Menu

Korban Covid- 19 Disarankan Dimakamkan di TMP

  Dibaca : 536 kali
Korban Covid- 19 Disarankan Dimakamkan di TMP
Wako Solok ketika Vicon dengan Mentri Sosial

SOLOK, METRO
Walikota Solok Zul Elfian menyarankan agar para tenaga medis yang gugur dalam menangani kasus Covid- 19, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Setidaknya pendapat itu disampaikan Zul Elfian kepada Menteri Sosial RI Juliari Batubara, saat Video Conference (Vicon) mengenai Bantuan Sosial (Bansos) Tunai Dalam Rangka Penanganan Covid-19, bertempat di E-Gov Monitoring Room Balaikota Solok.

Pendapat tersebut menurut Zul Elfian disampaikannya, setelah melihat fenomena saat ini dimana ada tenaga kesehatan yang gugur karena wabah Covid-19, namun terjadi penolakan penguburannya oleh masyarakat. Dalam Vocom bersama menteri Sosial itu, Zul Elfian turut mendampingi, Pj. Sekda Kota Solok Nova Elfino dan terhubung langsung dengan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu.

Mereka yang telah berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini, apakah bisa dikategorikan sebagai pahlawan, dan dikuburkan di Taman Makam Pahlawan. Karena hemat saya, berdasarkan UU No 20 Tahun 2009, pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan Negara. “Atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia,” saran Zul Elfian.

Kata Zul Elfian, agar Gubernur mengusulkan kepada Kementerian Sosial, terkait para tenaga medis yang meninggal dalam tugas penanganan Covid-19, Juliari Batubara mengatakan, mereka yang gugur dapat diberikan penghargaan Satya Lencana Kesejahteraan Sosial.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Batubara yang disampingi para Dirjen menjelaskan, Bansos merupakan bantuan tunai yang diberikan kepada masyarakat dalam rangka pencegahan dampak Covid-19. Bansos ini akan disalurkan kepada 33 Provinsi dengan 9 juta keluarga di Indonesia dengan nominal Rp 600.000 per Keluarga selama tiga bulan, April, Mei dan Juni.

Disebutkan, kriteria penerima Bansos terdapat dua katagori. Pertama, prioritas yakni KK yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Kedua, tambahan usulan daerah yakni KK Non program sembako, KK Non PKH, KK Non Prakerja.

Dari data yang ada, untuk Provinsi Sumatera Barat, terdapat 250.000 KK penerima Bansos dari Kementerian Sosial RI dan dalam minggu ini InsyaaAllah akan disampaikan kuota masing-masing Kota dan Kabupaten. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional