Close

Komplotan Pembacok 2 Warga Pakai Samurai Ditangkap Kabupaten Padangpariaman, Niat Balas Dendam, tapi Salah Sasaran, Ngelem dan Minum Tuak Sebelum Beraksi

PERLIHATKAN BUKTI— Pimpinan Polres Padangpariaman memperlihatkan barang bukti dari penangkapan sembilan pelaku pembacok dua warga pakai samurai di Sungai Laban pada malam Tahun Baru 2022.

PDG. PARIAMAN, METRO–Kasus pembacokan yang dialami dua warga oleh segerombolan remaja bersamurai di daerah Sungai Laban Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman yang sem­pat viral di media so­sial pada malam tahun baru akhirnya terungkap.

Pasalnya, Satreskrim Porles Padangpariaman berhasil  meirngkus sembilan orang pelaku penganiayan dengan samurai tersebut. Mirisnya, kesembilan pelaku masing-masing berinisial, RG (16) dan RA (17), IE (19), ZDT (19), NA (16), ZRP (16), ME (16), AAF (15) dan HZ (15), mayoritas masih bawah umur dan berstatus pelajar.

Mereka ditangkap di korong Kampung Durian, Nagari Lubuk Alung Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman pada Selasa (4/1) dan Sabtu (8/1). Dari penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan satu bilah  samurai dengan panjang lebih kurang 1 meter dengan gagang warna me­rah.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman AKP Ardiansyah Rolindo mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan sembilan orang pelaku, yang mana  pelaku ini sempat viral di media sosial saat melancarkan aksi penganiayaan yang dilakukan dengan menggunakan samurai pa­da malam pergantian ta­hun baru.

“Awalnya kita tangkap dua orang. Dari hasil pe­ngem­bangan, kita tangkap lagi tujuh orang pada Sabtu (8/1).  Berdasarkan data yang diperoleh dari kasus tersebut jumlah pelaku keseluruhan 20 orang, dan 11 orang lainnya masih dikejar,” kata AKP Ardiansyah Rolindo saat konferensi pers di Mapolres Parangpariaman, Senin (10/1).

Dijelaskan AKP Ardiansyah Rolindo, dari hasil penelusuran, ke-11 pelaku lain yang terlibat, kuat dugaan sudah melarikan diri. Namun, pihaknya akan terus melakukan pengejaran hingga ke-11 orang tersebut ditangkap.

“Saat ini, kesembilan pelaku sudah kita amankan dengan bukti sepeda motor dan satu samurai. Ke­sem­bilan pelaku dikenai Pasal 170 KUHP Ayat (1) (2) ke-1, Pasal 55 Ayat (1) dan Pasal 56 Ayat (1) (2), lalu UU RI No.11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” jelasnya.

AKP Ardiansyah Rolindo mengatakan, pelaku penyerangan dengan samurai itu berasal dari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kasus ini berawal dari ada dua orang teman mereka yang dipukul oleh kelompok anak muda juga. Atas dasar itu mereka melakukan aksi balas dendam terhadap kelompok yang dimaksud.

“Orang-orang itu diketahui komplotan RP CS. Mereka melakukan penganiayaan secara bersama-sama kepada Aditya Wah­yu Dinata umur 17 tahun dan Zal umur 35 tahun  pada malam tahun baru 1 Ja­nuari 2022 di daeah Sungai Laban Kecamatan Nan Sa­baris,  Padang­paria­man,­” ujar AKP Ardiansyah Ro­lindo.

Ditambahkan AKP Ardiansyah Rolindo, namun penganiayaan yang dialami oleh dua orang korban itu, ternyata salah sasaran. Peara pelaku menduga orang yang telah dianiayanya itu yang telah memukul temannya, ternyata tidak. Karena teman mereka itu dianiaya di daerah Ulakan.

“Mereka niatnya mau balas dendam, tetapi dua korban yang mereka ania­ya ini bukan merupakan pelaku yang mengeroyok teman mereka, atau bisa dibilang mereka ini balas dendam tetapi salah sasaran,” katanya.

Ditegaskan AKP Ardiansyah Rolindo, dari hasil pemeriksaan, sebelum me­lan­carkan aksi mereka, para pelaku ini terlebih dahulu mabuk ngelem dan minum tuak, setelah itu baru mereka menyisiri beberapa lokasi untuk mencari pelaku yang memukuli teman mereka.

“Jadi mereka ngelem dan minum tuak dulu sebelum melakukan penyerangan. Sementara kondisi dua korban yang mereka bacok masih menjalani perawatan medis,” tutupnya. (ozi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top