Close

Komplotan Penjahat Asal Medan Larikan 3 Ton Beras, Pelaku Sewa Toko Biar Meyakinkan, Korban Dibawa ke ATM malah Diturunkan di Pinggir Jalan

GELAPKAN BERAS— Tujuh penjahat asal Medan yang menggelapkan 3 ton beras usai menipu pengusaha, ditangkap jajaran Polsek Koto Tangah. Selain itu, Polisi menyita satu unit truk dan mobil Avanza.

PADANG, METRO–Tujuh penjahat asal Medan, Sumatra Utara yang melakukan penipuan dan penggelapan 3 ton beras ditangkap jajaran Polsek Koto Tangah, setelah melakukan pengejaran hingga ke Kabupaten Pasaman. Diketahui, komplotan ini beraksi di Kota Padang.

Hebatnya, komplotan ini dalam menjalankan aksinya, sudah terlebih dahulu membuat rencana yang matang. Bahkan, untuk meyakinkan korbannya, pelaku  menyewa sebua ruko untuk dijadikan gudang beras, sehingga korban yakin kalau pelaku menjalankan bisnis jual beli beras.

Korban yang mendapatkan pesanan pembelian beras secara online, tanpa rasa curiga mengantarkan beras 3 ton ke ruko yang disebut pelaku sebagai gudang beras miliknya. Korban pun selanjutnya dibawa oleh salah seorang pelaku untuk mengambil uang di ATM.

Saat itulah, pelaku lainnya memindahkan beras yang diantar korban ke dalam truk yang sudah mereka persiapkan lalu dibawa kabur. Sedangkan korban yang dibawa pelaku untuk mengambil uang, malah diturunkan secara paksa oleh pelaku di pinggir jalan, hingga korban pun melapor ke Polsek Koto Tangah.

Menindaklanjuti laporan korban Azwar (40), jajaran Polsek Koto Tangah langsung melakukan perburuan terhadap komplotan itu hingga berhasil ditangkap saat membawa beras hasil penggelapan itu di perjalan menuju Sumatra Utara, tepatnya di Kabupaten Pasaman.

Tujuh pelaku yang ditangkap masing-masing bernama Pamuji  Sugiarto (35), Rudi Handoko, (33),  M Harmoko, (37),   Chairil Anwar (35), Jaka Edi Purnomo, (33),  Sri Wito  (29) dan   Miswoyo (36). Dalam penangkapan itu, petugas menyita barnag bukti truk Colt Diesel berisi 3 ton beras dan satu unit mobil Toyota Avanza.

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, melalui Kapolsek Kototangah AKP Afrino mengatakan, aksi penipuan dan penggelapan beras itu terjadi pada Rabu (1/12) malam.  Awalnya, pelaku  Pamuji  Sugiarto (35) memesan beras sebanyak tiga ton kepada korban secara online.

“Setelah terjadi kesepakatan, korban bersedia mengantarkan beras ke alamat  yang telah ditentukan pelaku Pamuji di kawasan Maransi, dekat Kampus UBH , Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah. Ternyata komplotan ini menyewa satu ruko,” ujar Afrino, Minggu (5/12).

Dikatakan AKP Afrino, setelah beras diantar korban ke ruko yang disewa pelaku Pamuji Sugiarto, pelaku lainnya memindahkan beras yang dibawa korban ke dalam ruko. Pelaku Pamuji selanjutnya mengajak korban ke ATM dengan maksud mengambil uang untuk pembayaran beras.

“Sementara enam pelaku lain memindahkan beras ke truk untuk dibawa ke Medan, Sumatera Utara malam itu juga sekitar pukul 19.00 WIB. Sedangkan korban yang dibawa oleh Pelaku Pamuji malah ditinggilkan di pinggir jalan. Merasa tertipu, korban langsung melapor ke Polsek Koto Tangah,” ungkap AKP Afrino.

Laporan kemudian ditindalanjuti dan tim Opsnal dipimpin langsung Kapolsek Kototanga AKP Afrino, menuju ruko yang disewa pelaku. Saat itu, pelaku Pamuji berhasil dibekuk di dalam ruko. Sementara enam  pelaku lain kabur dengan truk bermuatan beras ke  Kota Medan.

“Mengetahui enam pelaku lain menuju Medan, Kamis (2/12) tim dengan senjata lengkap  kemudian berangkat melakukan pengejaran. Alhamdulliah, upaya kita tak sia-sia. Kita berhasil meringkus enam  pelaku lain termasuk satu unit truk dan Avanza,” sebut AKP Afrino .

Dijelaskan AKP Afrino, penangkapan terhadap enam pelaku lainnya ini dilakukan di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Saat ini ketujuh pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Koto Tangah. Selain itu, pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Kita masih mengembangkan kasus ini. Apakah hanya korban   Azwar saja yang dijadi korban komplotan ini, atau ada yang lain di wilayah hukumk Polresta Padang atau Polda Sumbar. Penyidik masih melakukan penyelidikan,” tegas AKP Afrino. (ped)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top