Close

Kombes Wahyu Paparkan Sanksi Oknum Pembanting

MINTA MAAF—Oknum Polisi Brigadir NP (ketiga kiri) secara terbuka meminta maaf terhadap korban MFA (ketiga kanan) dan keluarganya atas insiden penganiayaan mahasiswa aksi demonstrasi di Puspemkab Tangerang.

TANGERANG, METRO–Oknum polisi yang mem­banting salah seorang mahasiswa saat mengamankan aksi unjuk rasa di Tangerang, Banten, terancam dijatuhi sanksi pidana maupun sanksi etik Polri. Menurut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, sanksi sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Pak Kapolda Banten meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan perkara ini.Akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan Polri,” ujar Wahyu di Tange­rang, Jumat (15/10).

Dia mengatakan tindakan hukum yang akan di­berikan terhadap oknum polisi berinisial Brigadir NP tersebut sesuai peraturan, baik itu proses pidana maupun sanksi etik Polri.

 “Kami sudah menerbitkan surat pengamanan. Untuk sementara yang ber­sangkutan digunakan pera­turan disiplin anggota Polri, yaitu PP Nomor 2 Tahun 2003 Pasal 4 huruf a dan Pasal 4 huruf b,” katanya.

Menurut dia, proses hukum yang dilakukan itu merupakan bentuk ketegasan Polri dalam menyikapi oknum anggota yang menyalahi tugas atau tidak sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku dalam menangani aksi demonstrasi. “Tentu bagi anggota Polri wajib memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat dan menaati peraturan UUD serta peraturan kedinasan yang berlaku,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan untuk saat ini pihaknya melalui Bidang Propam Polda Banten masih mela­kukan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap ok­num polisi Brigadir NP ter­sebut.

“Untuk oknum Brigadir MP mulai dari kemarin masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Banten,” katanya.

Kapolres juga menyatakan untuk korban MFA hingga kini masih dilakukan pemantauan kondisi kesehatannya, dengan dilakukan rontgen di rumah sakit (RS). Dari hasil awal pemeriksaan oleh dokter, kondisinya dinyatakan baik pascakejadian yang dialami. “Kami sudah menyampaikan kepada keluarga korban bahwa kami akan bertanggung jawab pe­nuh,” pungkas Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro.

Mahasiswa yang Dibanting Polisi,Dilarikan ke Rumah Sakit

Mahasiswa bernama Fariz yang dibanting ok­num polisi berinisial Brigadir NP pada Rabu (13/10) lalu, kini dilarikan lagi ke rumah sakit. Sebab, kondisi kesehatannya memburuk. Menurut Kapolres Kota Tangerang Kombes Wah­yu Sri Bintoro, mahasiswa dibanting polisi itu kini dirawat di Rumah Sakit Ciputra untuk medical check up.

“Sebab, ada pengobatan penyakit lain,” kata Wahyu ketika dikonfirmasi, Jumat (15/10).

Wahyu mengatakan Fa­riz sengaja dibawa ke rumah sakit atas inisiatif dirinya bersama dengan Bupati Tangerang. “Itu inisiatif kami untuk berikan pelayanan kesehatan untuk Fariz,” ujar Wahyu.

Namun, Wahyu enggan memerinci sakit apa yang diderita Fariz sehingga harus dirawat ke rumah sakit. Sementara dari rekaman suara beredar, Fariz mengeluh sakit kepala, leher, dan sempat muntah.

Diketahui, Fariz awalnya dibanting polisi saat menggelar demo di depan kantor Pemkab Tangerang. Dia sempat dibawa ke rumah dan siuman.

Mahasiswa UIN banten itu ikut aksi demo bertepatan dengan HUT Kabupaten Tangerang.  Aksi polisi banting mahassiwa itu diketahui viral dan tersebar di media sosial. Usai video itu viral, Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho bertemu dengan mahasiswa tersebut dan meminta maaf. (cuy/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top