Menu

Komoditi Bibit Pinang Wangi Miliki Mutu Tinggi

  Dibaca : 1270 kali
Komoditi Bibit Pinang Wangi Miliki Mutu Tinggi
Ilustrasi Pohon Pinang

PDGPARIAMAN, METRO
Kabupaten Padangpariaman kembali menorehkan sejarah penting, hal itu setelah diakuinya komoditi bibit pinang wangi asal Sikucur V Koto Kampuang Dalam, Kabupaten Padangpariaman sebagai  bibit pinang unggul lokal bermutu tinggi,  sehingga  selanjutnya layak dan diakui untuk  dikembangkan di daerah lain, baik di Sumatera Barat maupun di Indonesia pada umumnya.

Komoditi bibit pinang wangi tersebut sebelumnya dikembangkan di lahan seluas 2,5 hektare oleh para petani di Nagari Sikucur Barat, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Kabupaten Padangpariaman, yang selanjutnya diakui sebagai Blok tinggi penghasil benih  pinang lokal unggul jenis pinang wangi asal Padangpariaman.

Seperti diakui Kadis Pertanian Tanaman Pangan Pemkab Padangpariaman, Yurisman, dengan diakuinya benih  pinang wangi yang merupakan benih produk unggul lokal Padangpariaman sebagai benih unggul  yang diakui secara nasional, berarti sejauh ini sudah ada enam jenis benih unggul produk lokal yang berhasil mendapatkan pengakuan secara nasional. Termasuk salah satunya benih unggul padi Papanai yang baru saja mendapatkan pengakuan berupa pemberian sertifikat oleh pihak Kementrian Pertanian Pusat.
Demikian pula bibit unggul lainnya yang telah mendapat pengakuan secara nasional, seperti  padi putih papanai, kelapa dalam, jambu biji merah dan dua bibit durian lainnya. Yaitu Talantam Kayu Tanam dan Durian Kunyit di Patamuan.

“Seperti diakui sendiri oleh pak bupati, hal ini tentunya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita di Kabupaten Padangpariaman ini. Terlebih sebelumnya, juga sudah ada lima jenis bibit unggul lokal di Kabupaten Padangpariaman yang mendapatkan pengakuan atau sertifikat secara nasional,” terangnya.

Lebih jauh diakuinya, pengakuan dari pihak Pemerintah Pusat, seperti pengakuan dari  Kementrian Petanian dan sejumlah pihak terkait lainnya, tentunya juga menjadi motifasi tersendiri bagi pihaknya, sehingga ke depannya lebih bersemangat lagi dalam membudidayakan bibit unggul lokal jenis pinang wangi  dimaksud. “Bahkan untuk tahun ini kita berencana sudah siap untuk melepas sekitar 35 ribuan bibit unggul pinang wangi ke pasaran. Jika dikalikan saja harga jual perbatangnya sekitar Rp. 5 ribu rupiah, maka penghasilan yang dicapai oleh petani penangkat bisa diperkirakan hampir mencapai Rp.2 miliar,” terangnya.

Menurutnya, secara keseluruhan luas total area tanaman pinang di Padangpariaman saat ini mencapai 1345 hektar, dengan lahan  produktif sekitar 1236 hektare. Produksi pertahunnya mencapai 401 ton pertahun.

“Seperti diketahui, selama ini tanaman pinang hanya dijadikan sebagai tanaman sela atau sekadar pembatas lahan saja oleh petani kita, maka ke depannya kita akan berupaya mengembangkannya secara massif. Baik itu di lahan lahan perbukitan atau hamparan datar lainnya,” terangnya.

Pihaknya mengaku optimis ke depan prospek pengembangan pinang di daerah ini akan memiliki prospek yang sangat cerah, terlebih mengingat semakin menjanjikannya harga pemasaran komoditi pinang dewasa ini. Demikian pula seiring telah diakuinya bibit pinang wangi sebagai bibit bersertifikat.

“Makanya kita sangat optimis jika ke depan orang akan semakin banyak datang ke Padangpariaman untuk membeli bibit pinang unggul lokal jenis pinang wangi ini. Karena kan bibit pinang wangi asal Padangpariaman ini yang telah  mendapatkan pengakuan  secara nasional,” terangnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Amir

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional