Menu

Kucing Kuwuk Mengamuk, Ternak Ayam Dimangsa  di Kabupaten Pasaman

  Dibaca : 83 kali
Kucing Kuwuk Mengamuk, Ternak Ayam Dimangsa  di Kabupaten Pasaman
Kucing Kuwuk

PASAMAN, METRO–Seekor satwa dilindungi jenis kucing kuwuk, telah memakan ternak ayam milik warga bernama Feri dan akhirnya dievakuasi serta dilepas liarkan kem­bali oleh Resor KSDA Pasa­man ke kawasan alam hu­tan Malampah Alahan Pan­jang, Kabupaten Pasaman.

”Benar, BKSDA Sumbar melalui Resor KSDA Pasa­man telah dilepas liarkan kucing kuwuk ke dalam kawasan hutan suaka mar­gasatwa Malampah Ala­han Panjang, pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (10/7) siang,” kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Ade Putra.

Sebelumnya kucing ku­wuk itu telah memakan ternak ayam milik Feri warga Sundata, Keca­ma­tan Lubuk Sikaping, Kabu­paten Pasaman, kucing kuwuk itu tertangkap di dalam kandang ayam milik Feri, Feri melaporkan pe­ris­tiwa tersebut ke petugas BKSDA Sumbar.

Ia menjelaskan selan­jut­nya satwa tersebut di­evakuasi ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah I di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman untuk diob­ser­vasi. Hasil observasi satwa diketahui berkelamin jan­tan dan berusia sekitar 4-5 tahun, tidak terdapat luka atau cacat sehingga layak untuk dilepas liarkan kem­bali ke alam.

Kucing kuwuk (Prionai­lurus bengalensis) adalah kucing liar kecil Asia Se­latan dan Timur. Sejak ta­hun 2002, ia terdaftar da­lam spesies Risiko Rendah oleh IUCN sebab ia terdis­tribusi secara luas, tetapi terancam oleh hilangnya habitat dan perburuan di beberapa bagian perse­baran.

Subspesies kucing ku­wuk ada 12, yang berbeda secara luas dalam penam­pilan.

Ia menyebutkan kucing kuwuk berukuran seperti kucing domestik, tetapi ia lebih ramping dengan kaki panjang dan selaput yang jelas antara jari kaki. Ke­pala kecil mereka ditandai dengan dua garis-garis gelap menonjol, dan mon­cong putih yang pendek dan sempit mereka.

Kucing ini merupakan predator utama bagi hama tikus, kodok dan hewan kecil lainnya, sehingga keberadaannya penting dilestarikan.

Kucing itu juga memiliki nama lokal harimau buluh, kucing buluh, kucing lalang dan lainnya.

”Di Indonesia, jenis kucing ini dilindungi ber­dasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAHE dan peraturan Menteri LHK nomor P.106 tahun 2018,” katanya. (mir)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional