Close

Konstruksi Bangunan Pasar Pariaman Ramah Lingkungan

TURUN LAPANGAN— Wali Kota Pariaman Genius Umar saat turun lapangan melakukan peninjauan berkesempatan foto bersama. (efa nurza/posmetro)

PARIAMAN, METRO – Wali Kota Pariaman H Genius Umar mengatakan konstruksi bangunan Pasar Pariaman yang akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini memiliki konsep gedung ramah lingkungan atau green building.

”Saat ini proses pembangunan pasar tersebut sedang perbaikan perencanaan agar pasar tersebut ramah lingkungan,” kata Wali Kota Pariaman Genius Umar didampingi Kadis Kominfo Kota Pariaman Hendri Chaniago.

Dengan konsep gedung ramah lingkungan tersebut maka banyak manfaat yang ditimbulkan mulai dari hemat energi listrik, penggunaan air, dan penyaluran limbah.

Dikatakan, hemat energi listrik tersebut yaitu walaupun lampu pasar itu padam namun aktivitas jual beli masih bisa berlangsung karena sistem pencahayaan yang digunakan sehingga di dalam gedung tetap terang. ”Bahkan bangunan tersebut juga dapat menyerap air hujan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, bangunan pasar tersebut juga ramah gempa guna mengantisipasi bencana gempa dan tsunami yang berpotensi menimpa daerah itu.

Lebih jauh dikatakan, pasar berkonsep gedung ramah lingkungan tersebut pertama di Sumbar sehingga pihaknya meminta dukungan dari semua pihak agar pembangunannya berjalan lancar.

Kemudian, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Pariaman Dasmaniar mengatakan dana pembangunan pasar tersebut dari APBN senilai Rp102 miliar. ”Saat ini pembangunan Pasar Pariaman telah memasuki tahap lelang manajemen konstruksi senilai Rp3,3 miliar,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan pembangunan konstruksi pasar tersebut diperkarakan dikerjakan selama sembilan bulan sehingga pengerjaannya merupakan tahun jamak.

Sementara itu pembangunan Pasar Pariaman di Kota Pariaman telah memasuki masa lelang untuk manajemen konstruksi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR senilai Rp3,3 miliar. ”Pembangunannya tinggal menunggu proses di kementerian. Pembangunan tersebut dikerjakan multiyear atau tidak dapat dikerjakan dalam satu tahun karena sempitnya waktu pelaksanaan dalam tahun ini,” tandasnya. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top