidak menyerap gas dari Lapangan Sinamar karena pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dan konsumsi listrik juga terus meningkat, ujar Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Wahid dari Fraksi PKB saat pendalaman materi.

Tifatul Sembiring menambahkan bahwa, jika memang ada kelebihan pasokan listrik, maka  PLN dapat mengirimkan kelebihan pasokan tersebut ke wilayah Riau atau Jambi karena saat ini infrastruktur interkoneksi sudah terbangun.Ketua Tim Kunjungan Kerja Eddy Soeparno menegaskan, percepatan pengembangan Lapangan Sinamar sangat penting dalam rangka meningkatkan penggunaan energy bersih.

Pihak PT. RBB menjelaskan, Lapangan Sinamar, Blok South West Bukit Barisan memiliki cadangan sebesar 245 BSFC (billion standar cubic feet) dengan potensi produksi sebesar 35 MMSCFD (million standard cubic feet per day) dan 800 barel kondensat per hari dengan target awal produksi mulai tahun 2023.

Pada tahap awal ditargetkan produksi sebesar 2.5 MMSCFD tahun 2023 dimana gas yang akan diproduksikan akan digunakan untuk pembangkit listrik ke PLN dan akan digunakan untuk mengaliri listrik di daerah Kabupaten Sijunjung, ujarnya.

Selain untuk pembangkit listrik ke PLN sebesar 2.5 MMSCFD, masih ada rencana produksi sebesar 32.5 MMSCFD yang akan dialokasikan untuk Sumber Aneka Gas yang rencananya akan digunakan untuk kilang mini LNG atau pabrik Methanol.

Sementara itu, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin berharap gas dari Lapangan Sinamar dapat segera diproduksikan sehingga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat termasuk peluang terbukanya lapangan kerja baru.

“Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat hanya Sijunjung yang sudah terbukti memiliki potensi cadangan minyak dan gas bumi, karena itu diharapkan di masa mendatang sumber daya minyak dan gas bumi bisa menjadi salah satu sumber pendapatan perekonomian masyarakat dan daerah,” harapnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional