Menu

Kritik Kepala BPOM, Saleh: Punya Orang Dipermudah, Milik Anak Bangsa Dipersulit

  Dibaca : 71 kali
Kritik Kepala BPOM, Saleh: Punya Orang Dipermudah, Milik Anak Bangsa Dipersulit
KARTA, METRO Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay .

JAKARTA, METRO–Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menagih janji Kepala BPOM Penny Lukito tentang izin edar Vaksin Merah Putih. Menurut Saleh, Penny Lukito pernah berjanji bahwa emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan daru­rat vaksin karya anak bangsa itu keluar pada akhir 2021.

“Cuma sekarang dari bau-baunya tidak ada. Dari penjelasan ibu, masih ada uji klinis,” kata Saleh Partaonan Daulay saat rapat kerja Komisi IX DPR dengan BPOM di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/8).

Saleh heran EUA untuk Vaksin Merah Putih sulit keluar dari BPOM. Di sisi lain, vaksin impor yang dipakai menanggulangi pandemi Covid-19 mudah turun. “Punya orang lain dipermudah, punya kita sendiri dipersulit. Makanya, Vaksin Merah Putih enggak lahir-lahir,” tutur Saleh.

Menurut dia, pengadaan vaksin demi menanggulangi pan­demi Covid-19 masih berbasis im­por. Saleh bahkan mendengar ang­garan pengadaan vaksin im­por Rp 70 triliun selama setahun.

“Jika pandemi berlanjut dan kita impor vaksin ini, maka keta­hanan kita sebagai bangsa dari sisi pembiayaan akan tidak mengun­tungkan,” ungkap dia.

Ketua Fraksi PAN di DPR itu menyebut Indonesia perlu man­diri membuat vaksin. Dukungan terhadap pembuatan Vaksin Me­rah Putih dan Nusantara yang merupakan karya anak bangsa perlu ditunjukkan. Toh, kata Saleh, vaksin buatan anak bangsa sudah diakui negara asing. Misalnya, Pemerintah Turki menurut be­berapa media berencana mem­beli vaksin Nusantara.

“Vaksin itu katanya mau dipe­san Turki sebanyak 5,9 juta dosis,” tutur wakil ketua Mahkamah Ke­ho­rmatan DPR RI itu. (ast/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional