Close

KPK Latih Guru dan Tendik Madrasah Jadi Calon Penyuluh Antikorupsi

Direktur Pendidikan Pe­la­­­tihan Antikorupsi KPK, ­Dian Novianthi.

JAKARTA, METRO–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melatih 40 orang guru, kepala madrasah dan pengawas madrasah sebagai calon pe­nyuluh antikorupsi. Pendidikan dan pelatihan (diklat) akan berlangsung selama sepekan, sejak 1  7 Oktober 2021 secara daring.

Direktur Pendidikan Pe­la­­­tihan Antikorupsi KPK, ­Dian Novianthi me­nyam­paikan, KPK menggandeng Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama dalam menjaring peserta diklat yang berasal dari 16 provinsi di Indonesia. Harapannya, para guru dan tenaga pendidikan sekolah/madrasah ini bersama-sama KPK ke de­pan dapat membangun ekosistem antikorupsi di satuan pendidikan masing-masing.

“Kami berharap upaya ini menjadi contoh bagi kementerian atau instansi lain dalam kolaborasi pendidikan antikorupsi melalui pemberdayaan tenaga pen­didikan sebagai tenaga penyuluh antikorupsi,” ka­ta Dian dalam keterangannya, Jumat (1/10).

Dian menjelaskan, dik­lat diberikan untuk membekali para peserta dalam me­menuhi kompetensi yang dipersyaratkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Penyuluh Antikorupsi Nomor 303 tahun 2016 pada skema Penyuluh Antikorupsi jenjang Pertama. Sehingga, peserta yang siap menjadi penyuluh antikorupsi yang tersertifikasi dapat melanjutkan proses sertifikasi sebagai tindak lanjut pasca-diklat.

Saat ini, kata Dian, terdapat 1.710 penyuluh antikorupsi tersertifikasi dari seluruh Indonesia dengan berbagai latar belakang seperti aparatur sipil negara (AS), Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), guru, kepala seko­lah, pengawas, dosen, komunitas, swasta dan lain sebagainya.

KPK memandang penting untuk terus menambah jumlah penyuluh antikorupsi, khususnya dari kalangan pendidikan. Penyuluh antikorupsi dari kalangan guru, kepala sekolah/madrasah, maupun pengawas sekolah dan madrasah ini memiliki peran strategis dalam upaya pen­cegahan korupsi. Karena kontribusinya da­lam menggerakkan perilaku dan membangun budaya antikorupsi, baik di di ling­kungan sekolah maupun di masyarakat.

Selain diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan KPK dalam memenuhi berbagai kegiatan pembelajaran antikorupsi, keberadaan para guru, kepala madrasah, dan pengawas sekolah yang menjadi penyuluh antikorupsi diharapkan juga dapat menjadi jembatan dalam meng­implementasikan insersi pendidikan antikorupsi pa­da satuan pendidikan di ling­kungan masing-masing.

“Kegiatan diklat akan dilaksanakan dengan metode blended learning. Pem­­­belajaran akan dilak­sa­­nakan secara asynchronous dengan melakukan pembelajaran mandiri me­lalui learning management system (LMS) yang dikelola ACLC KPK selama lima hari,” papar Dia.

Melalui kegiatan ini, KPK berharap para peserta diklat dapat meningkatkan kapasitas pengeta­huan dan keterampilan antikorupsi sehingga bisa menjadi modal awal dalam implementasi pendidikan antikorupsi.

“Selain itu, harapannya, pengetahuan dan ke­te­ram­pilan antikorupsi yang didapat juga akan diinternalisasikan dan diaplikasikan oleh seluruh guru dan tenaga pendidikan madrasah dalam kehidupannya, sehinggga dapat menjadi teladan atau role model bagi orang lain di ling­kungan­nya,” harap Dian.

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama Muhammad Zain mengajak para peserta yang hadir untuk meng­imple­men­tasikan kurikulum antikorupsi ke peserta didik dalam bentuk insersi pendidikan antikorupsi di lingkungan madrasah. Tentu, dengan tidak memberatkan kurikulum yang ada saat ini.

“Salah satu cara me­nun­taskan korupsi adalah lewat pendidikan, dan pilarnya dari para guru. Semoga teman-teman yang mengikuti diklat ini bisa mendarmabaktikan pe­nge­tahuannya, pendidikan­nya, dan dedikasinya agar bisa menjadi guru yang menginsipirasi dan penuh dedikasi,” harapnya.

Guru, sebut Zain, harus mendeklarasikan dirinya menjadi duta antikorupsi di Indonesia. Dia juga berpesan kepada peserta agar merasa bangga terpilih ikut diklat karena kegiatan itu adalah bagian dari integritas.

“Karena korupsi adalah musuh bersama kita. Itulah pentingnya kita untuk terus memberikan dedikasi,” ujarnya. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top