Menu

Kreativitas PDD Politeknik Lampung Diapresiasi Bupati Mentawai

  Dibaca : 62 kali
Kreativitas PDD Politeknik Lampung Diapresiasi Bupati Mentawai
KUNJUNGI KAMPUS—Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dan jajarannya mengunjungi kampus di Tuapejat.

MENTAWAI, METRO–Bupati Mentawai, Yu­das Sabaggalet bersama Wakil Bupati Kortanius di Ketua PDD AKN Mentawai Seminar Siritoitet. Pada kesempatan itu turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dis­dik­bud), A Oreste Sakeroe, Kepala Badan Kepega­waian Pengembangan Sum­ber Daya Manusia, Sermon Sakerebau, Sekretaris Dis­dikbud, Motisokhi Hura dan Kasubag Tata Usaha, Janti Saleleu Baja, Ketua Prodi Budidaya Perikanan, Hen­drik L Raja dan Kepala Prodi Teknologi Pangan, Dewi Sartika Saragih, kun­jungi Akademi Komunitas Negeri (AKN) Tuapejat, Sipora Utara, Mentawai

Sebagai bentuk ap­re­siasi dari kreatifitas sejum­lah Mahasiswa Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Lampung Rintisan Akademi Komu­nitas Negeri (AKN) Men­tawai, Bupati beserta rom­bongan cicipi hasil Prari­kum Mahasiswa. Maha­siswa itu berasal dari Program Studi (Prodi) Tek­nologi Pangan angkatan VI. Bupati beserta rom­bongan mencicipi sekal­i­gus membeli hasil olahan pangan Mahasiswa ter­sebut.

“Kita mencicipi olahan mahasiswa, dimana olahan tersebut sangat baik untuk menambah ketahanan tu­buh di masa pandemi CO­VID-19 ini sangat cocok,” ungkap Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet. kema­rin.

 Ia menambahkan, ha­sil olahan tersebut meru­pakan inisiatif dan kretifitas Mahasiswa dalam me­ngem­bangkan produk lokal se­perti Kunyit. Tentunya pro­ses secara ilmiah itu tidak lepas dari pengawasan Dosen pengampu mata kuliah.

Maka melalui itu Bupati Mentawai berharap Maha­siswa dapat mengem­bang­kan potensi-potensi be­rada di Mentawai agar memiliki nilai jual. Hal itu dilakukan guna untuk m­e­nambah nilai ekonomi di lingkungan Masyarakat Mentawai. Khusunya Ma­ha­siswa itu sendiri.

Yudas Sabaggalet juga berharap dengan keha­diran kampus PDD AKN Mentawai dapat men­cipta­kan Sumber Daya Manusia (SDM) berkompeten dalam dunia usaha. Apalagi saat ini PDD AKN Mentawai te­rus berjuang dalam pe­ngem­bangan kampus men­jadi Politeknik Negeri Men­tawai.

“Dengan menciptakan produk ini, mudah-mu­da­han mahasiswa dapat mem­buat produk penangkal pe­nyeberan viru korona sesui bidangnya,” tambahnya.

 Selanjutnya dikatakan, Mahasiswa merupakan ci­kal bakal dalam pengem­bangan tradisi pengolahan obat-obat tradisional nan­tinya. “Pengobatan sikrei itu suatu pengobatan yang belum tereksploitasi se­cara maksimal, maka untuk mempertahankan estensi orang Mentawai, nanti kita padukan dengan konsep-konsep moderen,” imbuh­nya.

Dengan Ilmu Teknologi Pangan itu, dulu kunyit hanya digunakan sebagai bahan masakan sekarang sudah bisa diolah menjadi berbagai produk. Bahkan untuk produk-produk baru kedepan.

 Di tempat yang sama Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake me­ngatakan, sesui visi dan misi kampus mesti berino­vasi menciptakan karya-karya lain untuk menjadi bahan pangan masya­ra­kat. “Sekarang pengolah bahan pengen telah me­miliki berbagai macam merek, misalkan saja keru­puk memiliki berbagai ma­cam merek, baik itu ba­hannya dari kentang, kela­di dan ubi,” tambahnya.

Maka dengan adanya Akademi Komunitas Men­tawai lanjut Korta, pangan lokal diolah secara tek­nologi inovasi siap saji. Apalagi pengolahan pa­ngan telah dikaji secara kesehatan. “Jadi dengan ilmu ini bahan kunyit tidak terbatas kegunaannya,” terang Wakil Bupati itu. Ia berharap produk Maha­siswa memiliki label ke­ma­san sehingga mampu me­nem­bus pasaran di dalam daerah maupun diluar da­erah kepulauan Mentawai.

 Sementara itu, Ketua PDD AKN Mentawai Seminar Siritoitet mengu­paya­kan kedepan adanya label khusus bagi kampus. “Saat ini label produk jamu bu­atan mahasiswa ini baru dibikin sendiri, namun nan­ti kalau di pasarkan ke luar kita urus di dinas kope­rindag, tentunya itu be­r­tahap dulu,” katanya.

 Meski demikian Ketua PPD AKN Mentawai ber­harap produk itu dapat dipasarkan secapat mung­kin. Selain itu Bupati dan rombongan juga mengun­jungi tempat pembibitan ikan nila dan lele. Dimana tempat itu sering digu­nakan Mahasiswa Prodi Budidaya Perikanan pra­tikum. (rul)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional