Menu

Komplotan Perampok Beraksi di Jalan Rusak

  Dibaca : 995 kali
Komplotan Perampok Beraksi di Jalan Rusak
PERAMPOK DITANGKAP—Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan memperlihatkan bukti dari penangkapan enam orang komplotan rampok yang memanfaatkan jalan rusak untuk beraksi dengan modus gembos ban dan pecah kaca mobil.

SIJUNJUNG, METRO
Selain memicu kecelakaan lalulintas, jalan rusak di Kabupaten Sijunjung kini mengundang tindak kriminal. Seperti yang terjadi di Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Komplotan perampok lintas provinsi memanfaatkan jalan rusak untuk memasang ranjau paku untuk menggemboskan ban mobil korban yang sudah menjadi target.

Saat korban berhenti untuk mengganti ban mobilnya yang bocor akibat ranjau, komplotan rampok itu kemudian memanfaatkan kelengahan korbannya untuk mengambil uang atau barang berharga yang ada di dalam mobil. Hebatnya, semua aksi yang dilakukan oleh komplotan yang berjumlah enam orang ini dilancarkan dengan perencanaan terukur.

Hasil dari introgasi petugas, komplotan spesialis gembos ban dan pecah kaca mobil tersebut pernah beraksi beberapa kali di Sumbar dan Jambi. Dua kali di Kota Padang, satu kali di Padang Panjang, hingga pertualangan mereka terakhir kali di Sijunjung saat aksi mereka dipergoki masyarakat setelah melarikan uang Rp76 juta milik toke ternak sapi, pada Sabtu (3/4).

Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan mengatakan, pelaku beraksi dengan mengintai korbannya yang menjual sapi di Pasar Ternak Pelangki. Saat korban kembali, pelaku membuntuti mobil korban. Satu pelaku yang mengunakan sepeda motor Satria FU, terlebih dahulu mencari jalan rusak untuk memasang paku.

“Ketika korban terjebak dan mengalami kempes ban lima pelaku lainnya menggunakan mobil Daihatsu Xenia mulai beraksi. Pada saat itu pelaku mengambil tas berisi uang senilai Rp55 juta dan selanjutnya kabur menggunakan mobil Xenia tersebut,” katanya AKBP Andry didampingi Wakapolres Kompol Andi Sentosa dan Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jaelani, kepada wartawan, Senin (5/4).

Ditambahkan AKBP Andry, setelah mendapatkan laporan adanya aksi perampokan itu, pihaknya langsung bergerak ke lapangan melakukan penyelidikan hingga didapatkanlah nomor kendaraan pelaku dan kemudian dilakukan pengejaran.

“Mobil Xenia yang berisikan lima pelaku tersebut dihadang petugas di Desa Koto Panjang, Kecamatan Koto VII. Ketika laju mobil dihadang, tiga pelaku di antaranya melompat dari mobil dan dua pelaku lagi terus melaju ke Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung. Tiga pelaku yang melompat berhasil diamankan setelah dilumpuhkan dengan timah panas. Selanjutnya kami kembali melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya,” jelasnya.

Hasil pengejaran, dijelaskan AKBP Andry, pihaknya kembali berhasil menemukan mobil Xenia itu di kebun warga. Tak butuh waktu lama, petugas juga menangkap dua pelaku lainnya. Setelah menangkap lima pelaku, dari hasil pemeriksaan, ternyata ada seorang pelaku lagi, saat bersaksi membawa sepeda motor dan sempat melarikan diri ke arah Kota Padang.

“Namun pelaku yang menggunakan sepeda motor kembali berputar arah arah Sijunjung. Pelaku pun berhasil diamankan saat melintas Sijunjung yang rencananya mau kabur ke Jambi,” ujar AKBP Andry.

Ditegaskan AKBP Andry, para pelaku merupakan pemain lama dan sudah lihai beraksi di lintas provinsi. Bahkan para pelaku merupakan residivis yang sudah pernah mengenyam dinginnya jeruji besi. Bahkan, di antara mereka sudah ada yang residivis tiga kali dengan kasus yang sama.

“Penangkapan para pelaku berhasil dilakukan dalam kurun waktu 12 jam setelah kejadian. Dari tangan pelaku kita amankan uang berjumlah Rp55 juta. Selain itu sejumlah perlengkapan yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya. Pengembangan masih dilakukan untuk mencari tahu TKP dan mungkin saja ada pelaku lainnya yang masih belum tertangkap. Kita akan kordinasi dengan Polres lain dan Polda Jambi terkait pengembangan ini,” ujar Andry Kurniawan.

Enam pelaku yang diamankan masing-masing bernama Edi Lambau (55) warga Koto Baru, Dharmasraya, merupakan residivis Curat dan berperan memberikan gambaran target kepada pelaku lainnya. Sarbaini (52) alamat Jambi, residivis Curat, berperan sebagai penghubung yang berkordinasi dengan para pelaku lainnya. Rori Irawan (41) warga Jambi, merupakan residivis tiga kali. Pelaku yang bekerja sebagai security ini merupakan otak komplotan sekaligus eksekutor dan membawa pelaku lainnya dari Jambi.

Selanjutnya, Muchsin (49) asal Jambi, seorang residivis kasus narkoba. Berperan sebagai pengendara sepeda motor untuk meletakkan ranjau di bawah ban mobil yang sudah jadi target, sekaligus membuntuti korban. Syahanir (56) asal Jambi, berperan mengawasi target dan masyarakat sekitar. Kemudian Riki Kalbes (42) asal Jambi, bertugas mengelabui pelarian usai aksi pencurian.

“Atas perbuatan tersebut, para pelaku kita jerat pasal 363 KUHP, 362 dan pasal 55 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Mereka (pelaku) ini sudah spesialis. Datang ke Sumbar hanya untuk merampok. Maka dari itu kita imbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada, agar terhindar dari tindakan kejahatan. Kita tidak boleh under estimate untuk keselamatan,” imbau Andry Kurniawan. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional