Close

Kontroversi Kasus AKP Robin, KPK Mengeklaim Sulit Ada Main Perkara di Internal

Juru Bicara KPK Ali Fikri.

JAKARTA, METRO-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki sistem berlapis yang me­nutup kemungkinan sebuah perkara bisa dihentikan atau dimainkan. Atas alasan itu, KPK mengaku lembaga antirasuah mustahil memainkan sebuah perkara.

“Untuk pemahaman bersama, penanganan per­kara di KPK sangat berlapis dan ketat. Melibatkan banyak personel dari berbagai tim, lintas satgas, maupun unit, baik penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Ra­bu (13/10).

Oleh karena itu, pria berlatar belakang jaksa ini menegaskan penanganan perkara di KPK tidak dilakukan sendirian. Setiap ta­hapan perkara yang berjalan di KPK juga ditangani dengan banyak tim berbeda.

“Sistem tersebut membuat orang per orang tidak memungkinkan bisa me­ngatur sebuah perkara,” ujar Fikri.

Selain itu, Fikri menjelaskan pemantauan pe­nanganan perkara dilakukan dengan ketat. Pemantauan perkara bukan ha­nya dilakukan oleh kepala satuan tugas, tetapi dipantau juga oleh direktorat sampai pimpinan. “Artinya dalam satu tim saja sangat mustahil dapat mengondisikan perkara agar ti­dak berlanjut, terlebih sampai pada tingkat di­rektorat, kedeputian, bah­kan sampai pimpinan,” tutur Fikri.

Oleh karena itu, KPK meyakini mantan penyi­diknya dari Polri AKP Ste­panus Robin Pattuju berbohong mengaku bisa menutup perkara. KPK menegaskan hal itu mustahil dilakukan oleh Robin.

“Kami tak bosan meminta masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati. Penipuan dan pemerasan dengan modus untuk me­ngurus perkara di KPK marak terjadi,” tutur Fikri. (tan/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top