Menu

Komunitas Padang Kuno Lahirkan Kios Baca

  Dibaca : 132 kali
Komunitas Padang Kuno Lahirkan Kios Baca
KIOS BACA— Ratusan buku sudah tersedia di kios baca yang didirikan oleh Komunitas Padang Kuno.

ADINEGORO, METRO
Perda Perpustakaan dan Minat Baca Pustaka saat ini merupakan tempat bagian budaya literasi membaca, menulis bahkan berdiskusi. Tapi kondisi bencana non alam mengakibatkan minat baca ada persoalan baik segi kuantitas maupun kualitas.

Komunitas Padang Kuno merupakan tempat wadah untuk berkreasi secara swadaya. Maka lahirlah kios baca sejak 2019 lalu di Padang. Saat ini ada ratusan buku. Kios disulap jadi tempat baca. Tujuan hanya satu, ingin menularkan semangat minat baca khususnya kalangan generasi muda.

“Saat ini kita akan melaksanakan webinar di zoom secara gratis kepada masyarakat, pemerhati literasi, pustakawan dan sebagainya. Kegiatan itu dilaksanakan Jumat, 28 Agustus 2020, kita laksanakan dengan narasumber antara lain Firdaus jurnalis dari Rakyat Sumbar, Drs Januarisdi,MLIS, Dewan Perpustakaan Sumatera Barat, Muhammad Guntara Anggota DPRD Pasaman Barat dan Eko Kurniawan dari Komunitas Padang Kuno,” ujar Koordinator Komunitas Padang Kuno, Eko Kurniawan, Kamis (27/8).

Aktivis pers mahasiswa PPMI Padang itu juga berharap agar Peraturan Daerah (Perda) perpustakaan tidak sekadar bentuk macan di kertas, tapi ompong dalam bentuk penerapan aturan di tengah masyarakat. Saat ini di Indonesia sudah mulai ada Perda Perpustakaan sejak lahirnya UU No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Semangat UU ini juga melahirkan Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2014 tentang Perpustakaan.

“Adanya perda tentu disambut baik masyarakat penggiat literasi, pustakawan dan segenap komunitas masyarakat. Tapi, jika perda sekadar pemenuhan kehendak pihak tertentu tanpa koordinasi menuju literasi membaca, menulis dan berdiskusi tentu marwahnya masih kurang,” tukasnya.

Saat ini di Kota Padang sudah ada Perda No 2 Tahun 2018 Tentang Perpustakaan. Keberadaan Perda bagi sebagian kalangan masyarakat masih dibilang minim sosialisasi. “Saya sendiri baru tahu adanya Perda setelah diberitahu agenda webinar ini. Apa saya kurang informasi atau tak ada sosialisasi ?,” kata Firdaus, salah seorang narasumber webinar yang juga jurnalis koran Rakyat Sumbar.

Beberapa daerah di Indonesia yang telah ada punya Perda Perpustakaan, antara lain Kepri, Kabupaten Bandung, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Tabalong, Kota Pekalongan, Kabupaten Bantul, DKI Jakarta, Yogyakarta, Kota Padang dan Kabupaten Temanggung. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional