Menu

Kota Tabuik Menuju Wisata Dunia, Wako dan Wawako Fokus untuk Pengembangan Wisata

  Dibaca : 458 kali
Kota Tabuik Menuju Wisata Dunia, Wako dan Wawako Fokus untuk Pengembangan Wisata
SANTAP KULINER—Wako Genius Umar saat makan di Pondok Nasi Pinago menguji kuliner daerahnya bersama perantau.

KOTA Pariaman termasuk kota tertua di pantai barat Pulau Sumatera. Pariaman merupakan daerah yang cukup dikenal oleh pedagang bangsa asing semenjak tahun 1500-an. Catatan tertua tentang Pariaman ditemukan oleh Tomec Pires (1446-1524), seorang pelaut Portugis yang bekerja untuk kerajaan Portugis di Asia. Ia mencatat telah ada lalu lintas perdagangan antara India dengan Pariaman, Tiku dan Barus.

Secara historis, Pariaman dikenal sebagai pusat pengembangan ajaran Islam yang tertua di pantai barat Sumatera. Salah seorang ulama yang terkenal seperti alm. Syekh Burhanuddin merupakan murid dari Khatib Sangko yang bermakam di Pulau Angso Duo yang sekarang dikenal dengan “kuburan panjang”.

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, pelaksanaan pendidikan bernuansa Islam telah berkembang di Pariaman. Secara administratif, Kota Pariaman merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Padangpariaman yang terbentuk pada tanggal 2 Juli 2002 berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 2002, memiliki luas wilayah sekitar 73,36 Km².

Atas dasar itulah, Walikota Pariaman H Genius Umar dan Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin setiap kesempatan dan saat melakukan peretemuan dengan perantau dan pengusaha selau meminta kepada perantau Minang agar berinvestasi di Kota Pariaman. Pasalnya, Kota Pariaman sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya, khusus dalam pengembangan wisata.

“Kota Pariaman adalah kota di pesisir pantai Sumatra yang sangat fokus pada pengembangan pariwisata. Sepanjang 12,5 kilometer garis pantai adalah destinasi wisata. Namun demikian kita sangat butuh dukungan investor untuk pengembangan wisata Kota Pariaman. Baik alam maupun baharinya. Lihat saja sekarang Pantai Gandoriah telah banyak perubahan,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Apalagi katanya, Pemko Pariaman saat ini sangat butuh hotel berbintang yang standar. Meski begitu saat ini Kota Pariaman telah memiliki home home stay dan vila-vila untuk penginapan para pengunjung atau wisatawan. “Jadi, kita Pemko Pariaman tidak akan berhenti untuk kemajuan pariwisata daerahnya, namun demikian tentu dukungan semua pihak sangat menentukan,” ungkapnya.

Artinya, Kota Pariaman merupakan sebuah Kota yang berada di Provinsi Sumatera Barat, Kota ini menyimpan sejuta pesona alam yang menakjubkan dan tersembunyi sehingga masih banyak orang yang belum mengtahui akan keindahannya. Mulai dari wisata alam, situs bersejarah, spot foto foto , sampai air terjun yang memanjakan mata. Jika Anda punya rencana liburan ke Pariaman, jangan khawatir akan keindahannya, Kota ini menawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk Anda dikunjungi. Kota ini memiliki banyak tempat-tempat wisata yang bernuansa alam,pantai, Sejarah, Religi maupun Kuliener yang tak kalah dengan wisata Medan, Bandung ataupun kota besar lainnya.

Untuk memudahkan Anda menemukan tempat wisata di Pariaman yang paling indah dan di rekomendasikan untuk di datangi, seperti Pulau Angso Duo pulau angso duo pariaman, Pulau Kasiak, Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Pantai Kata Pariaman dan jenis pantai lainnya.

Meski Kota Pariaman hanya berstatus kota kecil yang terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kota Pariaman merupakan daerah yang wajib untuk dikunjungi bagi pecinta wisata bahari. Kenapa tidak lanjutnya, berlokasi sekira 55 kilometer dari kota Padang dengan waktu tempuh perjalanan satu jam, suguhan wisata pantai, pulau hingga bahari telah menanti di kota berjuluk Tabuik itu.

Sekarang katanya, yang ramai dikunjungi pelancong adalah Pantai Gandoriah yang terletak di Kecamatan Pariaman Tengah. Memiliki pasir pantai bersih dan halus, objek wisata ini ramai dikunjungi pengunjung saat akhir pekan dan hari libur.

Selain pemandangan yang eksotis, di sepanjang Pantai Gandoriah juga ditumbuhi pohon pinus sehingga menjadikan kawasan objek wisata tersebut menjadi rindang dan terlindung dari teriknya panas matahari. Selain itu di kawasan tersebut pemerintah daerah setiap tahun juga rutin menjadikannya sebagai lokasi utama perhelatan Pesta Budaya Tabuik yang puncaknya jatuh pada 10 Muharram. Ribuan bahkan ratusan ribu wisatawan domestik hingga manca negara biasanya ikut serta menikmati pesta Hoyak Tabuik yang dipusatkan di Pantai Gandoriah tersebut.

Keberadaan Pantai Gandoriah semakin menarik karena didukung keberadaan stasiun kereta api yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut yang menghubungkan langsung Kota Padang dan Kota Pariaman. Selain didukung keindahan alam yang eksotis dan jalur transportasi yang memadai, di lokasi kawasan Pantai Gandoriah tersebut pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut juga telah mendirikan sebuah tugu atau monumen Angkatan Laut Republik Indonesia.

Tugu tersebut dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang pernah menjadi pusat Angkatan Laut Republik Indonesia pada 1948. Tujuannya agar semakin menarik para pengunjung untuk betah berlama-lama dan menikmati berbagai sajian alam sekaligus berwisata edukasi.

Selain Pantai Gandoriah, Kota Pariaman juga memiliki objek wisata unggulan lainnya yaitu Pulau Angso Duo yang terletak di kawasan perairan kota itu.

Untuk menuju kawasan Pulau Angso Duo tersebut pengunjung bisa menggunakan jasa kapal wisata yang bersandar di Muaro Pariaman dengan biaya Rp40 ribu pulang pergi. Estimasi waktu untuk mencapai objek wisata tersebut diperkirakan 15 hingga 20 menit menggunakan kapal.

Sesampainya di Pulau Angso Duo tersebut pengunjung tidak perlu lagi harus membuka sepatu atau sandal karena telah tersedia Dermaga Terapung yang dibangun pemerintah pusat dan daerah beberapa tahun lalu.

Pulau Angso Duo merupakan salah satu ikon kebanggaan kota tersebut karena mampu menarik ribuan hingga ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya. Salah satu yang menarik dari objek wisata ini yaitu wisata religius ke makam “Katik Sangko” salah satu tokoh penyebar Agama Islam di daerah itu bersama Syekh Burhanuddin.

Sementara Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin saat melakukan pertemuan dengan perantau sangat harapkan ada tokoh rantau mau membangun hotel berbintang 3 atau 4 di Kota Pariaman.

“Kami akan permudah izinnya. Sebab, hotel berbintang tersebut sangat menentukan bagi kemajuan pariwisata Kota Pariaman,” ujarnya. Sesuai dengan misi Kota Pariaman saat ini katanya, mewujudkan pengelolaan wisata kota yang maju, religius, tertib dan berbudaya, mewujudkan kehidupan masyarakat yang berbudaya dan berkualitas, mewujudkan pemerintah yang andal dan prima untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mewujudkan kota pesisir modern, dinamis, dan berwawasan lingkungan, memperkuat ekonomi kerakyatan (kreatif) yang berbasis lokal dan budaya masyarakat

Makanya, Pemko dalam mewujudkan tersebut memiliki program unggulan seperti program pendidikan gratis, program kesehatan gratis, program bis sekolah gratis, program maghrib mengaji dan subuh mobarokah, pembangunan mesjid terapung dan GOR, Kartu Pariaman Pintar (KPP), program Satu Keluarga Satu Sarjana, pembangunan Youth Center, pembangunan Pusat Pendidikan Al – Qur’an, pengembangan Pendidikan Agama Non Formal, MDA, MDW, dan MDU, program Pariaman Sejahtera, pengembangan Kawasan Wisata Terpadu, pengembangan Jalan Sisi Timur Pariaman, pengembangan Water Front City, kesejahteraan Guru Honor, PAUD, TK, SD, SMP, kesempatan Kerja Untuk Keluarga Miskin, revitalisasi PKK

Kemudian Ketua yayasan GEBU Minang Jawa Timur, Amrizal Zain mengungkapkan bahwa yayasannya sudah memiliki aset 80 miliyar. “GEBU Minang Jatim sudah memiliki aset senilai 80 miliyar. Dan GEBU Minang memiliki replika Rumah Gadang Minangkabau di tanah 3500 meter persegi,” ungkapnya.

“Kalau ada dari ranah yang ingin menyampaikan potensi daerahnya di Jatim, bisa memanfaatkan Rumah Gadang ini,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa untuk jangka panjang akan meningkatkan sarana prasarana GEBU Minang. Kemudian ia juga akan mengembangkan sektor ekonomi seperti koperasi sehingga produk daerah di sumbar bisa dipasarkan dan dijual disini. GEBU Minang juga sedang mengusahakan rumah untuk menampung mahasiswa-mahasiswa minang yang kuliah di Jatim,” tambahnya saat melakukan pertemuan dengan Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional