Menu

Komitmen Tanggung Biaya Sampai SMA di Kota Pariaman

  Dibaca : 84 kali
Komitmen Tanggung Biaya Sampai SMA di Kota Pariaman
Wali Kota Pariaman, Genius Umar berdialog langsung dengan Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Genius Umar berdialog langsung dengan Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar. Kegiatan berlangsung secara daring dalam acara Roadshow Politik Kesejahteraan, dengan tema Gus Muhaimin mendengar. Roadshow politik kesejah­teraan yang digelar oleh DPR RI kali ini, Gus Muhaimin (Cak Imin), sapaan akrab pria kela­hiran Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966 silam me­nyapa masyarakat dan Ke­pala Daerah yang ada di Pro­vinsi Sumatera Barat.

Pada kesempatan ini, Genius Umar meminta agar pem­bangunan jalan tol Pekanbaru-Sumatera Barat, dapat kem­bali dilanjutkan, karena pem­bangunan ini nantinya Kota Pariaman akan sangat di­untungkan.

“Dibidang Pendidikan, ka­mi mempunyai program Wa­jar (wajib belajar) 12 tahun, dimana Pemerintah mem­biayai pendidikan dari SD sampai SMA/SMK. Harapan lama sekolah Kota Pariaman 14,54 tahun serta rata-rata lama belajar 10,59 tahun, de­ngan angka melek huruf sebe­sar 99,58 persen,” jelasnya.

Untuk menunjukkan ko­mitmen Pemko Pariaman di bidang Pendidikan, bukan hanya sampai tamat SMA/SMK saja, tetapi juga meng­gratiskan bagi warganya un­tuk menempuh jenjang Per­guruan Tinggi (PT) dalam program Sagasaja (Satu Keluarga Satu Sarjana), dimana meng­kuliahkan anak dari keluarga kurang mampu, pada PT yang ditunjuk atau bekerjasama.

“Saat ini, kita juga menye­rahkan KIP (Kartu Indonesia Pintar), dimana kita serahkan untuk pelajar yang kurang mampu, untuk membeli buku atau sarana belajar lainya, tetapi jumlahnya terbatas, terkait keterbatasan anggaran yang kita punya, untuk itu agar KIP ini hendaknya dapat di­tambah oleh Cak Imim,”  ujar­nya.

Untuk pembiayaan sendiri, kita berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari APBD, Baznas dan CSR Per­bankan/BUMN/BUMD yang ada di Kota Pariaman.  “Setiap tahun, ada 100 orang anak yang kita kuliahkan per tahu­nya sejak dimulai tahun 2018 lalu. Disituasi Pandemi saat ini, sekarang naik menjadi 200 orang, dan kita kewalahan untuk itu, karena itu, pada momen ini, kami meminta agar Gus Muhaimin bisa membantu pembiayaan untuk Sagasaja ini,” katanya.

Kondisi pandemi Covid-19 ini, kata Gus Muhaimin, me­nga­kibatkan semua anggaran tersedot untuk penanganan pandemi, dan pemerintah sudah pada level kesulitan untuk mengatur pembiayaan.  “Tentu akibat yang lebih parah adalah krisis ekonomi, man­deknya seluruh aktivitas eko­nomi, apalagi ketika ada PSBB dan PPKM,” terangya.

Belajar dari pandemi ini, Gus Muhaimin mengatakan bahwa pola pembangunan harus diubah, tidak hanya mengandalkan pemerintah atau negara saja, tetapi me­libatkan semua pihak dan seluruh pemerintah daerah dan potensi yang ada.

“Pasca pandemi ini, bang­sa indonesia, kita semua harus benar-benar mampu melibat­kan semua kekuatan untuk bersama-sama maju, mengu­bah dan memperbaiki kea­daan dengan cepat itu perlu keterlibatan semua kelompok strategis dalam pemba­ngu­nan. Itulah yang disebut pem­bangunan inklusif, politik kese­jahteraan yang inklusif itu yang kita dorong, ada peru­bahan dan tata kerja yang baru,” tuturnya.

Gus Muhaimin juga akan menyampaikan kepada pusat tentang permintaan orang nomor satu di Kota Pariaman ini, bagaimana untuk Pem­bangunan Jalan Tol Pe­kan­baru-Sumbar, dapat dite­rus­kan yang saat ini ditangguhkan kepada Presiden, karena Ja­lan tol ini sangat penting bagi Sumatra Barat umumnya dan Kota Pariaman khususnya.

“Saya juga mengapresiasi program Pemko Pariaman dibi­dang pendidikan, terutama Sagasaja, dimana progam ini merupakan program yang luar biasa, dan kita acungi jempol untuk pak Walikota Pariaman yang memang Genius ini,” tutupnya mengakhiri. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional