Menu

Kualitas Produk Unggulan Pertanian Provinsi Sumatera Barat Belum Standar Ekspor

  Dibaca : 66 kali
Kualitas Produk Unggulan Pertanian Provinsi Sumatera Barat Belum Standar Ekspor
DIALOG— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, saat bersilaturahmi dengan Adrian Akhza pemilik Perusahaan PT CASSIA COOP, Kamis (29/7).

PADANG, METRO–Upaya untuk mening­katkan ekspor produk unggulan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), harus dimulai dari peningkatan kualitas hasil pertanian di ting­kat petani. “Kita punya banyak produk unggulan. Terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional. Tetapi persoalannya, kualitas produk belum memadai. Ini harus menjadi perhatian ke de­pan,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat bersilaturahmi de­ngan Adrian Akhza pemi­lik Perusahaan PT CASSIA COOP, Kamis (29/7).

Untuk meningkatkan kualitas produk pertanian, pemerintah perlu menurunkan penyuluh ke tingkat petani. Terutama untuk memberikan transfer ilmu, agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Terkait kualitas, juga perlu adanya lembaga sertifikasi yang bisa mengeluarkan sertifikat, untuk memastikan kualitas produk telah sesuai dengan permintaan pasar internasio­nal.

Selain kualitas juga di­bu­tuhkan kuantitas atau volume produksi. Sehingga, bisa memenuhi permintaan pasar. Meskipun dengan jumlah yang cukup besar.

Saat ini produk-produk unggulan di Sumbar seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera, bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai. Sehingga secara vo­lume masih terbatas. “Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan, agar bisa memenuhi permintaan pa­sar,” katanya.

Setelah kualitas dan volume juga penting untuk menjamin keberlangsu­ngan. Artinya, tidak hanya untuk satu dua kali ekspor saja. Kemudian habis tetapi harus ada keberlanjutan. “Karena prosesnya memang panjang, maka perlu ditentukan peran dari masing-masing. Baik pemerintah pengusaha atau eksportir maupun petani agar benar-benar bisa masuk ke pasar internasional,” ujar­nya.

Eksportir asal Sumbar, Adrian Akhza pemilik Perusahaan PT CASSIA CO­OP telah sukses me­ngem­bang­­kan pabrik kulit manis dengan kualitas ekspor. Komoditinya bahkan me­rambah pasar E­ro­pa dan Amerika Se­rikat.

Adrian mengatakan, Sumbar memiliki semua syarat untuk mengembangkan pasar ekspor. “Sum­bar punya lahan yang subur, petani yang tangguh. Bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri. Tinggal mau melakukan atau tidak,” katanya. Pengalamannya di dunia ekspor produk kayu manis dan nilam, kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam perdaga­ngan internasional. Ada standar yang harus diikuti agar produk bisa dilirik oleh pembeli. “Saat ini kualitas produk rempah yang dihasilkan petani sebagian belum bisa mencapai standar tersebut. Karena itu memang perlu intervensi dari pemerintah untuk me­wujudkannya,” katanya.

Intervensi dilakukan melalui penyuluh dari pemerintah, akademisi dan Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand), untuk mendukung standarisasi produk. Ikut hadir dalam pertemuan itu Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani, Kepala Biro Perekonomian dan Pimpinan Bidang Perdagangan dan Perindustrian, Kehutanan, Pertanian Sumbar dan beberapa kepala dinas dari Kota Pa­dang.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional