Menu

Koalisi Masyarakat Pessel Komit Jaga Kamtibmas

  Dibaca : 84 kali
Koalisi Masyarakat Pessel Komit Jaga Kamtibmas
KOMITMEN BERSAMA— Koalisi Masyarakat Pessel berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) foto bersama usai kegiatan.

PESSEL, METRO
Memanasnya suhu politik di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pascapilkada tahun 2020 lalu, mendapat perhatian sejumlah pihak. Pasalnya, sebagai daerah yang sukses menyelenggarakan pilkada, tentunya banyak yang berharap susana daerah tetap kondusif.

Menyikapi hal tersebut Koalisi Masyarakat Pessel berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ranah pesisir tersebut.

Banyak isu yang tersebar, bahwa pascaputusan Mahkamah Agung (MA) terhadap Bupati Pessel terpilih Rusman Yul Anwar akan membawa riak perpecahan di kalangan masyarakat.

Hal tersebut langsung dibantah Koalisi Masyarakat Pessel yang beberapa waktu lalu menyampaikan petisi selamatkan Pesisir Selatan ke Kejaksaan Negeri Painan.

Bambang Arianto, Kordinator Lapangan (Korlap) Koalisi Masyarakat Pessel berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Menurutnya gerakan masyarakat dalam menyampaikan petisi ke Kejaksaan Negeri Painan adalah upaya menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap putusan MA.

“Pilkada sudah usai, kita memiliki pemimpin baru. Saatnya kita menjaga kepala daerah yang baru bisa menjalankan roda pemerintahan di daerah ini dengan baik,” tutur Bambang.

Bambang menekankan, menjaga persatuan dan kesatuan di Pessel adalah tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat.

Sehubungan isu adanya riak dengan keluarnya putusan MA dibantah Bambang. Sebagai warga negara, mereka menghormati putusan pemerintah dan sebagai masyarakat tentunya mereka berharap keputusan tersebut jangan sampai ada nuansa politik, karena akan merugikan Kabupaten Pessel.

“Sebagai warga negara yang baik, kita menghormati putusan pemerintah dan siap menjaga kamtibmas di daerah kita tercinta ini” tegas Bambang.

Diketahui, sebelumnya MA mengeluarkan putusan menolak kasasi yang diajukan Rusma Yul Anwar dalam perkara pidana khusus lingkungan. Rusma dijatuhi pidana saru tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan sekaligus diperintahkan agar terdakwa ditahan.

Putusan hukum atas Rusma Yul Anwar keluar sehari sebelum dilantik sebagai Bupati Pessel pada 26 Februari 2021. MA menolak permohonan kasasi yang pernah diajukan Bupati Pessel tersebut. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional