Menu

Kota Solok Berada di Kawasan Perlintasan Jalinsum, Dikhawatirkan bisa Menjadi Sasaran Pengedar Narkoba

  Dibaca : 172 kali
Kota Solok Berada di Kawasan Perlintasan Jalinsum, Dikhawatirkan bisa Menjadi Sasaran Pengedar Narkoba
PEMAHAMAN— Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra memberikan pemahamam bahaya narkoba di hadapan para pelajar.

KOTA Solok yang be­rada di jantung Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) dik­ha­­watirkan bakal menjadi sasaran tempat terjadinya transaksi Narkotika. “Kita berada di persimpangan lintas Sumatera, jadi bukan tidak mungkin Kota Solok juga masuk dalam sasaran empuk peredaran nar­ko­tika,” ujar Wawako Solok Ramadhani Kirana Putra saar beraudiensi dengan Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Riza Sarasvita, di Gedung Kantor BNN, Jakarta.

Rahmadhani dalam ke­sem­patan itu menyam­pai­kan, bagaimana kekha­wati­rannya akan keselamatan generasi muda khususnya di Kota Solok atas ancaman penyalahgunaan Narkotika dan zat terlarang lainnya.

Dijelaskan, Kota Solok memiliki tingkat kera­wa­nan, untuk tempat perlin­tasan Narkoba dikarena­kan be­rada di perlintasan jalur utama Sumatera. Hal itu menjadi kekhawatiran pe­me­rintah dan masya­rakat setempat akan ge­nerasi muda nantinya.

Oleh karenanya advo­kasi BNN menjadi sa­ngat­lah penting bagi Pemko Solok, untuk melakukan upaya preventif guna mem­­ben­tengi generasi  pe­nerus nantinya dari bahaya Nar­koba.

Ia juga menyampaikan, selama ini aparat hukum telah berupaya aktif dalam upaya pemberantasan pe­re­daran narkoba. Namun, bahwa hal itu tidak cukup diserahkan kepada pihak kepolisian. Peran serta ma­syarakat dan peningkatan pemahaman masyarakat menjadi hal mendasar yang perlu menjadi perhatian pemerintah.

Sementara itu, Deputi Rehabilitasi Badan Nar­kotika Nasional (BNN), Riza Sarasvita mengatakan, pi­haknya menyarankan agar Pemko Solok melakulan kegiatan intervensi Ber­basis Masyarakat di Kota Solok.

Dijelaskan, program itu merupakan intervensi di bidang rehabilitasi ter­hadap penyalahguna nar­koba yang dirancang dari masyarakat, untuk ma­sya­rakat dan oleh masyarakat melalui Agen Pemulihan sesuai dengan kearifan lokal.

“Intervensi Berbasis Ma­syarakat atau yang  di­singkat IBM adalah inter­vensi di bidang rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba yang dirancang dari masyarakat, untuk ma­syarakat, dan oleh ma­sya­rakat melalui Agen Pe­mu­lihan dengan meman­faat­kan fasilitas dan po­tensi masyarakat sesuai dengan kearifan lokal,” ujar Riza. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional