Menu

Kota Sawahlunto Memperoleh World Heritage, Kebanggaan Warga Kota untuk Kesejahteraan

  Dibaca : 203 kali
Kota Sawahlunto Memperoleh World Heritage, Kebanggaan Warga Kota untuk Kesejahteraan
Wali kota Sawahlunto Deri Asta dengan PT KAI sepakat untuk kerja sama dalam melakukan revitalisasi rel kereta api.

Setelah 2 tahun pene­tapan Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, Sabtu (6/7/19)  di Kota Baku Azerbaijan. Sampai detik ini Pemko Sawah­lunto selalu melakukan langkah-langkah dan upaya untuk me­lengkapi kriteria demi tetap mempertahankan Kota Sawah­lunto sebagai World Heritage, dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage Of Sawahlunto. Di mana, 1 Desember 2021 men­jadi batasan akhir dari upaya Kota Sawahlunto untuk meleng­kapi semua dokumen dan rekomendasi yang diberikan Icomos.

Jalan panjang menuju U­NES­CO, dalam hal ini Pemko Sawahlunto melalui Walikota Deri Asta mengisahkan tentang hal ini. UNESCO memiliki tim teknis yaitu ICOMOS mem­berikan 16 rekomendasi yang harus dipenuhi agar ditetapkan menjadi situs warisan budaya dunia. “Alhamdulillah rekomen­dasi yang wewenang kota Sawahlunto sudah selesai,” ujar Deri.

Dan selanjutnya merupa­kan bagian Pempro Sumbar dan pusat, salah satunya miti­gasi bencana yang memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. Memang saat ini mem­butuhkan rekomendasi dari pusat, sebab waktu tentatif dari target sudah dekat hitungan bulan yaitu Desember 2021. “Percepatan dukungan reko­mendasi pemerintah provinsi dan pusat yang kita tunggu untuk mewujudkan world Heritage,” ujar Deri.

Deri Asta menambahkan, bagi Kota Sawahlunto mem­peroleh World Heritage ini merupakan kebanggaan, me­­­ru­pakan legitimasi ber­standar internasional dari UNESCO.

Dalam hal ini pemerintah kota telah memenuhi janji ke­pada UNESCO, bahwa akan menjaga, merawat dan meles­tarikan budaya tersebut. Ke­mudian, termasuk warisan-warisan yang ada. Biasanya setiap wisatawan luar negeri bila mengunjungi suatu negara pasti yang dicarinya adalah warisan budaya dunia. Misal­nya, di Mesir setiap wisatawan yang datang pasti ingin melihat piramid, sebab piramid adalah warisan budaya dunia. Begitu pula dengan di Indonesia memiliki 5 warisan budaya dunia salah satunya candi Borobudur yang terkenal itu. Makanya sebagai Pemko Sa­wahlunto bersungguh-sung­guh memenuhi upaya menuju UNESCO.

Penetapan Tambang Batu-bara Ombilin sebagai World Heritage adalah karena terjadi perpaduan teknologi canggih zaman Eropa akibat efek re­volusi industri berpadu dengan budaya lokal. Sehingga ter­bentuklah komunitas yang heterogen bercampur dari, budaya, ras dan agama ber­kumpul di Kota Sawahlunto. Dari perpaduan tersebut lahir­lah bahasa Tangsi yang me­rupakan bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat Sawahlunto yang heterogen ini. Namun, seiring berjalan waktu, tambang habis maka Kota Sawahlunto bertransformasi menjadi kota wisata tambang yang berbudaya.

Situs warisan budaya dunia ini ada tiga, zona A Sawahlunto kota tambang terintegrasi de­ngan atribut-atribut peleng­kapnya, zona B jalur trans­portasi yang dilewati rel kereta api dari Sawahlunto sampai ke Teluk Bayur  dan Zona C yang ketiga adalah pelabuhan. Zona B ini adalah perlu koordinasi dengan daerah lain yang dilewatinya, buat daerah yang dilewati jalur transportasi zona B harus melakukan perawatan, melalui Gubernur Sumbar Ir­wan Prayitno bahwa telah dikumpulkan seluruh kepala daerah yang dilewati jalur transportasi tersebut untuk mengkondisikan hal tersebut.

Walikota juga sudah me­ngunjungi PT KAI dan Balai Perkeretaapian untuk meminta agar kereta api mengambil kembali jalur tersebut agar bisa dilakukan menjaga, merawat dan melestarikan karena ada jalur Kereta Api di zona B untuk mendukung UNESCO. Itulah Added value yang didapat bila jalur tersebut aktif otomatis para wisatawan bisa mengunjungi Kota Sawahlunto sebagai World Heritage menggunakan jalur transportasi Kereta api sesuai pada zaman kolonial, sebagai kereta wisata. “Kita yakin Sawahlunto akan ramai dikun­jungi dan efeknya bagi pari­wisata dan perekonomian masyarakat terangkat,” ujar Deri.

Walikota menyebutkan, saat ini sedang ditunggu keseriusan dalam pengelolaan situs wari­san budaya dunia oleh Kota Sawahlunto, pemerintah pro­vinsi dan Pusat. Bila berhasil dan sukses dalam mengu­payakan dan memenuhi reko­mendasi  ICOMOS, pihak U­NES­CO berjanji akan mem­berikan bentuk dukungan pe­nuh, dalam perencanaan ke depannya.

Deri Asta berharap untuk masyarakat Sawahlunto, dari segala unsur untuk sama-sama mendukung upaya Pemko Sawahlunto mempromosikan Kota Sawahlunto, termasuk dari pihak media juga agar bersedia membantu promosi Kota Sa­wahlunto agar pihak dunia internasional mengetahui Om­bilin Coal Mining Heritage sebagai situs warisan dunia UNESCO, sehingga Pariwisata Sawahlunto maju. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional