Close

Komisi I DPRD Sumbar Rapat Pembahasan Rencana Kerja Bersama Mitra Kerja, Dorong Pelayanan Penerbitan KIA di Atas 90 Persen di Tahun 2022

Komisi I DPRD Sumbar, di awal tahun 2022 melakukan rapat perencanaan program tahun 202 bersama dengan seluruh OPD mitra kerja Komisi I.

Komisi I DPRD Sumbar mendorong Dinas Kependu­dukan dan Catatan Sipil (Dis­dukcapil) di seluruh Kabupaten/Kota di Sumtra Barat untuk segera melakukan pencapaian target di atas 90 persen dalam pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) di tahun 2022.

Komisi I DPRD Sumbar, di awal tahun 2022, melakukan rapat perencanaan program tahun 202 bersama dengan sluruh OPD mitra kerja Komisi I. Salah satunya dengan Dis­duk­capil Provinsi Sumatra Ba­rat. Pembahasannya, rencana pen­capaian Target KIA di Su­matra Barat.

Ketua Komisi I DPRD Sum­bar, Syamsul Bahri menyam­pai­kan, pelayanan program KIA adalah program nasional dan menjadi salah satu fokus Dinas Kependudukan dan Penca­tatan Sipil (Disdukcapil) pada tahun ini.

“KIA adalah upaya pe­me­rin­tah untuk memenuhi ke­wajiban­nya dalam memberikan identitas kependudukan, ke­pada seluruh Wwarga Negara Indonesia (WNI). Sehingga diharapkan 2022 ini tercapai targetnya diatas 90 persen,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Syam­sul Bahri, beberapa Kabupaten Kota di Sumbar sudah men­capai target, seperti Pariaman, Padang Pariaman, Padang Panjang dan lainnya. Namun beberapa daerah lainnya be­lum mencapai target.

Syamsul Bahri juga me­nyam­paikan upaya pening­katan kualitas dan kinerja laya­nan Administrasi Kependu­du­kan (Adminduk) di Sumbar, Dinas Dukcapil Sumbar juga telah melakukan penilaian terhadap layanan seluruh Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota.

Penilaian tersebut utama­nya bertujuan mendorong peruba­han ­sikap dan pola pikir aparatur Dukcapil Sumbar menuju pela­yanan yang ber­kualitas dan professional. Juga menyangkut seluruh aspek, baik peningkatan sarana dan pra­sarana, sumber daya manusia, sistem manajerial, dan kom­petensi.

Yang terbaik di Sumbar adalah Dinas Dukcapil Kabu­paten Padang Pariaman. Disu­sul Dinas Dukcapil Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman, sebagai juar dua dan tiga. Kategori kota, Dinas Dukcapil Kota Padang Panjang, kemudian Dinas Dukcapil Kota Sawahlunto.

“ Hari ini (Jumat 14/1), Komisi I melakukan kunjungan ke Dinas Dukcapil Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Kita melihat pelaya­nan­nya di sana sangat luar­biasa. Atas pelayanan ter­baik­nya tersebut,  kita sampaikan apresisasi ke pada Dukcapil Kab Padang Pariaman sebagai Dukcapil  terbaik di Sumbar bahkan Nasional. Inovasi dan capaiannya serta pelayanan sayang luar biasa,” ucapnya.

Dalam pencapaian target ke depan, Komisi I mengharap­kan agar pemerintah perlu me­la­kukan sosialisasi kembali tentang KIA kepada masya­rakat.  Hal itu perlu dilakukan mengingat masih banyaknya masyarakat yang tidak menya­dari pentingnya KIA bagi mas­ya­rakat.

“Iya, anak-anak perlu di­leng­kapi KIA guna memper­mudah proses yang berke­na­nan dengan berbagai data diri anak dalam berbagai keper­luan,”ungkap Syamsul Bahri. Jumat (14/1).

Seperti diketahui, mengacu ketentuan Dinas Kependu­du­kan dan Pencatatan Sipil (Dis­dukcapil),  KIA dibagi menjadi dua kategori yaitu, pertama untuk usia 0 sampai 5 tahun kurang satu hari, kedua untuk usia 5 sampai 17 tahun kurang satu hari.

“ KIA, juga bisa disebut sebagai bentuk mini dari akta kelahiran. Maka itu kita dorong masyarakat me­leng­kapi identitas anak-anaknya melalui KIA,­”jelas­nya.

Selain itu sambung­nya, KIA dapat berfungsi sebagai pengganti Kartu Tan­da Penduduk (KTP) bagi masya­rakat yang usia­nya masih di ba­wah 17 tahun. Se­dangkan fung­si lain dari KIA terkait ke­pen­du­dukan yai­tu un­tuk ke­pengu­ru­san NIK, catatan kes­e­ha­tan dan pen­didikan.

“Apabila anak-anak didik sudah memiliki KIA, maka pemerintah akan mudah dalam melakukan pendataan berbagai ke­per­luan admini­tra­si,­”se­butnya.

Dia juga mengatakan bah­wa akta kelahiran merupakan hak sipil sebagai bentuk penga­kuan legal pertama negara terhadap seorang anak. Selain itu, akta kelahiran berisikan informasi identitas seorang anak, hubungan keperdataan antara anak dengan orang tuanya, serta ke­war­ganegaraan anak tersebut.

“Bagusnya saat ini, Disdukcapil di Seluh Sumatera Barat  sudah menyiapkan ‘loket all for one’, saat mengurus akta kelahiran anak maka KIA dan kartu keluarga akan bersamaan di terbitkan,”pungkasnya.

Tahun ini, pelayanan program Kartu Identitas Anak (KIA) menjadi salah satu fokus pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk­capil).­Pelayanan KIA ini juga adalah upaya pemerintah untuk meme­nuhi kewajibannya dalam mem­berikan identitas kependu­dukan, kepada seluruh pen­duduk Warga Negara Indonesia (WNI).Sehingga diharap­kan Tahun 2022 ini akan tercapai targetnya diatas 90 persen.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top