Menu

Komplotan Pencuri Asal Penyabungan Sumatera Utara Dibekuk, Sasar Emak-emak Belanja di Pasar

  Dibaca : 351 kali
Komplotan Pencuri Asal Penyabungan Sumatera Utara Dibekuk, Sasar Emak-emak Belanja di Pasar
KOMPLOTAN— Empat wanita dan satu orang pria asal Penyabungan, Sumatera Utara diamankan Polsek Suliki lantaran diduga sebagai komplotan pencurian yang terjadi di Pasar Limbanang, Kecamatan Suliki, Limapuluh Kota, Kamis (8/7).

LIMAPULUH KOTA, METRO–Empat orang wanita dan Seorang pria asal Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, beraksi melakukan pencurian di daerah Guguak dan Pasar Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (8/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi para pelaku diketahui setelah korban pencurian Eljanis (59), seorang ASN Guru asal Jorong Ku­bang Tungkek, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, melapor ke Polsek Suliki, de­ngan Nomor LP/K/09/VII/2021/Sek Suliki, tanggal 08 Juli 2021 Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan. Dimana karena aksi pelaku korban kehilangan HP dan tas jinjingnya robek bekas sayatan benda tajam.

Tidak berselang lama usai menerima laporan korban, Polsek Suliki Iptu Rika Susanto, SH bersama Tim unit Reskrim Polsek melakukan penyelidikan. Dan berhasil meringkus Empat wanita yang diduga telah melakukan pencurian terhadap korban di Pasar Limbanang.

Keempat wanita yang ditangkap masing-masing Em (36), Er (35), Mi (35) dan EA (28), keempatnya berstatus sebagai ibu rumah tangga dan sama sama berasal dari Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandahiling Natal, Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan seorang pria EB (35) pekerjaan So­pir, asal Sarak Matua, Mandailiang Natal.

Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso, S.I.K didampingi Wa­kapolres Kompol Russirwan, melalui Kapolsek Suliki, Iptu Rika Susanto, SH, membenarkan kejadian penangkapan Lima orang pelaku pencurian di Pasar Limbanang. Dimana Empat orang diantaranya Perempuan dan Satu orang pria.

Disampaikan Iptu Rika Susanto, kejadian berawal sewaktu korban pergi berbelanja ke Pasar Limbanang,  bersama dengan rekannya. Setelah selesai belanja, korban berniat untuk pulang ke rumahnya di Kubang Tungkek,  sewaktu di parkiran sepeda motor,  korban berniat untuk me­nelfon, korban berencana mengambil Handphone yang disimpan di dalam tas jinjing Korban, akan tetapi Handphone milik korban tidak ditemukan.

Saat itulah korban melihat tas jinjing milik korban sudah robek akibat sayatan benda tajam, korban baru menyadari bahwa Hand Phone miliknya sudah diambil orang,  akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp.  4.000.000,- (empat juta rupiah).

“Setelah kita mendapat laporan, pada hari itu juga sekitar pukul 14.00 Wib, kita dapat informasi dari Kanit Reskrim Polsek Guguak bahwa Unit Rekrim Polsek Guguak mengamankan 4 orang perempuan yang diduga sebagai pelaku pencurian sepeda di super market dan diketahui masyarakat. Kemudian kita menuju kepolsek Guguak dan kita konfrontir dengan korban dan 4 orang wanita yang diamankan itu mengakui mencuri HP tas jinjing korban,” ungkap Polsek.

Dari pengakuan keeampat wanita itu diketahui merobek tas jinjing korban dengan menggunakan pisau Silet. “Jadi aksi pencurian dilakukan pelaku dengan menggunakan pisau silet untuk menyayat tas dan mengambil isinya yaitu HP. Caranya di senggol, kemudian isinya di oper ke teman secara berantai. Dan pelaku  juga terlibat dengan mengambil Sepeda di Guguak,” sebutnya.

Disampaikan Polsek, mengetahui Empat wanita ditangkap, seorang pria yang bersamanya mencoba kabur kedalam parak perkebunan warga untuk bersembunyi. Dan baru berhasil diamankan pada malam hari sekitar pukul 02.00 Wib dinihari Jumat (9/7).

“Yang prianya diamankan dalam kebun warga sa­at bersembunyi. Dan kita me­lakukan pencarian diban­­tu warga sekitar. Dari penga­kuan pelaku, komplotan ini sudah Dua kali melakukan aksi pencurian di Pasar Limbanang,” ucap Kapolsek.

Dari pengakuan tersangka kepada penyidik, terpaksa mengambil dan mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dan ada satu orang diantara mereka yang sudah berpengalaman dan resedivis dalam kasus yang sama. “Kami semua janda. Jadi dikampung hanya bertani dan kesini kami ada yang menunjukkan jalan. Kemudian rental mobil,” ucapnya kepada penyidik. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional