Menu

Konsolidasi Bundo Kanduang se-Sumbar, Bahas dan Cari Solusi Permasalahan Aktual

  Dibaca : 91 kali
Konsolidasi Bundo Kanduang se-Sumbar, Bahas dan Cari Solusi Permasalahan Aktual
FOTO BERSAMA— Bupati Solsel Muzni Zakaria, Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Ketua Bundo Kanduang Solsel foto bersama saat konsolidasi bundo kanduang se-Sumbar di Solsel. (afriadi nursal/posmetro)

SOLSEL, METRO – Konsolidasi Bundo Kanduang se-Sumbar dilaksanakan di Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Ini merupakan konsolidasi pertama di tahun ini, di mana kegiatan itu dibuka Bupati Solsel H Muzbi Zakaria bertempat di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati, Kamis (10/10).

H Muzni Zakaria mengharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian Bundo Kandung terhadap nilai, fungsi dan peran Bundo Kandung di Minangkabau dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas dalam mengaplikasikan Adaik Basandi Sayarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Semoga dengan adanya pertemuan ini, peran bundo kanduang semakin nyata. Bundo kanduang yang bukan saja hanya terdaftar sebagai pengurus, tetapi harus mengetahui fungsi dan posisinya di tengah masyarakat,” ujar Muzni.

Dia menjelaskan, peran bundo kanduang di tengah-tengah masyarakat sangat besar, saat ini hampir segala persoalan kaum dan penyelesaiannya berpulang kepada bundo kanduang. “Maka dari itu, penting kiranya ibu menjadi tempat bertanya, ditiru, dan menjadi teladan lingkungan keluarganya,”ungkap Muzni.

Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Puti Reno Raudha Thaib mengebutkan, konsolidasi ini merupakan wadah bagi bundo kanduang se Sumatera Barat dalam mencari solusi atas persoalan yang ada. Dimana, saat ini ada kerancuan di tengah-tengah masyarakat tentang pengertian bundo kanduang.

Menurut sejarah bundo kanduang adalah sebutan bagi seorang raja perempuan di Kerajaan Pagaruyuang. Sedangkan menurut mitologi atau kaba dalam masyarakat minangkabau dimana kaba itu sudah diyakini dan hampir semua mengenal kaba itu. Yaitu kaba cindua mato, nama bundo kanduang adalah nama raja perempuan yang sangat terhormat, kekuasaannya melebih kekuasaan raja.
Dalam kehidupan sosial, bundo kanduang adalah panggilan bagi individu perempaun di Minangkabau yang sudah menikah dan sudah mempunyai anak, yaitu ibu. “Perempuan minangkabau yang belum punya suami, belum dapat dipanggil sebagai bundo kanduang,”sebut Puti.

Sementara itu, Bundo kanduang dalam adat adalah perempuan pertama yang berada di dalam kaumnya. Ia mengatakan, bundo kanduang dalam pengertian adat ini yang akan dikuatkan perannya dalam masing-masing kaum melalui konsolidasi ini.

Dimana salah satu peran kedudukan bundo kanduang dalam kaumnya adalah menjadi perekat pendamai dari anggota kaum yang merasa tersisih. Ia mengatakan, organisasi bundo kanduang berbeda dengan bundo kanduang adat, karena organisasi bundo kanduang diangkat, sedangkan bundo kanduang adat tidak ada yang mengangkat, karena mereka langsung tumbuh dalam kaumnya.

Jadi tugas bundo kanduang organisasi adalah memberikan penguatan dan fasilitasi terhadap bundo kanduang adat. Jadi tidak bisa mengambil peran bundo kanduang adat.

“Bundo kanduang organisasi, itu cupak buatan, sedangkan bundo kanduang adat itu cupak asli,” ujar Puti.

Ketua Bundo Kanduang Solsel, Nur Aisyah mengatakan, bundo kanduang minang bisa menjadi pelopor Persatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

“Bundo Kanduang Bisa menjadi pelopor Persatuan NKRI kalau menjalankan fungsinya, karena dalam kaum Ia telah menjadi perekat dan pendamai anggota Kaum yang berselisih,”sebutnya.

Perempuan Minang harus mengerti dengan adat istiadat, mengerti ajaran agamanya, cerdas dan berwawasan luas,serta beriman dan bertaqwa, untuk itu mulai sekarang perempuan Minang harus berbenah diri untuk kemaslahatan bersama.

Ia melanjutkan selain memperat silaturahmi, salah satu tujuan dilaksanakannya Konsolidasi Bundo Kanduang se Sumbar adalah dapat membahas dan mencari solusi secara bersama permasalahan-permasalahan aktual.

“Dalam pertemuan ini, kami menginventarisasi permasalahan aktual yang terjadi ditengah masyarakat terutama yang dapat merugikan tatanan adat Minangkabau,” kata Puti.

Hadir dalam acara tersebut Ketua GOW Solsel Ny Ayu Abdul Rahman, Ketua MUI Buya Syarkawi, Perwakilan Polres, sejumlah organisasi wanita, serta Ketua dan rombongan Bundo Kanduang se Sumbar. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional