Menu

Kos Cewek Seksi Terbakar, Warga Malah Bersyukur

  Dibaca : 2045 kali
Kos Cewek Seksi Terbakar, Warga Malah Bersyukur
Rumah kos cewek seksi terbakar - web

Sejumlah wanita yang merupakan penghuni Kos Alika, Jalan Ujung Gurun, Padang, mendapat pertanyaan dari polisi usai kebakaran yang melanda salah satu kamar, Kamis (12/11/2015). Saat api membara, warga sekitar malah melarang petugas untuk memadamkan api.

PADANG, METRO–Kalau biasanya, bila terjadi kebakaran, warga berbondong-bondong membantu. Menyiramkan air dan menyelamatkan pemilik dan barang berharganya. Tapi, beda kasus, saat bebakaran hebat melanda bengkel yang disulap jadi tempat kos bermerek Akila di Jalan Ujung Gurun Dalam, Kecamatan Padang Barat, Padang, Kamis (12/11) siang.

Warga bukannya membantu, tapi membiarkan saja api menggila. Parahnya, pemadam kebakaran yang datang diusir. Saat diusut, perilaku warga demikian dilatari kegerahan warga dengan penghuni kos yang kebanyakan cewek seksi dan disangka sebagai wanita malam.

”Syukur-syukur, tabaka. Abih lah sadonyo. Tandehan. Tampek ndak elok. Kos padusi malam. Tutuah lah api. Baka sadonyo sampai ndak basiso,” begitu kata warga yang menyaksikan saja api membara. Kebanyakan dari mereka adalah kaum ibu. Mereka bersyukur. Kadang-kadang menyumpah serapah yang ditujukan kepada pemilik dan penghuni kos.

Api membara sekitar pukul 14.30 WIB. Diduga, percikan api dikarenakan korsleting arus listrik di salah satu kamar. Penghuni kos sempat berhamburan keluar. Kebanyakan dari mereka memakai tanktop. Ada pula yang bertato, dengan rambut warna-warni. Kebanyakan dari mereka berwajah manis. Mereka berteriak-teriak. Warga yang mendengar teriakan berhamburan ke lokasi.

Melihat asap membubung, bukannya cemas atau takut, sebagian malah memanjatkan doa. ”Matilah. Tabaka,” tutur warga. Kata warga, kos yang terbakar tersebut adalah tempat tinggal wanita yang tak jelas pekerjaannya dan sering keluyuran pada malam hari. Bahkan ada juga yang menyebutkan penghuni kos tersebut adalah wanita yang bekerja di tempat hiburan malam.

Sebab itu, warga tidak merasa prihatin dengan terbakarnya kos tersebut. Saat kebakaran pemilik rumah tidak berada di tempat. Hanya belasan wanita terlihat di dalamnya, sambil menunggu patugas pemadam kebakaran dan kepolisian selesai melakukan tugasnya. Mereka tak berani keluar karena ada yang mengancam, jika keluar akan dibotaki.

Jadilah para penghuni menunggu cemas dan mencoba menghubungi pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kabakaran (BPBD-Damkar) Kota Padang. Berselang beberapa menit, petugas datang.

Menyaksikan ada pemadam, warga malah melarang untuk memadamkan api. ”Biarkan saja. Jangan dipadamkan pula. Tidak ada guna api padam,” sebut warga yang mencoba menghalangi petugas yang akan memasuk ke lokasi kos.

Puluhan induak–induak yang juga merupakan warga setempat menyoraki dari depan pagar tempat kejadian. Mereka mencoba mengusir mobil pemadam sembari mengancam penghuni kos. ”Kalau kau, den guntiang—guntiang baju jo rambuik kau beko,” ungkap salah seorang induak induk sambil membawa gunting dengan menyebutkan kata kata kotor.

Belasan polisi yang berada di lokasi langsung mengamankan lokasi dan mengamankan warga tidak sampai melakukan tindakan anarkis. Begitu juga dengan petugas pemadam kebakaran setelah memastikan api mati, mereka pun kembali ke markas. Polisi pun membubarkan warga yang berkumpul.

Sudah Dilarang

Ketua Pemuda setempat, Epi mengaku selama ini dia bersama dengan warga sudah sering memperingatkan pemilik rumah agar tidak lagi menerima kos untuk wanita wanita yang bekerja pada malam hari tersebut. Dengan cara mereka berpakaian seksi setiap akan keluar pada malam hari, membuat warga yang ada disekitar tersebut tidak merasa nyaman.

”Pemilik kos ini sudah pernah dipanggil empat kali oleh warga ke Masjid dan dihadiri oleh Lurah dan RT, membuat perjanjian untuk tidak menyewakan rumah tersebut  terhadap wanita wanita tak jelas. Terakhir surat perjanjian itu dibuat setelah  lebaran idul fitri kemarin. Nyatanya perjanjian itu tetap saja tidak ditepati,” ungkapnya.

Menurut keterangan salah seorang penghuni kosan yang enggan disebutkan namanya itu, kebakaran terjadi diduga karena korsleting, karena sebelumnya listrik di lokasi tersebut mendapatkan giliran pemadaman dari PLN. Setelah api membesar baru penghuni kosan tersebut sadar kamar mereka sedang dilahap api. (o)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional