Menu

Konsumen Harus Waspada! Tera Ulang SPBU Kedaluwarsa

  Dibaca : 1228 kali
Konsumen Harus Waspada! Tera Ulang SPBU Kedaluwarsa
Komisioner KPU Kabupaten Solok foto bersama dengan kandidat calon kepala daerah dengan masing-masing nomor urut pada Pilkada Serentak, 9 Desember mendatang.
SPBU tabing

Meski sudah habis masa atau batas waktu tera ulang per Kamis (03/09), namun hingga Minggu (06/09/2015) siang, striker tera ulang yang sudah kedaluwarsa itu masih dipasang di mesin SPBU 14-251-510 Tabing.

TABING, METRO–Stiker tera ulang kedaluwarsa masih terpasang di mesin pengisi Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) 14-251-510 Tabing, Minggu (6/9). Dalam stiker yang diterbitkan oleh UPTD Balai Metrologi tersebut masa berlaku tera ulang yang berakhir pada Kamis (3/9) lalu.

Striker tera ulang itu membuat sejumlah pengendara yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM), Minggu siang, jadi bingung dan bertanya-tanya. ”Lai aman ko,” begitu kalimat yang dilontarkan salah seorang pengendara motor, saat mengisi premium.

Begitu yang diungkapkan oleh salah seorang konsumen, Miko (35) yang mengisi Premium di SPBU  tersebut. Dia malah mempertanyakan kebenaran ukuran BBM yang diisi petugas SPBU ke setiap kendaraan.

”Dalam stikernya, masa berlaku sudah habis. Tapi kenapa masih saja SPBU ini beroperasi. Berarti ini patut dipertanyakan, apakah masih betul takaran BBM per liter. Jangan sampai itu sudah kedaluarsa dan merugikan orang yang mengisi BBM,” ujarnya usai melakukan pengisian BBM, Minggu (6/9) siang.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Pengawas SPBU 14-251-510 Tabing, Jafril mengakui stiker yang terpasang di 10 mesin pompa yang ada di SPBU Tabing belum diganti oleh Balai Meteorologi sebagai pihak yang melakukan tera ulang. Padahal, tera ulang tersebut telah dilakukan, pada Kamis (3/9) dan Jumat (4/9).

”Tera ulang telah dilakukan oleh UPTD Balai Metrologi selama dua hari. Hari pertama menguji pompa solar dan bensin dan hari keduanya menguji pompa pertamax. Namun, hasilnya pengujian itu belum keluar. Makanya belum keluar stiker hasil tera ulang tersebut,” ujar Jafril, kemarin.

Dikatakannya, hasil pengukuran tera ulang diperkirakan keluar seminggu setelah dilakukan pengkajian oleh UPTD Metrologi. Makanya, hingga saat ini sebelum hasil keluar, stiker yang baru belum dipasang. ”Kalau nanti hasilnya sudah keluar, pasti dipasang yang barunya. Sekarang masih yang lama dan tertera sudah habis masa berlakunya,” jelas Jafril.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar yang juga membawahi UPTD Metrologi, Mudrika mengatakan, jika telah dilakukan tera ulang, maka UPTD Metrologi harus segera memasang stikernya. Karena itu, ia berjanji akan segera melakukan pengecekan ke SPBU 14-251-510 Tabing dan UPTD Metrologi.
”Seharusnya kalau sudah ditera ulang, stiker langsung dipasang. Ini kan membuat masyarakat menjadi ragu. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan, tera ulang harus dilakukan kepada semua SPBU yang tujuannya BBM yang dijual sesuai dengan takaran. Sehingga, konsumen tidak merasa dirugikan. Tapi, kalau stiker tersebut masih belum dipasang, maka masyarakat akan merasa dirugikan dan tidak percaya dengan SPBU.

Meski demikian, bukan berarti jika stiker tersebut belum dipasang tidak, SPBU tersebut tidak boleh beroperasi. ”Ya boleh lah SPBU itu beroperasi. Kalau tidak beroperasi, yang rugi kan pemilik SPBU juga,” tegas Mudrika. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional