Menu

Korupsi Dana Peternakan Sapi Potong Impor, Buron 8 Tahun, Zafrul Zamzami Ditangkap

  Dibaca : 367 kali
Korupsi Dana Peternakan Sapi Potong Impor, Buron 8 Tahun, Zafrul Zamzami Ditangkap
KORUPTOR DITANGKAP— Terpidana kasus korupsi Zafrul Zamzami usai ditangkap Tim Intelijen dan Pidana Khusus Kejati Sumbar bersama Tim Kejari Sijunjung, Selasa malam (1/9).

PADANG, METRO
Delapan tahun menjadi buronan, terpidana kasus korupsi bernama Zafrul Zamzami (68) yang merupakan mantan Kepala Dinas Koperindag dan Penanaman Modal Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung, akhirnya ditangkap tim Intelijen dan Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar bersama Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung, Selasa (1/9).

Zafrul Zamzami merupakan terpidana terjerat yang  kasus bantuan dana bergulir koperasi untuk pengembangan usaha dan penggemukan sapi potong impor dari Menteri Koperasi Negara Koperasi dan UMKM pada tahun 2003. Dia dibekuk di sebuah rumah di kawasan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang sekitar pukul 18.30 WIB.

“Terpidana kasus korupsi ini ditangkap tanpa perlawanan ketika hendak keluar rumah, dan bersikap kooperatif,” kata Asisten Intelijen Kejati Sumbar Teguh Wibowo kepada wartawan di kantor Kejati Sumbar.

Usai ditangkap, Zafrul Zamzami yang mengenakan baju koko dan mengenakan kain sarung langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumbar untuk menjalani sejumlah proses administrasi, lalu dibawa ke Sijunjung untuk dijebloskan ke dalam penjara menjalani hukumannya.

Diketahui Zafrul Zamzami yang merupakan mantan Kepala Dinas Koperindag dan Penanaman Modal Kabupaten Sawahlunto Sijunjung pada 2004, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kejaksaan sejak November 2012. Eksekusi tersebut dilakukan tim gabungan kejaksaan atas status terpidana kasus korupsi yang menjerat Zafrul Zamzami.

Proses persidangannya telah berjalan panjang mulai dari putusan Pengadukan Negeri, kemudian banding ke Pengadilan Tinggi, lalu ke tingkat Kasasi. Putusan terakhir yang menjadi dasar eksekusi adalah putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2116K/pid.sus/2010 tertanggal 26 mei 2011. Dengan amar mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi yaitu Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sijunjung, membatalkan putusan PT Pdg no.151/PID/2007/PT. PDG, dan mengadili sendiri perkara.

Majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer, namun menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan menjatuhkan pidana tiga tahun, denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Asisten Intelijen Kejati Sumbar Teguh menambahkan, dengan ditangkapnya Zafrul Zamzami maka hingga saat ini, masih ada enam orang terpidana kasus korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang atau buronan Kejati Sumbar.

Dirincikannya, keenam buronan tersebut antara lain bernama Ramli Ramonasari yang ditangani Kejari Pariaman. Dia melakukan tindak pidana korupsi pekerjaan proyek penyedia air bersih di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman tahun 2011. Lalu, Khuslaini yang ditangani Kejari Solok. Buronan ini melakukan penyelewengan dana revalitasi pondok pemuda di Selasih, Kabupaten Solok tahun 2013. Putusan Mahkamah Agung pada tanggal 18 Agustus 2016.

Kemudian Juniadi buronan Kejari Solok juga. Dia melakukan tindakan penyelewengan dana bina lingkungan (DBL) dalam rangka mengembangkan usaha tani program kawalan pangan di wilayah Solok. Tindakan korupsi yang dilakukan buronan Junaidi ini pada tahun 2012-2013 dari PT Sang Hyang Seri Cabang Solok. Penyelewengan dana mencapai Rp 3 miliar.

Selanjutnya, Kejari Pasaman atas buronan bernama Ali Basyar. Perkara tindak korupsi dalam mengelola dan mengunakan anggaran kantor non belanja pegawai yang dilakoninya dengan kerugian negara Rp 99 juta lebih. Selain itu, buronan bernama Agustinus Tri Siwi Roy terpidana yang ditangani Kejaksaan Mentawai. Terpidana melakukan penyalahgunaan keuangan negara dalam proyek pembuatan situs website. Terkakhir Dodi Bashwardjojo yang juga ditangani Kejari Mentawai. Dia juga Terpidana melakukan penyalahgunaan keuangan negara dalam proyek pembu atan situs website Mentawai.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pusat di bidang intelijen Kejaksaan Agung untuk memburu buronan ini. Kami akan monitor terus dengan berbagai cara. Sesuai moto kami, tidak ada tempat di Indonesia bagi para buronan. Untuk itu kami minta sebaiknya menyerahkan diri saja,” tegas mantan Kajari Pasaman Barat itu. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional