Menu

Kunjungi Jorong Lima Partamuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Gubernur Naik Sampan Selama 3 Jam

  Dibaca : 105 kali
Kunjungi Jorong Lima Partamuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Gubernur Naik Sampan Selama 3 Jam
NAIK SAMPAN— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama rombongan naik sampan menuju Jorong Lima Partamuan Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Marpat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Rabu (21/7).

PASAMAN, METRO–Kunjungan kerja (Kun­ker) Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah bersama rom­bongan Pemprov Sumbar disambut antusias warga Jorong Lima Partamuan Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Marpat Tung­gul Selatan, Kabupaten Pasaman, Rabu (21/7).

Untuk menuju jorong tersebut, Mahyeldi dan rombongan naik sampan lebih dari tiga jam di sungai. Sampan yang membawa orang nomor satu di Sum­bar itu melawan arus dari muaro menuju Jorong Li­ma Partamuan Nagari Mu­aro Sungai Lolo. Airnya cukup deras tapi dangkal, membuat kapal turun naik beberapa kali untuk sam­pai ke tujuan.

­Suasana alam yang ma­sih terjaga keasriannya dengan suasana airnya yang jernih dan me­nyeju­kan. Derasnya gemercik air memberikan suatu kein­dahan alam yang tiada taranya. “Pentingnya bagi setiap kita untuk menjaga keasrian lingkungan alam se­bagai rasa syukur kita a­kan rahmat Nya,” ungkap Mah­yeldi di sela-sela kun­ker.

Mahyeldi juga menga­takan, kunjungan kerja ini bagian upaya mende­kat­kan pelayanan pemeri­n­tahan dalam upaya me­ningkatkan pembangunan daerah. Terutama terha­dap daerah yang selama ini masih terisolir jauh dari kemajuan pembangunan.

“Dari data yang ada Jorong Lima Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo memiliki potensi besar menghasilkan komoditi gambir, minyak serei wa­ngi, minyak asiri, karet. Ada 175 kepala keluarga (KK) di perkampungan tersebut,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menabahkan, dilihat dari kondisinya in­fra­struktur jalannya, men­jadi kendala pertama da­lam meningkatkan kema­juan potensi daerah. Belum lagi persoalan infrastruktur pelayanan dasar.

“Kunjungan kerja ini bahagian dari upaya me­nge­tahui kesulitan masya­rakat di daerah terisolir dan melihat dari dekat po­tensi daerah untuk menen­tukan hal-hal penting da­lam menetapkan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Ramlan, seorang wa­r­ga Jorong Lima Partamuan mengatakan, jika kondisi air dalam biasa trans­por­tasi lewat sanpan hanya akan memakan waktu satu jam lebih cepat, daripada lewat darat dengan motor­cross yang bisa mencapai 2 jam. Karena dari Muara Sungai Lolo menuju Jorong Lima Partamuan jaraknya 28 km, dengan medan ha­rus turun naik bukit yang terjal.

“Saat ini kondisi Sungai Lolo agak sedikit kurang airnya. Karena beberapa hari ini kondisi tidak hujan. Wajar saja lewat kapal yang di muat 4-5 orang penumpang turun naik. Karena sampan kandas di antara batu sungai. Bisa jika air dalam sampan bisa membawa penumpang 10 orang,” katanya.

Ramlan juga menga­takan, Jorong Lima Par­tamuan memiliki tiga suku secara garis besar. Yakni, suku pilang, suku patapang dan suku melayu. Namun suku piliang juga terbagi tiga dalam kaumnya de­ngan masing-masing datuk penghulu.

“Jorong Lima Part­a­muan ini salah satu jorong yang ada di Nagari Muaro Sungai Lolo. Jorong Par­tamuan ini disebut Parta­muan karena tempat ber­temunya dua sungai yang menyatukan Sungai Lolo,” pungkasnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional