Menu

KPU Minta Kasus KPPS Meninggal tak Dipolitisasi

  Dibaca : 78 kali
KPU Minta Kasus KPPS Meninggal tak Dipolitisasi
KPU— Komisioner KPU Wahyu Setiawan, KPU RI berharap, meninggalnya ratusan petugas KPPS selama Pemilu 2019 tidak dipolitisasi. (int)

JAKARTA, METRO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tidak bersikap tegas atas wacana pembentukan tim pencari fakta untuk mengungkap alasan dibalik ratusan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) meninggal selama Pemilu 2019.

KPU hanya berharap, meninggalnya ratusan petugas KPPS tidak dipolitisasi. “Kami meminta, jangan pula gugurnya kawan-kawan kami dipolitisir sedemikian rupa, sehingga menjadi komoditas politik,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantornya, Jakarta, Rabu (15/5).

Menurut Wahyu, wacana pembentukan tim pencari fakta harus memperhatikan perasaan ahli waris para petugas KPPS yang meninggal. Para ahli waris petugas harus diajak komunikasi, sebelum tim terbentuk. “Kalau niatnya baik, ya, ditempuh jalur hukum itu. Dan kami minta agar tidak dijadikan komoditas politik,” ucap dia.

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tidak sepakat dengan wacana pembentukan tim pencari fakta. Bawaslu beranggapan, sudah terdapat lembaga yang menginvestigasi penyebab petugas KPPS meninggal dunia.

”Ya, kan sudah ada yang mengurus itu, biar lembaga-lembaga terkait kan ada Depkes,” kata Anggota Bawaslu Mochammad Afifudin di Jakarta, Rabu ini.

Afifuddin mengaku Bawaslu telah mengindentifikasi awal penyebab petugas KPPS meninggal dunia selama Pemilu 2019. Dari identifikasi awal itu, penyebab ratusan petugas KPPS meninggal, karena faktor kelelahan.

”Ada yang memang kelelahan didukung oleh sakit yang juga ada. Ada juga psikologinya, tekanan. Jadi, sebenarnya penyebabnya macam-macam,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menolak usulan pembentukan tim pencari fakta yang bertujuan menginvestigasi penyebab ratusan petugas KPPS meninggal dunia.

“Apa itu pencari fakta, enggak perlu pencari fakta,” ucap Moeldoko di Jakarta, Selasa (14/5). (mg10/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional