Menu

Kuliah Sekolah Keluarga Dibagi Perkecamatan di Bukittinggi

  Dibaca : 74 kali
Kuliah Sekolah Keluarga Dibagi Perkecamatan di Bukittinggi
KULIAH UMUM— Wali Kota Bukittinggi Erman Safar memberikan kuliah umum Sekolah Keluarga yang beberapa waktu lalu dibagi per kecamatan.

BUKITTINGGI, METRO–Program Sekolah Ke­luar­ga (SK) yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bukittinggi, terus dilaksanakan secara bertahap, pasca vakum beberapa bulan terakhir.  Sejak beberapa hari terakhir peserta sekolah keluarga diberi kuliah umum secara bertahap per kecamatan.

Program Sekolah Keluarga yang dilaksanakan DP3APPKB Bukittinggi, te­rus dilaksanakan secara bertahap, pasca vakum beberapa bulan terakhir. Sejak beberapa hari terakhir peserta sekolah keluarga diberi kuliah umum secara bertahap per kecamatan.

Kepala Dinas P3APPKB Bukittinggi Tati Yasmarni menjelaskan, Sekolah Keluarga telah berjalan pada tahun ketiga. Dari 16 kali pertemuan, 4 kali merupakan kuliah umum dan 12 kali merupakan pertemuan tatap muka bertahap.

“Kuliah umum di era pandemi ini dilaksanakan secara bertahap per kecamatan. Diawali dengan warga di Kecamatan Guguakpanjang pada Senin lalu, kemudian warga di kecamatan MKS pada hari Selasa dan hari ini kuliah umum untuk warga kecamatan ABTB,” ujar Tati Yasmarni, Rabu (1/9).

Peserta sekolah kelurarga angkatan III tahun 2021 ini, berjumlah 720 o­rang. Di mana setiap kelurahan diberi kesempatan untuk mengurus 30 peserta. Sehingga peserta di Kecamatan MKS berjumlah 270 orang dari 9 kelurahan, kecamatan Guguak Panjang berjumlah 210 orang dari 7 kelurahan dan kecamatan ABTB berjumlah 240 orang dari 8 kelurahan.

“Sekolah keluarga ini bertujuan untuk mening­katkan indeks pembangunan keluarga, yang diukur dari tiga dimensi, ketentraman dengan empat indikator, kemandirian de­ngan 5 indikator dan kebahagiaan dengan 2 indikator. Target kita, seluruh keluarga dapat mengikuti sekolah keluarga, karena materi yang diberikan sangat kekinian dan memang dibutuhkan untuk keluarga,” jelas Tati.

Untuk kuliah umum, Rabu (1/9) ini diawali de­ngan sosialisasi pencegahan Covid-19 denga narasumber dr Vera Maya Sari.  Dalam paparannya Plt Di­rektur RSUD Bukittinggi ini menjelaskan, bagaiman upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam menekan penyebaran Co­vid-19. Kemudian juga di­sampaikan materi tentang keamanan dan pentingnya vaksin.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar dalam kuliah umumnya, juga memberikan motivasi kepada ma­syarakat untuk tetap semangat dalam memba­ngun keluarga sejahtera di era pandemi Covid-19. Dam­pak pandemi tentu saja berpengaruh pada ekonomi dan stabilitas kehidupan.

“Untuk itu, butuh pemahaman warga, agar tidak larut dalam pandemi. Ja­ngan sampai rusak keluarga dengan pandemi. Se­kolah keluarga ini, juga akan mengajarkan bagai­mana ketahanan keluarga, keharmonisan tetap terjaga dan menjadi landasan untuk tetap berusaha da­lam memenuhi kebutuhan. Intinya landasi hidup de­ngan Adat Basandi Syara-Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” ujar Erman.

Sekolah Keluarga juga akan dilanjutkan dengan sistem daring. Dimana, setiap peserta akan diberikan materi oleh perguruan tinggi kesehatan secara online. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional