Menu

Komentari Prokes Restoran Bebek Sawah, Kota Padang, Emak-emak Diperiksa Polisi, Video Sempat Viral lalu Minta Maaf, Kombes Satake: Proses Hukum tetap Lanjut

  Dibaca : 329 kali
Komentari Prokes Restoran Bebek Sawah, Kota Padang, Emak-emak Diperiksa Polisi, Video Sempat Viral lalu Minta Maaf, Kombes Satake: Proses Hukum tetap Lanjut
TANGKAPAN LAYAR— Video emak-emak yang viral gara-gara komentari prokes saat berada di salah satu restoran di Kota Padang.

PADANG, METRO–Seorang emak-emak yang videonya sempat viral di media sosial (medsos) gara-gara mengomentari penerapan protokol kesehatan (prokes) di Restoran Bebek Sawah, Kota Padang, sudah diperiksa oleh Ditreskrimsus Polda Sumbar.

Pemeriksaan terhadap emak-emak tersebut ber­langsung pada Minggu (4/7) sekitar pukul 22.00 WIB hingga Senin (5/7/) sekitar pukul 02.00 WIB. Meski su­dah dipulangkan dan ber­status terperiksa, emak-emak bernama Yulianti tersebut, proses hukum­nya tetap dilanjutkan.

“Si ibu yang di video itu sudah kita periksa. Setelah pemeriksaan, yang ber­sangkutan sudah dipu­lang­kan, (namun) prosesnya te­tap jalan. Belum mela­kukan penahanan fisik. Ya, nan­tinya wajib lapor,” kata Ka­bid Humas Polda Sum­bar,­ Kombes Stefanus Sata­ke Bayu Setianto, Senin (5/7).

Dijelaskan Kombes Pol Satake Bayu, terperiksa saat membuat video ibu tersebut baru kembali ke Padang. Pembuatan video tersebut  pada 2 Juli 2021. Kemudian dibagikan ke salah satu grup WhatsApp. Sekitar pukul 15.00 WIB di salah satu grup WhatsApp..

“Pemeriksaan ibu da­lam video tersebut terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Yang bersangkutan bisa terancam lima tahun penjara. Status Yulianti saat ini masih sebagai terperiksa,” jelas Kombes Pol Satake Bayu.

Kombes Pol Satake Ba­yu menuturkan, yang bersangkutan KTP-nya Jakarta, Tanah Abang Jakarta, tetapi kelahiran Padang. Dalam penyelidikan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa HP dan SIM Card milik Yulianti.

Terkait Yulianti telah membuat video pernya­taan permintaan maaf, Kombes Bayu mengaku udah melihat video tersebut. Ha­nya saja, video permintaan maaf itu tidak mempengaruhi proses hukum.

“Video itu tidak akan akan mempengaruhi proses (hukum) yang sedang berlangsung. Ibu itu kita jerat dengan UU ITE dan KUHP. Kalaupun ada video permintaan maaf, paling hanya untuk meringankan saja,” tambahnya.

Selain memeriksa pem­buat video, polisi juga memeriksa pemilik dan pengelola rumah makan tersebut dengan menge­depankan Perda No 6 Ta­hun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru.

Pengelola Restoran Diperiksa

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pa­dang memanggil pengelola restoran ‘Bebek Sawah’ yang sempat viral di media sosial karena tidak menerapkan protokol kesehatan, sehingga muncul kerumunan saat makan di res­toran itu.

Kepala Bidang P3D Satpol PP Kota Padang Bambang Suprianto mengatakan, menanggapi laporan ma­ syarakat mengenai pelanggaran protokol kesehatan, pihaknya memanggil pengelola pada Minggu (4/7).

Ia menjelaskan kepada pengelola usaha Bebek Sawah mengenai Perda No 11 tahun 2005 tentang Trantibum dan Perda No. 01 tahun 2021 tentang Adaptasi Kehidupan Baru.

“Tidak hanya itu, pengelola Restoran Bebek Sa­wah diberi surat panggilan ke kantor Satpol PP Kota Padang pada Senin (5/7/2021),” katanya.

Dia mengatakan pengelola maupun pengunjung tempat umum ataupun res­toran diminta terus me­ningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

 Minta Maaf

Sementara itu, Yulianti melalui videonya telah menyampaikan permin­taan maaf atas videonya sebelumnya.

“Kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia saya minta maaf atas video saya itu,” ungkapnya.

Dikatakan Yulianti, niatnya buat video tersebut hanya untuk canda-candaan buat teman temannya, tidak ada maksud lain. “Saya berharap kasus ter­sebut tidak diperpanjang,” ungkapnya.

Sebelumnya, video emak-emak ini beredar dan viral di media sosial. Video berdurasi 1 menit 5 detik itu, ibu yang mengenakan hijab hitam tersebut m enyebutkan bahwa dia berada di Restoran Bebek Sawah. Ia kemudian memvideokan kondisi di restoran yan g sedang ramai pengunjung.

“Di Padang kota bebas. Makan apa aja kita, enggak ada yang di-lock down, eng­gak ada pembatasan dan sekat-sekat. Tuh, lihat tuh, rame. Enggak ada, bebas semua, tidak ada jaga jarak,” katanya dalam video.

Ibu tersebut mengung­kapkan bahwa Kota Padang aman dan tidak takut sama corona. Ia pun juga mempertanyakan kenapa warga di Jakarta panik.

“Padang aman, tidak takut sama corona. Lihatlah, lihat. Saya lagi di Pa­dang, makan di Restoran Bebek Sawah. Rame, enggak ada jaga jarak. Bebas. Kenapa kita di Jakarta pada panik semua? Udah jangan panik, terus saja lawan, pemerintahan zolim, ayo selamat makan semua-semua,” ungkapnya dalam video yang viral tersebut. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional