Menu

Komisi V Tinjau Pembangunan RSAM dan Korban Banjir Pasaman

  Dibaca : 536 kali
Komisi V Tinjau Pembangunan  RSAM dan Korban Banjir Pasaman
Ketua komisi V sdg membicarakan anggaran pembangunan bersama anggota dewan dan staf komisi V dg Direktur RDUD

Ketua Komisi V DPRD Sumbar Apris sedang membicarakan anggaran pembangunan bersama anggota dewan dan staf Komisi V bersama Direktur RSUD.

Komisi V DPRD Provinsi Sumbar, Jumat (19/2) melakukan kunjungan ke Kota Bukittinggi untuk melihat pembangunan fisik gedung perawatan dan penyakit dalam Cindua Mato RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM), serta kunjungan ke Kabupaten Pasaman untuk melihat korban musibah banjir dan galodo di jorong Lambak dan Ludar, Kecamatan Panti Selatan, Kabupaten Pasaman.

Kunjungan pertama ke Bukittinggi, rombongan Komisi V dengan beranggotakan Apris (ketua), Nofrizon (Wakil Ketua), Irsad Safar, Zusmawati, Achiar ini disambut oleh Direktur RSUD Dr. Achmad Mochtar Ermawati. Anggota Komisi V langsung mengecek gedung Cindua Mato yang sedang dalam proses pembangunan itu.

Berdasarkan keterangan Ermawati, bangunan yang rencananya akan menjadi tempat perawatan dan penyakit dalam tersebut akan dibangun menjadi 5 lantai dengan total anggaran dana Rp128 miliar . Saat ini sudah ada tambahan dana sebesar Rp34 milyar dengan rincian dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rp24 miliar, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp10 miliar.

Saat ini sudah ada sekitar 800 tenaga medis. Dengan kondisi sekarang yang kekurangan itu dokter sub spesialis, seperti sub spesialis bedah kanker dan dokter radiologi atau rontgen, seharusnya masing-masing butuh 2 orang, tetapi yang dimiliki masih satu orang.

Ketua Komisi V Apris Yaman mengatakan, biaya pembangunan RSUD telah dianggarkan dari tahun 2015 sebesar Rp15 miliar. Dia juga mengaku merasa cukup puas dengan hasil kerja yang sudah tampak. Karenanya, 2016 dianggarkan kembali Rp34 miliar, dan diharapkan cepat selesai. Menurutnya, pembangunan RSUD ini manfaatnya paling besar sebagai pemasukan investasi melalui APBD. ”Ini manfaatnya paling besar karena ini pemasukan investasi melalui APBD,” terang Apris.

Dari Bukittinggi, rombongan Komisi V DPRD Sumbar segera menuju lokasi banjir di Jorong Lambak, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Di kantor Bupati Pasaman, rombongan disambut Asisten 1 Dalisman Darsah dan beberapa staf. Kemudian, dilanjutkan menuju lokasi bencana di Jorong Lambak.

Di Lambak, tampak arus air sungai yang masih deras mengalir disertai pasir, kayu dan material lain. Jajaran TNI dan BPBD dibantu masyarakat membenahi wilayah pemukiman yang terkena banjir, dengan bantuan satu unit alat berat ekskavator disertai beberapa truk pengangkut pasir memindahkan puing-puing kayu dan tanah berpasir yang dikeruk.

Rombongan Komisi V melanjutkan ke posko bencana yang tidak jauh dari lokasi banjir. Wakil Ketua Komisi V Nofrizon S.Sos, menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial sebesar Rp39 juta, berupa tenda 50 unit, selimut 300, dan matras 150. ”Ini ada tenda, matras, selimut 300, dengan jumlah total Rp39 juta. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucapnya Nofrizon. Nofrizon mengklaim, bencana tersebut disebabkan penebangan liar. ”Kita tidak bisa dibohongi. Banjir ini pasti karena adanya kegiatan ilegal logging,” tegasnya.

Pihaknya minta kepada pemerintah daerah Kabupaten Pasaman untuk menertibkan perbuatan terlarang tersebut. Selain itu DPRD juga akan menginformasikannya pada Kepala Dinas Kehutanan provinsi. ”Jangan hanya karena keuntungan sesaat, masyarakat menjadi korban,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan agar masyarakat hati-hati dan waspada terus, mengingat daerah tersebut rawan bencana. Sama seperti Agam, Pariaman, Limapuluh Kota, Tanahdatar, Solok Selatan, Dhamasraya. ”Daerah titik bencana itu kita mintak kewaspadaan masyarakat, serta memberikan pengarahan kepada masyarakat,” katanya.

Asisten 1 Pemkab Pasaman Dalisman Darsah menyampaikan, ada 56 rumah terparah yang terkena bencana. Tempat paling parah itu di daerah Lambak dan Lundar, kemudian jalan menuju Muaro Lolo terisolasi oleh longsor. Pihaknya sedang menyusun langkah-langkah penanggulangan bencana.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman, Elvi Wardi mengatakan, ada 2 langkah normalisasi. Pertama, normalisasi prasarana umum oleh BNPB, yang kedua normalisasi air sungai baik Lundar maupun Lambak oleh PU balai V Provinsi Sumbar. Ia juga menambahkan, untuk saat ini bantuan sudah sangat mencukupi. Bantuan yang telah ada menurutnya dari berbagai pihak berupa bahan pokok seperti beras beserta lauk-pauk lainnya seperti ikan sarden, sayur, selimut dan tikar. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional