Menu

Koperbam Teluk Bayur Raih Piagam Penghargan Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar

  Dibaca : 720 kali
Koperbam Teluk Bayur Raih Piagam Penghargan Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar
PENGHARGAAN— Ketua Koperbam Telukbayur, Chandra bersama pengurus dan KRK usai syukuran foto bersama dengan piagam penghargaan dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

PADANG, METRO
Dari jumlah koperasi di Sumbar sekitar 3805 koperasi dan yang aktif hingga kini 2969 terpilih 20 nominasi koperasi berprestasi. Setelah melalui seleksi dan penilaian yang ketat, ternyata Koperasi Bongkar Muat (Koperbam) Telukbayur berhasil meraih prestasi tingkat Provinsi Sumbar.

Menyadang predikat Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar sesuai Keputusan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Nomor:516-435-2020 tanggal 17 Juli 2020. Pada HUT Koperasi ke 73 yang jatuh 12 Juli 2020 lalu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno langsung menyerahkan piagam pada puncaknya, Rabu (22/7). Koperbam Teluk Bayur sebagai peringkat V Koperasi Berprestasi Tingkat Sumbar.

“Alhamdulillah, keberhasilan yang diraih ini tidak mudah. Butuh pengorbanan kerja dalam artian kedisiplinan, jujur berkualitas dan berdedikasi penuh kepada organiasi. Ini cemeti bagi kita untuk lebih meningkatkan kinerja sebagai pelayanan di Pelabuhan Teluk Bayur yang merupakan pintu penyangga perekonomian Sumbar,” ujar Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, didampingi Sekretaris Nursal Uce M SH, Bendahara Usman Z, Ketua BP Paiman bersama dua anggota Samuri dan Pak Wai, saat syukuran kemarin.

Dikatakan Chandra, berkat kedisplinan kerja anggota Koperbam selama ini diakui memang membuahkan hasil. Kurun waktu yang singkat beberapa keberhasilan telah kita buktikan bersama. Baik pada tingkat pusat kita dapat penghargaan tercepat ke-6 nasional menyelenggarakan registrasi ulang dan uji kompetensi. Bahkan dari Pemkmo Padang, Dinas Koperasi dan UKM diakui bahwa Koperbam, Telukbayur tercepat menggelar RAT tahun buku 2019 lalu.

Selain itu, pekan lalu Koperbam Telukbayur juga berhasil meraih piagam dari Kemenkop dan UKM yang ditandatangani langsung oleh Teten Masduki. Pada tingkat nasional, sebut Chandra, sebanyak 372 pelabuhan yang memiliki organisasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Indonesia, ternyata TKBM Koperbam Telukbayur menjadi percontohan secara nasional. Baik terhadap kepemimpinan pengurus, kinerja dan disiplin anggota, saat ini jadi acuan nasional.

“Untuk mencapai semua keberhasilan ini tentu saja tak mudah. Berbagai upaya dilakukan pengurus. Bahkan pengurus berupaya secara terus menerus menjadikan Koperbam Telukbayur bermartabat, jujur dan disiplin,” tutur Chandra, yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Induk Koperasi (Inkop) Indonesia pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketua Koordinator SDM wilayah Sumatera.

Sangat pas sekali, bila gebrakan yang kita lakukan selama ini mencapai koperasi yang bermartabat dengan melakukan registrasi ulang, uji kompetensi, mengikut sertakan anggota dalam pelatihan termasuk untuk seleksi kartu pas pelabuhan itu adalah sangat penting dan diwajibkan setiap anggota.

Koperbam Telukbayur ini lain pada koperasi yang lain. Koperbam ini dibina oleh tiga instansi masing masing Disnakertran, Diskop dan UMKM dan KSOP. Untuk itu pengurus Koperbam Telukbayur melakukan gebrakan secara terus menerus demi mendapatkan kinerja yang apik dan kesejahteraan.

“Semuanya demi kesejahteraan anggota dan kelangsungan organisasi Koperbam Telukbayur yang saat ini jadi acuan nasional,” ujar Chandra.

Sebenarnya ujar Chandra, registrasi ulang yang kita lakukan ini tak lain, tak bukan untuk kesejahteraan anggota dan kelangsungan akvitas di lapangan. Saat ini kita butuh anggota Koperbam yang berkompetensi, lulus registrasi, melengkapi semua ketentuan yang berlaku saat bekerja. Hal ini berguna untuk keselamatan anggota di lapangan.

Disebutkan Chandra, pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, yang merata, baik materil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pelaksanaan pembangunan nasional, katanya, tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. Begitu pula dengan anggota Koperbam harus memiliki disiplin, jujur dan patuh aturan ketenagakerjaan.

Sesuai dengan peranan dan kedudukan tenaga kerja, diperlukan pembangunan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan peransertanya dalam pembangunan serta peningkatan perlindungan tenaga kerja dan keluarganya sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, sehingga dapat menjamin hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja.

“Jadi apa yang kita lakukan dengan melakukan registrasi ulang, ikuti uji kompetensi, safety dalam bekerja dan ketentuan lainnya, berguna untuk kita juga. Kegiatan ini tak sembarangan saja. Nah, suksesnya kita melakukan uji kompetensi itu, dari 115 TKBM yang ada di Indonesia, Koperbam mendapat penghargaan menjadi koperasi ketujuh menjalani uji kopetensi. Ini suatu kebanggaan bagi Koperbam Telukbayur dan masyarakat Sumbar,” ujar Chandra.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada acara HUT Koperasi ke-73 mengatakan, tentunya tantangan baru harus dihadapi koperasi, dengan mengubah cara berbisnis pemanfaatan teknologi digital dan inovasi produk.

Ia menjelaskan, inisiatif dan inovasi ini dilakukan untuk penguatan dan modernisasi koperasi. Ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh UMKM. Yaitu, melakukan perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang memungkinkan koperasi bisa mengakses pasar yang luas, pembiayaan serta pengembangan kapasitas usaha seluas-luasnya.

Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyusun strategi nasional UMKM dan Koperasi. Dalam pelatihan, pendidikan dan pendamping koperasi memanfaatkan ekosistem digital. Penyediaan infrastruktur dasar digital dapat diinisiasi oleh pemerintah, pemerintah daerah atau konsorsium usaha baik swasta maupun BUMN.

“Turbulensi ekonomi masa pandemi Covid-19 memberi pembelajaran berharga bahwa koperasi sektor keuangan atau simpan pinjam sangat rentan dan mudah terkontraksi oleh eskalasi tersebut. Perlu disiapkan sistem pengawas dan penjamin simpanan di koperasi, agar bisa memberi rasa aman bagi mereka yang menaruh simpanan atau investasi di koperasi,” tandasnya. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional