Menu

Komisi C DPRD Payakumbuh Kunjungi RSUD, Sentil Keramahan dan Etika Pelayanan

  Dibaca : 301 kali
Komisi C DPRD Payakumbuh Kunjungi RSUD, Sentil Keramahan dan Etika Pelayanan
KUNJUNGAN— Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Armen Faindal, bersama Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota Komisi C melakukan kunjungan ke RSUD Adnan Wd Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO
Komisi C DPRD Kota Payakumbuh ingatkan Direktur RSUD Adnan WD Payakumbuh, terkait keramahan dan etika pelayanan kepada pasien dan masyarakat yang datang untuk berobat ke-RSUD Adnan Wd Payakumbuh. Kedepankan keramah tamahan dengan penuh senyum dalam melayani warga.

“Bila warga bertanya sesuatu harus dijawab oleh petugas, jangan didikte saja masyarakat kita, wajar mereka rewel karena sedang sakit. Utamakan perlakuan baik kepada masyarakat, meski kelas 3 atau kelas 2, berikanlah perlakuan yang ramah seakan mereka adalah VVIP,” pinta Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Armen Faindal, SH saat kunjungan lapangan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Jumat (12/3).

Turut dalam rombongan yang dipimpinya Wakil Ketua Komisi C, Mesrawati, (PAN), Sekretaris Syafrizal, (PBB), Mustafa, (PKS), Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah, (Demokrat), YB Dt. Parmato Alam, (Golkar), Ismet Harius, (NasDem), dan Mawi Etek Arianto, (Gerindra), disambut hangat Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal atau Dokter Bek, Dirut RSUD dr. Yanti dan jajaran.

Politisi Demokrat, Armen Faindal, disamping memberikan kritikan, saran dan masukan juga mengapresiasi adanya pemikiran baru pengembangan rumah sakit yang diwacanakan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr.Bakhrizal. “Kedatangan kami melakukan fungsi pengawasan dengan melihat langsung ke rumah sakit, bagaimana kebersihan dan pelayanannya, sektor kesehatan dari sisi manapun haruslah bagus. Kita apresiasi ada keinginan atau wacana pembangunan RSUD lebih baik lagi dari segi infrastruktur sehingga warga kita terlayani dengan baik,” sebut politisi senior ini.

Semetara itu, YB Dt. Parmato Alam, yang disebut-sebut calon kuat untuk Wali Kota Payakumbuh mendatang juga menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait proses pelayanan dan sistim pendaftaran. Perlu ada sistem terukur yang harus diselesaikan oleh rumah sakit, seperti bila jam 12 malam orang datang, tentu mereka butuh tempat istirahat. “Jangan sampai pagi esoknya pula warga mendapat pelayanan, apalagi alasan over kapasitas dalam pelayanan, mana bisa yang sakit diundur dalam berobat. Maka perlu sistem pelayanan yang akuntabel, efektif, dan efisien,” ulasnya.

Politisikus Golkar itu juga menyentil masih lemahnya tatanan pelayanan dan diskusi petugas dengan pasien, etika tata krama dengan pasien sejatinya adalah obat, karena orang yang sedang sakit itu sensitif. “Ini prinsip dasar, kalau perawat butuh di Bimtek, beri mereka itu, bagaimanapun etika melayani harus diperhatikan sekali,” kata Dt. Parmato Alam.

Sementara itu, Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah menyebut saat ini memang banyak aspirasi dari masyarakat dimana terjadinya perbedaan keramahan pelayanan bagi warga yang ditanggung BPJS pemerintah. “Jangan mentang-mentang beda kelas BPJSnya, keramah-tamahan petugas beda pula. Meski pelayanannya berbeda, tapi yang sikap petugas harus sama ramahnya, tolong ini jadi catatan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Bakhrizal menyebut bahwa dari sisi pelayanan publik, Kota Payakumbuh termasuk yang terbaik. Hampir semua kebijakan kesehatan, daerah lain melihat dasarnya ke Payakumbuh. “Ini tidak lepas dari dukungan DPRD, kami merasakan perhatian DPRD termasuk dalam penataan keuangannya, dinas selalu ditanya apakah anggaran sudah mencukupi atau belum untuk melayani warga Payakumbuh,” kata dokter Bek.

Dia juga menambahkan, saat ini kondisi sarana rumah sakit masih kurang, dengan kondisi itu seharusnya rumah sakit umum daerah ini dipindah tempat, karena dari sisi pencapaian wilayah banyak berbenturan lahan. “Kalau bisa dibangun di tempat yang lapang, yang jalannya tidak macet, dan jauh dari keramaian. Desain plan pengembangan rumah sakit sudah ada, wacana ini sengaja kami lempar kepada DPRD, karena kota ini tak hanya akan belangsung sekarang saja, di masa yang akan datang akan berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, dr. Bakrizal, bersama Direktur RSUD Adnan Wd, dr.Yanti bakal melakukan saran dan masukan dari Komisi C DPRD Kota Payakumbuh. Hal ini menurutnya, bakal disampaikan kepada seluruh staf dan pegawai di RSUD Adnan Wd, agar melahirkan pelayanan yang ramah dan beretika kepada siapa saja.

Sementara itu, Dirut dr. Yanti menyampaikan RSUD Adnaan WD adalah rumah sakit type C. Saat ini kondisi ruang tunggu sudah tidak memadai, mengingat dimasa pendemi covid-19, memaksa harus menjaga jarak, sehingga ruangan tunggu diisi dengan kapasitas terbatas. “Kondisi kita saat ini seperti memutar kain sarung. Padahal kita sudah melayani 17 jenis pelayanan kesehatan dan ketenagaan spesialisnya sudah memadai. Untuk memudahkan proses administrasi awal, pelayanan kita sudah memakai aplikasi Silakeh SMART yang bisa digunakan oleh warga yang akan dilayani di rumah sakit, sekarang sedang dalam tahap disosialisasikan,” ungkapnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional