Close

Kodim 0309/Solok Luncurkan Budidaya Jamur Tiram

SOLOK, METRO–Kodim 0309/Solok, di bawah komando Dandim Letkol Arm Hendrik Setiawan meluncurkan budi daya jamur tiram salah satu program pemberdayaan prajurit dan masyarakat produktif (P3MP) di wilayah jajaran Kodim setempat.\

Dandim Letkol Arm Hendrik Setiawan di Solok, mengharapkan kegiatan pembudidayaan jamur ter­sebut dapat membangkitkan perekonomian masya­rakat yang dimulai dari tubuh prajurit sendiri.

Budi daya jamur tiram tersebut terlak di rumah dinas (Rumdis) Dandim 0309/Solok itu sendiri, tepatnya di halaman belakang yang saat ini tampak tumbuh subur dan siap untuk dipetik. Jamur tiram itu biasanya dipetik saat pagi dan sore.

Hendrik juga menyebutkan dari 25 Baglog yang sudah bisa dipanen, menghasilkan kurang lebih 4.000 gram atau 4 kilogram jamur.

Hasil panen jamur tersebut akan dijual dengan harga Rp35 ribu per 1.000 gram atau 1 kilogram. Harga ter­sebut di bawah harga pasaran dengan tujuan memberikan keuntungan bagi ma­syarakat yang ingin menjualnya kembali, sehingga bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Selain itu, untuk me­ngembanngkan budi daya jamur tiram ini Hendrik memberdayakan seorang tenaga ahli dari Bogor, Said yang telah puluhan tahun berkecimpung dengan dunia jamur.

Dandim 0309/Solok itu menjadikan budidaya jamur tiram sebagai pilihan inovasi penggerak ekonomi kreatif dalam program pem­berdayaan prajurit dan masyarakat setempat.

Dengan memanfaatkan lahan dan ruang kosong di lingkungan rumah dinas Dandim 0309/Solok itu, budidaya sumber pangan kaya nutrisi dan manfaat itu telah nyata memberikan hasil bagi para prajurit di wilayah Kodim setempat, terlebih bagi ma­syarakat sekitar.

Proses budi daya jamur tiram tersebut dimulai dari pembuatan media tanam (Baglog) hingga perawatan dengan harapan bisa memanen hasil yang maksimal dan memuaskan, sehingga bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi ma­syarakat luas. ”Semoga program ini dapat memotivasi masyarakat untuk terus berinovasi dan ber­kreasi dalam menciptakan peluang-peluang usaha yang terkadang tampak sepele, namun menjanjikan dalam upaya mendong­krak dan meningkatkan kesejahteraan,” ucap dia.

Selain itu, Dandim juga menyediakan makanan hasil olahan jamur tersebut diantaranya berupa tahu goreng isi jamur tiram, bakwan jamur, bakso jamur, rendang, pepes, serta cemilan jamur crispy, dan pempek jamur dengan cita rasa yang enak.

Kodim 0309/Solok juga membuka peluang bagi ma­syarakat yang ingin membudidayakan jamur dengan menjual Baglog seharga Rp4 ribu per pieces. Baglog yang dijual adalah Baglog yang sudah siap produksi. Masa produksinya berlangsung selama empat sampai lima bulan.

Dia juga berharap ke depannya, selain terkenal sebagai daerah penghasil beras, Solok kelak juga bisa tampil sebagai sentra peng­hasil jamur. Karena usaha tersebut cukup mu­dah dengan modal yang tidak begitu besar, namun cukup menjanjikan bahkan menggiurkan hasil yang bisa diperoleh.

Dengan demikian, bisa menciptakan peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi pelaku usaha khu­susnya dalam budidaya jamur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Kenedy Hamzah mengapresiasi dan menyambut baik program unggulan P3MP Ko­dim 0309/Solok. Ia juga mengatakan Dinas Pertanian Kabupaten Solok akan mencoba untuk mengembangkannya sebagai salah satu pendapatan alternatif bagi masyarakat.

”Kita akan melakukan kerja sama dengan Kodim 0309/Solok untuk memberikan presentasi atau edukasi kepada masyarakat terkait budidaya jamur tiram,” kata dia. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top