Menu

Kunjungi Padang, WNA Asal Irlandia Positif Covid-19

  Dibaca : 316 kali
Kunjungi Padang, WNA Asal Irlandia Positif Covid-19
ILustrasi

PADANG, METRO
Seorang warga negara asing (WNA) asal Dublin, Irlandia yang berkunjung ke Kota Padang sejak tanggal 22 April lalu, dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Mirisnya, WNA itu diketahui sudah beberapa kali berpindah-pindah hotel dan mengunjungi sejumlah lokasi di Sumbar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit membenarkan adanya seorang WNA yang berada di Sumbar yang terkonfirmasi positif Covid-19. WNA tersebut berinisial CMC berumur 41 tahun. Dia masuk Sumatera Barat melalui Medan, Sumatera Utara.

“Kita heran juga, bagaimana dia bisa masuk. Diketahui dia masuk ke sini 22 April. Memang, 22 April itu kita belum PSBB, tapi sudah melakukan pembatasan selektif. Baru mengarah akan PSBB,” kata Nasrul dalam jumpa pers online bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, Minggu malam (31/5).

Dijelaskan Narul Abit, dari hasil pelacakan, CMC sudah mengunjungi beberapa lokasi dan berpindah-pindah hotel untuk menginap. Saat ini WNA tersebut sudah dijemput petugas dan dibawa ke Semen Padang Hospital (SPH) untuk menjalani isolasi dan karantina.

“Sudah dijemput dan dikarantina di Semen Padang Hospital. Kalau ada yang merasa kontak dengan yang bersangkutan bisa segera memeriksakan diri, karena WNA ini sudah berpindah-pindah hotel dan mengunjungi beberapa lokasi,” jelas Nasrul Abit.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, WNA itu diduga terpapar dari riwayat perjalanan. Pria 41 tahun itu bekerja di sektor swasta. Namun, kegiatan WNA di Sumbar belum dirinci petugas. WNA asal Irlandia tersebut merupakan satu dari 15 orang yang terkonfirmasi positif covid-19 di Sumbar.

“Bagi yang merasakan kontak dengan WNA ini agar segera memeriksakan diri. Total yang telah dinyatakan terinfeksi positif berjumlah 567 orang. Hari Minggu (31/5) bertambah 15 orang, termasuk WNA itu,” katanya Nasrul.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, saat ini WNA tersebut tengah menjalani isolasi mandiri. Warga Irlandia tersebut seorang pria berumur 41 tahun. Ia diduga terpapar dari riwayat perjalanan. Ia ke Kota Padang, Sumatera Barat pada tanggal 22 April 2020, dari Kota Medan.

“Ironisnya, selama tinggal di Kota Padang, WNA asal Irlandia tersebut sempat berpindah-pindah hotel. Ada 4 hotel. Hotel-hotel tersebut akan disemprot dan seluruh karyawan hotel tersebut akan di-swab,” jelas Jasman.

Dikatakan Jasman, WNA asal Irlandia tersebut dengan kesadaran sendiri datang ke SPH minta. ”Karena sudah demam, justru dia datang sendiri ke SPH minta dirawat,” ungkap Jasman.

Sementara itu, menurut keterangan Direktur Utama Semen Padang Hospital (SPH), Farhaan Abdullah menceritakan, awal WN Irlandia tersebut bisa sampai ke Padang. Pada tanggal 18 April sampai di Medan dari Kamboja, Sumatera Utara hingga 23 April, kemudian bergerak ke Padang. Menurutnya, ia melakukan perjalanan seorang diri, kemudian sampai di Padang tanggal 23 April menggunakan pesawat terbang.

Farhaan menambahkan, sampai di Padang, yang bersangkutan menginap di salah satu homestay dan berpindah ke beberapa homestay di kawasan pantai Bungus Teluk Kabung, Padang sampai 7 Mei.

Farhaan melanjutkan, kemudian pindah kembali ke kawasan kota menginap dan berpindah.

“Dari pengakuannya, ia mengalami gejala flu dengan keluhan hidung tersumbat. Keluhan itu, sudah dirasakan sejak tiga minggu yang lalu setelah pasien menyelam dan diobati secara mandiri,” terang Farhaan.

Keesokan harinya, gejala bertambah dengan memiliki rasa tidak enak di dada, rasa agak sulit untuk menarik napas, namun keluhan sudah berkurang saat ini.

“Akhirnya dilakukan pemeriksaan swab pada tanggal 30 Mei dengan tujuan sebagai syarat untuk balik ke negaranya. Pada tanggal 31 Mei pasien diberitahu hasil swab positif, lalu ia dibawa ke SPH, dilakukan pemeriksaan lab darah dan X-ray thorax, dan dirawat diisolasi SPH,” ujarnya.

Menurutnya, ia terpapar di Padang, sekarang dilakukan penanganan medis dengan baik. Ia merupakan pasien positif yang mengalami gejala klinis ringan batuk pilek. Ia akan dirawat sampai negatif dengan dua kali tes swab nantinya.

“Perawatannya tidak dipungut biaya, ia tidak boleh pulang sampai negatif, kecuali negaranya menjemput,” tutur Farhaan.(rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional