Menu

Koperasi Berbasis Kerakyatan jadi Prioritas, Petani dan Pedagang Kecil Ikut Dibantu

  Dibaca : 95 kali
Koperasi Berbasis Kerakyatan jadi Prioritas, Petani dan Pedagang Kecil Ikut Dibantu

SOLOK, METRO
DPRD Kota Solok mengingatkan dinas terkait untuk terus melakukan pembinaan berkesinambungan terhadap koperasi. Apalagi disaat sekarang cukup banyak koperasi yang mengalami kesulitan.

”Kami dari lembaga DPRD akan terus mendorong dan memperhatikan keberadaan koperasi di Kota Solok.

Ketua sementara DPRD Kota Solok, Bayu Kharisma, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi serba usaha BKMT mengatakan, koperasi merupakan salah satu lembaga keuangan yang beranggotakan perorangan atau badan hukum. Tujuannya untuk mensejahterakan anggotanya.

Salah satu peran koperasi adalah membangun dan mengembangkan ekonomi anggota. Ia berharap kepada seluruh anggota untuk bisa mengikuti setiap kali RAT diselenggarakan, karena forum itu merupakan forum untuk menentukan arah kebijakan koperasi kedepan, dan karena anggota koperasi merupakan pemilik dan pengguna jasa koperasi.

Berbagai program harus segera dilakukan, baik dalam bentuk pembinaan maupun pelatihan guna mewujudkan koperasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga sehat.

Kepala Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan dan UMKM Kota Solok, Bujang Putra mengatakan, pihaknya sudah mengagendakan beberapa pelatihan untuk koperasi, tahap pertama di tahun 2021, pihaknya akan memprioritaskan dulu koperasi yang masih aktif.

”Sebab selama pandemi, banyak koperasi yang mengalami kesulitan. Maka itu, perlu langkah untuk mendorong koperasi yang masih aktif agar tetap bertahan,” katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Koperindag Kota Solok, hingga saat ini ada sebanyak 59 koperasi yang terdaftar atau ada penambahan 1 koperasi dari tahun lalu yang hanya berjumlah 58 koperasi. Total anggota keseluruhan koperasi mencapai 8.872 orang, atau 11 persen dari 74.241 jiwa (sensus BPS Kota Solok 2019) penduduk Kota Solok tergabung dalam koperasi.

”Yang menjadi pokok perhatian kita awal tahun ini yakni koperasi berbasis kerakyatan seperti koperasi serba usaha dan simpan pinjam yang anggotanya notabene kebanyakan petani dan pedagang kecil,” ungkapnya.

Pihaknya memiliki kewajiban untuk mendampingi dan memberikan pengawasan terhadap puluhan koperasi di berbagai bidang. Apalagi selama pandemi banyak aktifitas koperasi yang tidak berjalan dengan semestinya. Sehingga dikhawatirkan akan ada penambahan koperasi non aktif.

Lebih lanjut, salah satu momok terbesar yang sering menjadi kendala bagi koperasi di Kota Solok, yakni persoalan akuntansi dan manajemen keuangan, maka itu banyak anggota, pengurus maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya koperasi.

Banyak pengurus kesulitan mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang menjadi keharusan koperasi setiap tahunnya, kemudian vakum bertahun-tahun tidak menjalankan usaha, akhirnya terlantar dan dibubarkan. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional