Menu

Kota Bukittinggi Resmi Memulai Vaksinasi Covid-19, 10 Pejabat Esensial Pertama Divaksin

  Dibaca : 742 kali
Kota Bukittinggi Resmi Memulai Vaksinasi Covid-19, 10 Pejabat Esensial Pertama Divaksin
VAKSIN SINOVAC— Satu dari sepuluh pejabat esensial di lingkungan Pemko Bukittinggi disuntik vaksin Covid-19 di Kota Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO
Kota Bukittinggi secara resmi memulai vaksinasi Covid-19, Senin (1/2). Hal ini diawali dengan penyuntikan vaksin kepada 10 pejabat publik esensial, di RSUD Bukittinggi. Kabid Kesmas dan P2P Dinkes Bukittinggi, drg Salvi Raini menjelaskan, pencanangan vaksinasi Covid-19 ini menandakan dimulainya proses vaksinasi imunisasi Covid-19 di Bukittinggi. Untuk kota Bukittinggi ini, vaksinasi akan dilaksanakan di 5 rumah sakit dan 7 puskesmas se Kota Bukittinggi.

“Proses vaksin akan dilaksanakan selama 10 bulan ke depan. Untuk percepatan, layanan vaksinasi akan dilaksanakan hingga Sabtu dan Minggu. Bukittinggi masuk tahap I termen II. Untuk pertama, 10 pejabat publik esensial di vaksin dan 2148 tenaga kesehatan,” jelas Salvi.

Salvi Raini menambahkan, untuk Bukittinggi telah disediakan 4.440 vaksin. Proses vaksin dilaksanakan 2 kali dosis dalam rentan waktu 14 hari. 71 vaksinator se Kota Bukittinggi pun telah disiapkan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, Bukittinggi, termasuk salah satu daerah yang terbaik dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Sumatra Barat, bahkan percontohan secara Nasional. Namun kondisi terakhir Indonesia semakin mengkhawatirkan, sehingga butuh kesadaran dan kerjasama masyarakat untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini.

“Vaksinasi ini tujuannya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui peningkatan kekebalan tubuh manusia. Vaksin telah melalui pemeriksaan ketat. Ini simbol bahwa vaksin ini aman, halal dan suci,” tegas Ramlan.

Wako menambahkan, warga diminta untuk bekerjasama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Akibat Covid-19, berdampak pada seluruh lini, terutama bidang ekonomi.

“Jika tidak bekerjasama, kita bisa terdampak lebih jauh bahkan tidak tertutup kemungkinan untuk masuk zona hitam. Namun ini dapat diantisipasi dengan kesadaran masyarakat. Vaksin ini salah satunya. Tujuannya antigen, menambah anti bodi. Pemerintah mengeluarkan vaksin ini, murni untuk keselamatan masyarakat. Selaku kepala daerah, kami harus berikan contoh pada masyarakat,” ungkap Ramlan.

Salah seorang tenaga kesehatan, dr. Firman Abdullah, mengaku tidak merasakan sakit atau gejala apapun setelah divaksinasi. “Alhamdulillah, tidak apa apa, segar. Jangan takut divaksin,” ungkap Ramlan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional