Menu

KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai, Sayang, Paslon Nomor Urut 2 Tak Hadir

  Dibaca : 109 kali
KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai, Sayang, Paslon Nomor Urut 2 Tak Hadir
DEKLARASI KAMPANYE DAMAI— KPU Bukittinggi menggelar deklarasi Kampanye Damai, namun dalam kesempatan tersebut salah satu paslon kepala daerah tidak hadir.

BUKITTINGGI, METRO
KPU Kota Bukittinggi menggelar deklarasi serta penandatanganan pakta integritas kampanye damai yang dilaksanakan di Grand Royal Denai, Rabu (14/10). Deklarasi ini diikuti pasangan (Paslon) calon wako dan wawako Bukittinggi, disaksikan Forkopimda Bukittinggi.

Namun, disayangkan salah satu Paslon Cawako dan Cawawako tidak hadir pada moment deklarasi kampanye damai tersebut. Paslon yang tidak hadir tersebut diketahui Paslon nomor urut dua.

Ketua KPU Bukittinggi Heldo Aura menjelaskan, deklarasi kampanye damai ini, dilaksanakan sebagai bentuk kesepakatan dari seluruh pasangan calon dan tim untuk melaksanakan kampanye secara damai.

“Kampanye damai yang dimaksud, tidak mengeluarkan ujaran kebencian, tidak black campaign dan bentuk kampanye yang menimbulkan perpecahan lainnya,” ujar Heldo.

Namun, pihak KPU menyayangkan, dalam deklarasi itu, paslon nomor urut dua tidak dapat hadir. Hal ini tentu menjadi tanda tanya bagi beberapa pihak. Memang Paslon nomor dua tidak hadir, tapi timnya ada. Undangan sudah disampaikan. Tapi tidak hadir, itu hak dari paslon.

“Namun, secara etika dalam proses pilkada, tentu ada etika yang tidak pantas, karena kita menandatangani pakta integritas, paslon tentunya harus hadir, karena paslon membuat pernyataan kampanye damai dan penerapan protokol covid-19. Ini tentu akan kita tindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada yang bersangkutan,” jelas Heldo.

Ketua KPU Bukittinggi mengaku, tim paslon nomor dua, menyampaikan ke KPU bahwa paslonnya tidak berada di tempat dan satu orang lagi sedang dalam kondisi kurang sehat.

Sementara itu, Ibnu Asis, salah satu tim dari paslon dua, saat dihubungi menginformasikan, bahwa paslon nomor dua memang tidak dapat hadir dalam deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan KPU itu.

“Pak Haji Erman Safar kami informasikan sedang ada sosialisasi yang sudah terjadwal di Stasiun, jadwal nya sudah disusun dan masuk dalam STTP. Sedangkan Buya Marfendi sedang sakit dan dari tim dokter diminta untuk istirahat dulu sementara. Ini sudah kami sampaikan ke KPU,” jelas Heldo.

Ketidakhadiran paslon nomor dua dalam acara yang dilaksanakan penyelenggara Pilkada 2020, tercatat merupakan ketidakhadiran yang kedua kalinya. Sebelumnya, paslon nomor dua juga tidak hadir dalam deklarasi pilkada damai dengan tema tolak politik uang, politisasi sara, hoaks dan ujaran kebencian, yang diprakarsai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi. Acara itu digelar di Aula Hotel Pusako, Sabtu, 26 September 2020 lalu. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional