Menu

Komisi IV DPRD Agam Tinjau Dua Puskesmas, Warga masih Kurang Paham dengan Covid-19

  Dibaca : 267 kali
Komisi IV DPRD Agam Tinjau Dua Puskesmas, Warga masih Kurang Paham dengan Covid-19
TINJAU PUSKESMAS— Komisi IV DPRD Agam turun meninjau dua unit Puskesmas Bawan Kecamatan Ampek Nagari dan Puskesmas Koto Alam, Kecamatan Palembayan.

AGAM, METRO
Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Agam, meninjau Puskesmas Bawan Kecamatan Ampek Nagari dan Puskesmas Koto Alam Kecamatan Palembayan dalam sharing dan informasi terkait evaluasi dan kendala penanganan Covid-19 di Puskesmas, Selasa (15/9)

Kunjungan ini rombongan dipimpin Wakil ketua Komisi IV  Yopi Eka Anroni ME, Sekretaris, Bulqaini SFil dan anggota komisi IV; Edwar Dt Manjuang Basa, Suhermi S.Pd, Asnidar, Syaharuddin, Salman Linover, Gema Saputra ST, serta beberapa orang pendamping dari Sekretariat DPRD.

Kepala Puskesmas Bawan Kecamatan Ampek Nagari Dr Hendra, menjelaskan, kondisi dari Puskesmas Bawan selama penanganan covid-19 ini, di Bawan sendiri baru 1 orang yang terpapar positif Covid-19. Puskesmas telah melakukan tes swab dari tracing keluarga dan masyarakat yang kontak langsung dengan pasien dan hasilnya semua negatif.

”Kami sebagai Kepala Puskesmas sendiri tidak henti-hentinya selalu memberi himbauan, pemahaman dan sosialisasi kepada  masyarakat agar selalu memakai masker di tempat umum/keramaian dan rajin selalu mencuci tangan dan juga yang terpenting jaga jarak. Untuk bantuan yang masuk ke Puskesmas, ada dari anggota DPRD Agam secara pribadi maupun anggota DPRD Provinsi,” jelas dr. Hendra.

Di Puskesmas Koto Alam Kecamatan Palembayan diterima Kepala Puskesmas, drg Gayatri Husin yang menjelaskan, keadaan di Koto Alam sendiri belum ada masyarakat yang terpapar positif. “Akan tetapi Puskesmas kami melakukan tracing dari keluarga yang terpapar positif sebanyak 192 orang dan yang sudah keluar hasilnya 177 orang dan hasilnya negatif,” ujar Gayatri.

Kendala yang dialami selama in dalam penanganan padnemi Covid-19 di Puskesmas Koto Alam sendiri alhamdulilah saat ini belum ada warga yang positif sampai saat ini. Dan masih kurangnya pemahaman warga mengenai Covid-19 ini, jadi banyaknya warga yang tidak mau memakai masker dan masih melakukan kegiatan berkerumun. Pihak Puskesmas Koto Alam sendiri ada mendapat bantuan berupa APD untuk tenaga medis.

“Selain permasalahan itu Puskesmas Koto Alam sangat kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, untuk itu kami berharap adanya solusi maupun dana pokir dari anggota dewan yang berasal dari sini untuk memajukan Puskesmas Koto Alam ini,” ujar dr Gayatri.

Dalam pertemuan beberapa anggota  Komisi IV, seperti Edwar Dt Manjuang menanyakan, langkah apa saja yang telah dilakukan Puskesmas dalam penangan covid-19. Suhermi juga mempertanyakan apakah ada bantuan asupan gizi untuk tenaga medis selama penanganan Covid-19 ini dan dari mana anggarannya.

 Langkah yang telah dilakukan di Puskesmas selama  penanganan dalam pendemi Covid-19 dalam  melayani pasien. ‘Dan Puskesmas sendiri sudah mewajibkan masker bagi pasien yang datang dan tidak melayani pasien yang tidak memakai masker dan untuk masalah bantuan gizi atau insentif untuk tenaga medis dalam selama masa covid-19 ini kami belum menerima dari bulan mei sampai juli ini, “jelas dr Gayatri.

Setelah mendengar keluhan dan kendala dari Kepala Puskesmas Bawan dan Koto Alam anggota DPRD Kabupaten Agam dari Komisi IV, berharap dapat memberikan masukan dan solusinya mengenai kendala selama penanganan Covid-19. Dan keluhan dan masukan dari bapak dan ibu seerta pihak semua akan menjadi catatan bagi anggota Komisi IV DPRD Agam untuk dibahas di dalam rapat kerja dengan OPD terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan. (pry)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional