Menu

Kota Padang Dikepung Banjir, Warga Dievakuasi, Ratusan Rumah Terendam

  Dibaca : 137 kali
Kota Padang Dikepung Banjir, Warga Dievakuasi, Ratusan Rumah Terendam
BANJIR— Genangan banjir melanda beberapa wilayah di Kota Padang yang dipicu hujan deras sejak sore.

PADANG, METRO–Hujan dengan in­ten­sitas tinggi yang melanda wilayah Kota Padang  sejak Rabu sore (18/8) pukul 16.00 WIB, mengakibatkan be­be­rapa komplek peru­mahan warga terendam banjir. Selain itu, juga terdapat be­berapa titik pohon tum­bang yang menimpa ru­mah warga dan meng­ham­bat akses jalan.

Hingga pukul 21.00 WIB, beradasarkan data yang diterima koran ini dari BPBD Padang,  wilayah t yang terendam banjir yaitu Lapas Air Dingin Anak Aia dan Perumahan Sparko depan SMAN 13 Padang, Tanjung Aua Balai Gadang dengan ketinggian ge­na­ngan mencapai 1 meter.

Sementara di Bungo Pasang Kabun (Belakang Sate Uncu), banjir sudah memasuki rumah warga  dengan ketinggian 90 cm. Selanjutnya, Perumahan Lembah Karet blok C 42, Anak Air, genangan banjir sudah mencapai 80 cm dan juga sudah merendam ru­mah warga.

Di belakang Rumah Sa­kit Siti Rahmah, kawasan Pa­larik, Aia Pacah, keting­gian air sudah mencapai dada orang dewasa. Petu­gas BPBD dan Basarnas dikerahkan ke lokasi dan mengevakuasi warga me­ng­gunakan perahu karet. Untuk sementara, warga yang rumahnya terdam­pak banjir, terpaksa me­nginap di masjid.

Di Sungai Lareh, Peru­ma­han Safa Marwah, ge­nangan banjir masuk ru­mah warga dengan keting­gian 75 cm. Banjir juga melanda Kampung Berok Siteba, Perumahan Ber­lindo Belakang RSUD Pa­dang, Lolo Gunung Sarik Depan SD 29 dekat SMP 27 dan Batipuh Panjang Keca­matan Koto Tangah (kantor Lurah Lama).

Kemudian, untuk po­hon tumbang, terjadi di Pasia Nan Tigo dekat TK Bahari yang berdampak menghambat akses jalan. Sedangkan di Jalan Bha­yang­kara No 40 Lubuk Bua­ya, Kecamatan Koto To­ngah, pohon tumbang me­nimpa rumah warga.

Hingga berita ini ditu­runkan, Tim BPBD dan Ba­sar­nas masih terus bekerja untuk penanganan banjir yang melanda Kota Pa­dang.

Perkiraan BMKG

Sementara Badan Me­teo­rologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mi­nang­kabau sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan terkait potensi bencana akibat cuaca buruk.

BMKG Minangkabau menganalisis potensi cua­ca buruk ini disebabkan ka­rena adanya pola gang­guan di Sumatera Bagian Tengah.

“Pola gangguan itu be­ru­pa aktifnya fenomena pola tekanan rendah di Samudera Hindia hingga Sumatera bagian tengah, dan berakibat cuaca di Sumbar menjadi berubah-ubah,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yu­dha Nugraha, Selasa (17/8).

Ia menyebut potensi hujan hampir merata ham­pir di seluruh wilayah Sum­bar, dengan intensitas se­dang hingga lebat. “Cuaca buruk diperkirakan terjadi hingga tiga hari ke depan,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional