Menu

Koperbam Dukung PPKM Mikro, Pelabuhan Telukbayur Rawan Penyebaran Virus

  Dibaca : 92 kali
Koperbam Dukung PPKM Mikro, Pelabuhan Telukbayur Rawan Penyebaran Virus
ARAHAN—Ketua Koperbam Telukbayur Chandra saat memberikan arahan rapat terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan, Kamis (8/7).

PADANG, METRO–Pelabuhan Telukabyur meru­pajan pelabuhan Internasional yang banyak disinggahi kapal asing dan para awak kapalnya, sangat besar kemungkinan akan membawa Virus Covid-19 de­ngan varian delta. Seperti kita ketahui bahwa varian Delta ini sudah masuk ke Indonesia, dan Sumbar terancam  akan di­masuki. Untuk itu kebijakan pemerintah untuk melakukan Pelaksanaan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM) yang sudah ditabuh sejak Rabu (7/7) hingga 21 Juli yang akan datang, sangat kita dukung.

Apalagi TKBM Koperbam Telukbayur yang memiliki ang­gota sekitar 616 orang, tiap hari bersentuhan langsung di la­pangan. Untuk itu pengurus Koperbam Telukbayur dan  ang­gota mendukung dan merapat­kan barisan untuk memerangi virus Covid-19 dengan varian Delta itu, tentu  saja dengan mematuhi aturan yang berlaku.

“Sekali saya tekankan ke­pada anggota yang akan m­ela­kukan aktivitas, tetap waspada, gunakan Alat Pelindung Diri (APD), patuhi protokol kese­hatan dan safety kelengkapan kerja,” tegas Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, didampingi Sekretaris Nursal Uce M, SH, Bendahara Usman Z, Ketua BP Paiman, dan anggotanya Sa­man­huri kepada POSMETRO kemarin.

 Disebutkan Chandra, tren perkembangan kasus Covid-19 belakangan membuat peme­rintah mengambil kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah menetapkan kebi­jakan melalui instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat.  “Perlu dipahami saat ini kita kembali menerapkan tahapan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19,”  tegasnya.

Nah untuk kawasan Pela­buhan Telukbayur, menurut informasi yang diperoleh ke­marin, ada enam orang Anak Buah Kapal (ABK) yang baru saja masuk ke Pelabuhan Telukbayur. Meraka ini terindikasi Covid-19. Untung saja tim kesehatan pela­buhan cepat  tanggap, sebe­lum menginjak kakinya di pela­buhan, mereka dibawa langsung ke salahsatu rumah sakit di Padang untuk menindak­lan­jutinya.

“Ini suatu contoh bagi dan bentuk kewaspadaan kami teha­dap orang asing yang baru da­tang menginjakan kakinya di pelabuhan. Meski demikian,  ditengah badai covid-19 ini akti­vitas bongkar muat tetap ber­jalan. Keselamatan orang adan barang perlu dikede­pan­kan,” ingat Chandra.

Selain itu yang lebih penting pada suasana ini yang kita butuhkan di Pelabuhan Te­lu­kabyur itu adalah kenyamanan, serta dengan suasana asri me­nuju pelabuhan Telukbayur yang terindah. Untuk men­ciptakan ini, perlu suasana yang nyaman dengan tetap meme­rangi para pelaku pungutan liar alias pungli.

“Pelaku pungli ini sangat merusak sekali terhadap rasa kenyamanan pelabuhan kita. Untuk itu semua unsur yang ada di kawasan pelabuhan Teluk­bayur merapatkan barisan. Pe­rangi pungli dan ciptakan rasa nyaman di Pelabuhan Teluk­bayur,”ajak Chandra. (ped) 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional