Close

Kuliah Umum di Unand, KASAD:  Mahasiswa harus Jadi Agen Perubahan

KULIAH UMUM—Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachaman saat mengisi kuliah umum di Universitas Andalas, Selasa (9/3) dengan tema Ketahanan Nasional.

PADANG, METRO–Bangsa yang besar bisa terpecah belah karena adanya konflik antar ras, suku dan golongan, seperti konflik yang terjadi di Negara Timur Tengah dan Uni Soviet. Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau pun juga rentan terpecah belah akibat konflik tersebut, karena berita bohong yang banyak berseliweran. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachaman saat mengisi kuliah umum di Universitas Andalas, Selasa (9/3) dengan tema Ketahanan Nasional. Ikut men­dampingi Pangdam I/Bu­kit Barisan Mayjen TNI Ach­mad Daniel Chardin dan Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Purmanto.

Jenderal Dudung Abdurrachman dalam kuliahnya memaparkan, Pande­mi Covid 19 mengubah ma­syarakat berinteraksi satu sama lain kepada semua golongan, dengan menggunakan sarana teknologi komunikasi. Dampaknya tentu pada hal positif dan negatif. “Pengguna internet Indonesia saat ini 196,7 juta. 145,6 juta diantara generasi Z yang merupakan generasi muda. Dampak negatifnya tentu banyaknya berita bohong yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan kelompok tertentu,” terang Dudung

Era post truth saat ini kata Dudung sedang terjadi. Artinya kebohongan yang dilakukan secara terus menerus oleh kelompok ini menjadi kebenaran, yang membuat memecah be­lah persatuan dan kesatuan yang mengakibatkan konflik ras maupun sara. “Konflik antar suku, agama dan golongan sangat rentan terjadi saat ini di Indonesia. Indonesia peringkat 79 dari 199 negara rentan konflik. Negara timur konflik karena hal ini. Uni Soviet pun pecah juga karena hal ini. Apalagi Indonesia dengan 17.000 pulau dengan berbagai suku, agama, golongan juga rentan pecah,” ungkapnya.

Beruntung Indonesia, kata Dudung punya Pancasila. Karena Pancasila digali dari berbagai macam suku yang berbeda, agama yang berbeda. Pancasila dibangun karena kerelaan dari pen­da­hulu untuk kepentingan bangsa dan ne­gara. “Ancaman yang diha­dapi saat ini lebih komplek karena menyang­kut persatuan dan kesatuan. Se­perti diikutip dari kata Presi­den Soekarno, perjuangan penerus lebih sulit karena menghadapi bangsa sen­diri,” jelasnya.

Peran generasi kedepan sebut Dudung sangat perlu. Generasi muda ha­rus waspada agar konflik komunalistik tidak terjadi. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan, penerus bangsa, pengontrol sosial dan penjaga nilai Pancasila. “Jangan sampai budaya luar mempengaruhi generasi muda Indonesia. Ge­nerasi muda harus menjadi garda terdepan menjaga nilai Pancasila. Keutuhan bangsa tergantung saat ini dari generasi muda saat ini dalam menjaga Pan­casila,” tegasnya

Sementara Rektor Unand Prof Yuliandri mengucapkan selamat datang kepada KASAD Dudung Abdulrahman atas kesediaan waktu bersedia mengisi kuliah umum di Universitas Andalas. Pihaknya sengaja mengundang KA­SAD­ untuk kuliah umum dengan tema ketahanan nasional, dalam upaya mem­berikan pencerahan dan nilai kebangsaan kepada mahasiswa.

“Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pa­da hakekatnya mahasiswa memperoleh pengalaman belajar diluar kampus. Kuliah Umum merupakan rangkaian MBKM. Sesuai tema kuliah umum dengan Pak KASAD, merupakan pembekalan kepada mahasis­wa agar mempunyai wawasan kebangsaan yang kokoh, apalagi menghadapi era digitalisasi saat ini,” katanya

Sebelumnya Pangdam 1 Bukut Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin dan Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Purmanto be­serta Forkompinda Sum­­­bar menyambut Ke­da­ta­ngan Jenderal Dudung Abdurrachman yang di­dam­pingi Ketua Umum Per­sit KCK, Ny. Rahma Dudung Abdurachman di Bandara Internasional Minang­kabau   ( BIM) Pukul 08:00 WIB untuk melaksanakan beberapa agenda kunjungan kerja diantaranya me­ngunjungi museum Adi­tya­warman dan menijau vak­sinasi massal Gotong- Royong di Gedung HTT, Kelurahan Pondok, Kecamatan Padang Barat. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top