Menu

Kiai Said Minta Negara Ciptakan Kembali Rasa Keamanan dan Keselamatan di Masyarakat

  Dibaca : 674 kali
Kiai Said Minta Negara Ciptakan Kembali Rasa Keamanan dan Keselamatan di Masyarakat
KONFERENSI PERS—Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 22 12.

JAKARTA, METRO
Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj menilai aparat belum melakukan langkah nyata untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini disampaikan Kiai Said setelah mencermati perkembangan situasi saat ini yang mengarah kepada terjadinya disintegrasi bangsa.

“LPOI mendorong negara melalui aparatnya, untuk terus melakukan upaya-upaya nyata dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menciptakan kembali rasa keamanan dan keselamatan masyarakat, mewujudkan keadilan dan kesejahteraan secara merata,” ujar Kiai Said dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (22/12).

LPOI juga mendorong pemerintah melakukan penyadaran terhadap elemen-elemen masyarakat yang beberapa waktu terakhir ini cenderung melakukan aksi kekerasan dan provokasi, yang dapat menambah permasalahan di Indonesia di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Selain itu, ketua umum PBNU itu juga meminta pemerintah menggelorakan kembali wawasan kebangsaan bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik suku, agama, ras, maupun budaya. Namun, Kiai Said mengingatkan Indonesia tetap memiliki nilai-nilai persatuan, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“LPOI meminta aksi-aksi demonstrasi tidak dilakukan pada saat-saat sekarang ini, karena dapat memperburuk situasi pandemi Covid-19. Aksi demonstrasi yang brutal, anarkistis, dan diwarnai tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa manusia, serta merusak fasilitas umum, dilarang syariat Islam. Siap apun pelakunya harus ditindak tegas oleh aparat,” kata tegas Kiai Said.

Sementara itu, Sekretaris Umum LPOI Denny Sanusi menambahkan, para ulama harus menjadi garda terdepan dalam memerangi hoax atau berita bohong. Tujuannya untuk melawan atau mencegah penyebaran ujaran kebencian. “LPOI mendorong para ulama untuk menjadi garda terdepan, dengan menjadi ulama antihoax dan hate speech, dalam memerangi berita bohong dan ujaran kebencian,” ujar Denny.

Dalam pernyataan sikap tersebut hadir juga perwakilan 14 ormas Islam yang tergabung dalam LPOI, di antaranya perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Baca Juga: Oooh, Habib Rizieq Ternyata Sedang Sibuk Tulis Disertasi Program S3 di dalam Tahanan Kemudian Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Az-Zikra, Al-Washliyah, IKADI, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Himpunan Bina Muallaf Indonesia (HBMI), Nahdlatul Wathan, dan perwakilan dari Persatuan Umat Islam (PUI).(tan/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional