Menu

Komisi V DPRD Gelar Rapat dengan KONI Sumbar, Dukung KONI Selektif dalam Pengiriman Atlet PON Papua 

  Dibaca : 99 kali
Komisi V DPRD Gelar Rapat dengan KONI Sumbar, Dukung KONI Selektif dalam Pengiriman Atlet PON Papua 
PEMBAHASAN— Pengurus KONI Sumbar dan Dispora Sumbar rapat dengan Komisi V DPRD Sumbar membahas pembinaan dan pengiriman atlet Sumbar ke PON Papua 2021.

PADANG, METRO
Komisi V DPRD Sumbar mendukung KONI Sumbar selektif dalam penentuan atlet Sumbar yang dikirim ke PON XX Papua, Oktober 2021 mendatang. Dalam hal ini atlet yang diboyong ke PON Papua tersebut betul- betul atlet yang berprestasi, yang bisa mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional.

Hal ini terungkap dalam rapat Komisi V DPRD Sumbar dengan KONISumbar di DPRD Sumbar, Rabu (14/10). Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi V, Donizar dari Komisi V DPRD Sumbar dihadiri Maigus Nasir PAN), Nofrizon, Siti Izzati Azis (Golkar), Syahrul Furqan (PAN) dan Gustami.

Selain itu dewan menuntut Koni lebih memprioritaskan atlet putra daerah. Dan mengabaikan putra luar daerah Sumbar, sebab semua ini juga tak terlepas untuk pembinaan putra dan putri daerah Sumbar. Kemudian, yang tak kalah pentingnya Komisi V meminta Koni untuk memperhatikan unsur efesiensi penggunaan anggaran.

“Karena, pelaksnaan PON XX Papua tahun 2021 tersebut dilaksanakan di Papua yang memakan anggaran yang cukup besar ke sana, maka menentukan atlet yang dikirim cukup selektif,” ujar Donizar, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar.

Ketua KONI Sumbar Syaiful SH mengatakan, secara tidak langsung memang ada diskriminasi, akan tetapi secara langsung tidak ada diskriminasi terhadap atlet cabang olahraga (Cabor), berprestasi di bawah binaan Koni. Apalagi, ada unsur suka dan tak suka terhadap Cabor.

“Namun, untuk diketahui perhatian Koni Sumbar bukan didasari unsur suka tak suka, tapi yang membuat diskriminasi masing masing atlet berdasarkan prestasi,” ujar Ketua KONI Sumbar Syaiful SH dalam rapat bersama Komisi V DPRD Sumbar, Rabu (14/10).

Disebutkan Syaiful, sepanjang atlet dari cabor berprestasi yang dipertandingkan di PON, akan tetap menjadi perhatian jika atlet yang bersangkutan berprestasi. Seperti di Cabor dayung yang berprestasi tersebut Harol, Siska dan Rendi di nomor perseorangan dan ketiga atlet ini masuk dalam pembinaan Koni Sumbar. Namun, pihak dayung meminta 39 atletnya dimasukan ke dalam pembinaan atlet menuju PON XX Papua tahun 2021. Saat ini atlet Sumbar yang mengikuti TC sebanyak 132 atlet dari 25 Cabor.

Kadispora Sumbar Bustavidia mengatakan, pihak tidak ada kewenangan dalam hal menyalahkan. Tapi, sepanjang tidak sesuai dengan regulasi maka Dispora akan memberikan peringatan. “Selain  itu menyangkut anggaran tidak sesuai regulasi, maka kami dari Dispora mencoretnya,“ ujar Bustavidia.

Anggota Komisi V Siti Izzati Azis dan Nofrizon sepakat dengan sikap Koni, yang selektif dalam memilih atlet ke PON. Terutama atlet yang mendulang emas, apalagi PON dilaksanakan di Papua di Indonesia bagian timur sana. “Tentu akan memakan anggaran yang cukup besar, apa jadinya kalau yang dikirim bukan atlet yang berprestasi, tentu berdampak anggaran,” ujar Siti.

Sedangkan, Maigus Nasir menambahkan, jika terjadi kisruh yang mengarah ke arah perbuatan kriminal selama lebih diharapkan secara kekeluargaan. Karena ini kita melihat dari sisi edukatif dan pembinaan secara kekeluargaan.” Jika terjadi perbuatan di luar kontrol karena hal tak tersalurkan dan miskomunkasi,” ujar Maigus. (boy)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional